4 Metode Perhitungan Insentif Karyawan

4 Metode Perhitungan Insentif Karyawan
photo by pexels.com

Ketika seorang karyawan menjabat sebagai bagian dari tim human capital management, tugasnya setelah diberi mandat oleh pimpinan perusahaan adalah untuk menentukan memberikan insentif pada karyawan dan Anda harus memahami cara perhitungan insentif karyawan yang tepat.

Kinerja karyawan merupakan variabel yang mempengaruhi perhitungan insentif, maka hal tersebut akan menghasilkan kinerja yang lebih baik dan karyawan pasti akan bekerja melebihi standar dan kualitas yang telah ditetapkan. Kemudian, perusahaan akan memperoleh manfaat berupa produktivitas yang lebih baik dari ekspektasi.

Tujuan dari pemberian insentif adalah untuk meningkat motivasi, semangat dan gairah karyawan dalam bekerja sehingga strategi dan visi perusahaan dapat tercapai, maka seorang human capital management harus benar-benar melakukan perhitungan secara detail dan rinci, agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial antar karyawan yang mendapatkan insentif tersebut. Dikutip dari situs linovhr.com/blog ada 4 metode perhitungan insentif karyawan, diantaranya sebagai berikut:

Baca Juga: Perbedaan Gaji dan Upah

1. Perhitungan Insentif Metode Straight Piecework Plan

Perhitungan insentif straight piecework plan adalah perhitungan insentif karyawan yang paling sederhana. Dimana dalam prakteknya, perhitungan insentif akan dihitung secara proporsional. Metode ini paling umum digunakan oleh banyak perusahaan di Indonesia. Cara perhitungan ini menggunakan satuan moneter.

Rumus perhitungan metode straight piecework plan adalah:

Tarif upah per potong x kelebihan produktivitas yang telah dihasilkan karyawan di atas standar rata-rata.

Contoh perhitungan metode straight piecework plan sebagai berikut:

Thomas akan menerima insentif dengan dasar perhitungan sebagai berikut:

  • Produksi standar per jam : 30 unit
  • Jumlah yang diproduksi per jam : 45 unit
  • Tarif upah per jam : Rp. 50.000
  • Tarif insentif per jam : Rp. 15.000
  • Total jumlah upah per jam : Rp. 50.000 + Rp. 15.000 = Rp. 65.000
  • Biaya tenaga kerja per unit : Rp. 65.000 / 45 unit = Rp 1.444,44 per unit

2. Perhitungan Insentif Metode One Hundred Bonus Plan

Metode ini menggunakan satuan dalam waktu per unit dalam melakukan perhitungannya.

Rumus perhitungan one hundred bonus plan adalah:

Insentif = Kinerja Aktual ÷ Kinerja Standar x Upah Per Jam

Contoh Perhitungan metode one hundred bonus plan sebagai berikut:

Billy akan mendapatkan insentif dari hasil pekerjaannya dengan dasar perhitungan sebagai berikut:

  • Jam kerja normal : 8 jam
  • Unit produksi : 400 unit
  • Produksi standar : 350 unit
  • Rasio efisiensi : 400 unit / 350 unit = 1,14
  • Tarif upah per jam : Rp. 50.000
  • Tarif upah per jam x rasio efisiensi : Rp. 50.000 x 1,13 = Rp. 57.142,85
  • Total upah : (8 jam x Rp. 50.000) +Rp. 57.142,85 = Rp. 457.142,85
  • Total upah per unit produksi : Rp. 457.142,85 / 400 unit = Rp. 1.142,85 per unit

Baca Juga: Apakah Karyawan Tetap Yang di-PHK Mendapatkan Uang Pesangon?

3. Perhitungan Insentif Metode Taylor Piecework Plan

Sistem perhitungan upah per potong yang diciptakan oleh Taylor dengan tarif insentif yang berbeda-beda, antara karyawan yang menghasilkan hasil di bawah standar/rata-rata dengan karyawan yang berhasil bekerja di atas hasil standar/rata-rata. Jika seorang karyawan berhasil mendapatkan hasil lebih besar dari standar, maka secara otomatis upah yang diterimanya akan lebih besar.

Contoh perhitungan insentif metode taylor piecework plan, yaitu sebagai berikut:

Sudah ditetapkan tarif upah Rp. 200 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan 20 satuan atau kurang per jam dan Rp. 350 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan 30 satuan per jam. Maka upah per jam karyawan dihitung sebagai berikut: Rp. 350 x 30 = Rp. 10.500 per jam, sedangkan karyawan yang hanya mampu menghasilkan 18 satuan per jam, dihitung: Rp. 200 x 18 = Rp. 3.600 per jam.

4. Perhitungan Insentif Metode Group Piecework Plan

Metode group piecework plan adalah sistem perhitungan tarif per potong dalam kelompok kerja. Jadi, ketika suatu kelompok kerja berhasil bekerja diatas rata-rata, maka kelompok tersebut berhak mendapatkan insentif.

Rumus perhitungan metode group piecework plan adalah:

Unit yang dihasilkan x Tarif per unit

Contoh Perhitungan insentif metode group piecework plan, yaitu sebagai berikut:

Tim atau kelompok 1 berhasil mendapatkan insentif berdasarkan perhitungan:

  • Unit diproduksi : 400 unit
  • Jam kerja standar : 12 jam
  • Jam kerja sesungguhnya : 9 jam
  • Upah group : Rp. 300.000
  • Bonus group : Rp. 25.000
  • Total upah group : Rp. 300.000 + Rp. 25.000 = Rp. 325.000
  • Total upah per unit produksi : Rp 325.000 / 400 unit = Rp. 812,5 per unit

Kesimpulan

Semua metode perhitungan insentif karyawan diatas bisa Anda implementasikan pada perusahaan Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan jenis perusahaan.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *