10 Pertanyaan Umum Yang Sering Muncul Pada Tahap Wawancara Kerja

10 Pertanyaan Umum Yang Sering Muncul Pada Tahap Wawancara Kerja
Photo by Gustavo Fring from Pexels

Saat seorang pelamar kerja telah berhasil melewati tahap tes tertulis ketika melamar pekerjaan, maka tahap berikutnya yang harus dilewati adalah sesi wawancara kerja. Walaupun kamu telah berlatih dengan teman atau sendirian, tetapi rasa gugup atau nervous sewaktu diwawancarai HR tetap saja terus membayangi anda.

Dalam tahap perekrutan karyawan, wawancara kerja tidak hanya sekedar menggali informasi mengenai kemampuan kandidat saja. Namun, juga menggali potensi karakter dan kemampuan juga akan menjadi fokus HRD saat sesi tanya-jawab ini. Setiap dari pertanyaan yang dilontarkan interviewer memiliki makna dan tujuan sendiri.

Seorang pelamar harus mempersiapkan diri, dengan cara meriset terlebih dahulu kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Contohnya seperti, mencari tau apa saja pertanyaan yang mungkin dilontarkan oleh hrd. Nah, dikutip dari rimma.co ada 10 pertanyaan yang umum ditanyakan oleh hrd saat sesi wawancara.

Pertanyaan-Pertanyaan Yang Sering Dilontarkan HRD Saat Sesi Wawancara Kerja

Agar meningkatkan keberhasilan saat menghadapi sesi wawancara, berikut ini 10 pertanyaan yang biasa akan dilontarkan oleh pewawancara.

Silahkan perkenalkan dan ceritakan tentang diri kamu

Pertanyaan pertama ini biasanya menjadi opening ketika memulai sesi interview. Sebelum mengobrol lebih jauh, HRD akan mengajak pelamar untuk berkenalan dahulu. Umumnya, pelamar akan diberikan kesempatan untuk menceritakan background keluarga, lahir dimana, anak keberapa, dan berbagai hal tentang dirinya dan keluarganya.

Ketika pewawancara mempersilahkan kamu untuk memperkenalkan diri, kamu bisa memulai dari dengan menyebutkan nama lengkap, latar belakang pendidikan yang pernah dilalui, dan jabatan atau posisi yang inginkan. Dan jangan lupa ceritakan diri kamu dengan singkat dan padat, karena sebenarnya data diri kamu telah tertulis di curriculum vitae.

Ceritakan pengalaman kegagalan kamu

Setiap orang pernah mengalami kegagalan dalam kehidupan. Tidak semua apa yang seseorang usahakan akan membuahkan hasil baik. Cara kamu menjawab dan menceritakan kegagalan-kegagalan yang pernah pelamar alami akan menjadi perhatian khusus bagi HRD.

Ceritakan hal tersebut dengan jujur, jelaskan hal apa saja bisa kamu ambil hikmahnya dan cara kamu menyikapi kegagalan. Fokuslah pada diri kamu dan usaha apa yang kamu ambil untuk bangkit dari keterpurukan. Hindari untuk menyalahkan keadaan dan orang lain.

Apa saja pencapaian terbesar yang sudah kamu raih selama ini?

HRD akan meminta kamu untuk menceritakan pencapaian terbesar apa yang telah kamu. Kamu bisa menceritakan prestasi dan pencapaian individu, seperti prestasi olahraga, bisnis, promosi jabatan, atau prestasi apa saja yang pernah pelamar raih.

Pertanyaan ini sebenarnya memiliki tujuan tersendiri. Pencapaian prestasi yang pernah kamu raih akan menggambarkan kualitas diri dan daya juang yang pelamar miliki.

Bagaimana cara kamu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru?

Mungkin kamu pernah bekerja diperusahaan lain sebelumnya, namun hari pertama bekerja tetap akan menjadi hari akan membuat anda gugup dan canggung. Tidak sedikit dari karyawan baru akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebelum 3 (tiga) bulan bekerja.

Kesiapan diri dan mental kamu dalam beradaptasi pada lingkungan kerja yang baru akan HR pertanyakan. Ini adalah maksud dari pewawancara sering menanyakan pertanyaan semacam ini pada saat sesi wawancara.

Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kamu harus bisa menceritakan bahwa kamu pribadi yang terbuka terhadap situasi baru dan perubahan. Jelaskan juga bahwa kamu akan berproses, bersinergi, dan membangun relasi dengan rekan-rekan kantor. Selain itu, kamu bisa menanyakan budaya kerja di perusahaan. Ini bisa menjadi nilai tambah, karena kamu telah menunjukan antusiasme yang tinggi.

Bagaimana cara kamu dalam memecahkan masalah?

Saat beraktivitas dan menjalani rutinitas sebagai karyawan pasti kamu akan dihadapkan pada berbagai macam situasi sulit, seperti permasalahan yang bisa muncul tiba-tiba pada pekerjaan kamu. Biasanya pertanyaan muncul untuk mengukur kapabilitas seseorang dalam menghadapi permasalahan kerja.

Kamu bisa jelaskan bagaimana pendapat dan sudut pandang menghadapi permasalah tersebut. Pertama identifikasi penyebabnya, kemudian lakukan pendekatan terhadap permasalahan dengan solusi alternatif yang tetap.

Jangan terburu-buru untuk menjawab pertanyaan sejenis ini. Gunakan waktu beberapa detik untuk memikirkan bentuk permasalahan yang diajukan. HRD akan menilai kamu merupakan individu yang tidak tergesa-gesa atau terburu-buru dan dapat berpikir jernih untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Apa yang membuat kamu resign dari tempat kerja sebelumnya?

Pertanyaan ini muncul jika kamu telah bekerja sebelumnya, dan bisa jadi ada pertanyaan yang mengecoh dibaliknya. Pertanyaan sejenis ini akan diajukan kepada kamu untuk mengetahui alasan apa yang membuat kamu berpindah perusahaan.

Kamu harus menjawabnya dengan jujur, jelaskan alasan kamu hengkang dari pekerjaan sebelumnya, namun hindari untuk menjelek-jelekan perusahaan sebelumnya. Jika kamu menjawabnya dengan jelas dan tidak berbelit-belit, ini bisa menjadi senjata yang ampuh untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

Bagaimana kesan dan pendapat kamu terhadap atasan?

Atasan di sebuah perusahaan akan mempengaruhi secara langsung terhadap perkembangan karir seseorang. Tidak sedikit karyawan yang sulit mengembangkan karirnya karena buruknya atasan mereka. Jawab dan berfokuslah pada hal-hal positif yang kamu rasakan ketika bekerja sama dengan atasan sebelumnya.

Kamu bisa menjawabnya seperti ini, “Atasan saya tegas dan sangat bertanggung jawab. Darinya saya dapat banyak belajar, bahwa dalam menyelesaikan pekerjaan kita harus bersungguh-sungguh dan teliti supaya hasil yang kita inginkan dapat terwujud”. Hindari untuk menjelek-jelekan atasan kamu sebelumnya, karena bisa saja yang mewawancarai kamu saat ini akan menjadi atasan kamu di perusahaan tersebut.

Apa yang bisa kamu berikan pada perusahaan ini?

Jelaskan secara rinci bahwa kamu adalah orang yang berpengalaman dibidangnya, memiliki keterampilan dan profesional. Tidak hanya menceritakan tugas apa saja yang pernah dilakukan, kamu juga bisa menceritakan kontribusi seperti apa yang pernah kamu lakukan untuk perusahaan sebelumnya. Tunjukan kesungguhanmu integritas, dan semangat kerja yang tinggi.

Ceritakan juga bahwa kamu yang sangat bersemangat untuk mempelajari budaya kerja perusahaan tersebut, peraturannya, dan metode kerja pada masa percobaan dan setelah itu, maka akan lakukan perbaikan untuk menyelaraskan dengan kebutuhan perusahaan.

Apa rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk perusahaan?

Ceritakan secara lengkap bahwa kamu telah mencari tahu informasi yang mungkin dialami perusahaan tersebut. Jelaskan rencana kamu dalam 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun mendatang. Dari rentang waktu itu, ceritakan kontribusi seperti apa yang menurutmu tepat untuk perkembangan perusahaan.

Untuk jangka panjang, kamu bisa menceritakan potensi apa saja yang dapat dikembangkan agar maju. Kunci suksesnya melewati sesi wawancara pekerjaan adalah untuk mencari tahu dan mempelajari seperti apa diri kamu sebenarnya.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak terduga

Dalam sesi wawancara akan muncul banyak pertanyaan tidak terduga yang akan dilontarkan HRD, biasanya hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Seperti pertanyaan intermezzo yang dijawab secara santai dan tidak kaku, tetapi kamu harus tetap tunjukan antusias dan kesungguhan.

Biasanya pertanyaan-pertanyaan seperti ini justru akan mengecoh, dan ingin mengetahui sejauh mana cara berpikir dan emosi pelamar. Tingkatkan kepekaan kamu dan jaga profesionalitas ketika harus menghadapi situasi yang tidak terduga-duga dengan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut terburu buru. Dan siapkan diri sebaik mungkin agar dapat sukses melewati sesi wawancara kerja tersebut.

Kesimpulan

Dalam menjawab semua pertanyaan pada sesi wawancara kerja dibutuhkan ketenangan dan kesiapan mental yang baik. HRD akan mengukur kemampuan intelektual dan emosi pelamar pada sesi interview tersebut.

2 Shares:
Leave a Reply