5 Format Laporan Keuangan Yang Wajib Ada Dalam Perusahaan

5 Format Laporan Keuangan Yang Wajib Ada Dalam Perusahaan
image by carle-immobilien.de

Laporan keuangan adalah suatu laporan moneter yang telah disusun sedemikian rupa berdasarkan prinsip yang berlaku untuk menunjukkan keadaan keuangan suatu entitas dalam suatu periode tertentu. Melalui pelaporan keuangan, pengusaha dapat memantau perkembangan bisnisnya. Informasi tentang format laporan keuangan itu sendiri tidak hanya digunakan oleh pemilik atau manajemen, tetapi dapat juga digunakan oleh pihak lain, seperti lembaga keuangan, perpajakan, konsultan, dan lainnya.

Adapun stakeholders sering menggunakan laporan keuangan seperti investor, kreditor, pemerintah bahkan masyarakat umum. Nah, tahukah kamu ada berapa banyak format pelaporan keuangan yang wajib ada dalam suatu perusahaan?

Menurut Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, laporan keuangan yang lengkap terdiri dari lima jenis laporan yaitu:

  • laporan laba rugi
  • laporan perubahan modal
  • neraca atau balance sheet
  • laporan arus kas
  • catatan atas laporan keuangan (CALK)

Kelima jenis laporan tersebut memiliki fungsinya masing-masing dalam agenda pelaporan keuangan suatu perusahaan atau badan usaha. Biasanya setiap perusahaan memiliki kebutuhannya masing-masing, sehingga penggunaan laporan tersebut berbeda-beda. Yang perlu kita pahami adalah bahwa perusahaan tidak diharuskan untuk melakukan semua laporan ini.

Adapun penggunaannya harus berdasarkan kebutuhan perusahaan, sehingga penting agar bagian akuntansi atau departemen keuangan mengetahui dengan jelas fungsi dari masing-masing jenis laporan keuangan, sehingga tidak perlu mengeluarkan tenaga atau tidak menghasilkan laporan dengan informasi yang bertanggung jawab. Selain itu, staf akuntansi juga harus menyusun laporan organisasi secara kontinu agar proses pelaporan keuangan terorganisir dengan baik.

Untuk mengetahui secara detail mengenai format pelaporan keuangan yang ada, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Laporan Laba dan Rugi (Profit and Loss Statement)

Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan apakah keuntungan atau kerugian yang perusahaan alami dalam suatu periode akuntansi. Selain untuk mengetahui hasilnya, laporan laba rugi juga disediakan untuk memberikan informasi mengenai pajak, bahan penilaian manajemen, dan penunjang pengambilan keputusan.

Dalam format laporan keuangan rugi dan laba terdapat beberapa hal atau aspek, antara lain: pendapatan, pengeluaran, biaya produksi, beban pajak, laba rugi perusahaan.

Format laporan laba-rugi perusahaan

Pada dasarnya format laporan laba rugi terdiri dari dua bentuk, yaitu single step dan multiple step. Berikut ini adalah penjelasanya:

  • Single step

Form laporan laba-rugi single step lebih sederhana dan mudah untuk dipahami. Dalam format ini, semua pendapatan dan keuntungan yang diperoleh ditempatkan di awal laporan laba rugi. Kemudian dikurangi semua pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Margin (selisih) antara total pendapatan dan total biaya inilah yang ditunjukkan oleh laba rugi perusahaan dalam periode ini. Adapun format atau format laporan keuangan laba-rugi satu langkah adalah sebagai berikut:

  • Multiple step

Berbeda dengan single step, format laporan laba-rugi multi step lebih kompleks dan detail. Untuk membuat akun laba dan rugi, akuntan harus memisahkan transaksi operasional dan nonoperasional terlebih dahulu. Kemudian, perlu membandingkan biaya dan pengeluaran dengan pendapatan terkait. Setelah itu, akuntan bisa menghitung laba operasi. Laba operasi akan menunjukkan perbedaan antara aktivitas biasa dan aktivitas insidental atau luar biasa. Format laporan keuangan untung rugi multi step adalah sebagai berikut:

2. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal merupakan laporan yang menggambarkan perubahan berupa kenaikan atau penurunan aktiva bersih. untuk suatu periode akuntansi. Pada saat pendirian perusahaan, sebagai pemilik perusahaan pengusaha harus menyetor modal. Selama beroperasi, tentunya modal awal berubah sesuai kinerjanya. Misalnya, ketika pada periode berjalan perusahaan mengalami kerugian bisnis, maka modalnya berkurang. Dan sebaliknya, ketika perusahaan mengalami keuntungan maka modal akan bertambah.

Dalam laporan perubahan modal, kita juga dapat melihat penyebab perubahan modal, bukan hanya perubahannya. Beberapa data yang diperlukan untuk membuat laporan ini adalah modal awal, prive atau penarikan dana periode dan total laba bersih yang diperoleh. Untuk membuat laporan ini membutuhkan laporan laba-rugi, laporan ini akan dibuat setelah adanya profit loss statement. Berikut adalah contoh format laporan perubahan modal suatu perusahaan:

3. Neraca atau balance sheet

Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi dan informasi keuangan suatu perusahaan. Di neraca, kita akan melihat informasi lengkap dan rinci tentang aset, kewajiban, dan modal perusahaan. Dengan kata lain, pos-pos neraca hanyalah tiga akun ini. Untuk membuat neraca dapat menggunakan pedoman persamaan akuntansi yaitu:

Aset = Kewajiban + Modal

Aset untuk sisi aktiva, dan sementara bagian kewajiban dan modal untuk bagian pasiva. Sebagai catatan, bahwa keseimbangan harus dicapai antara aset dan kewajiban. Berikut ini adalah contoh format laporan neraca:

4. Laporan Arus Kas

Jenis laporan keuangan keempat adalah laporan arus kas. Laporan arus kas memberikan informasi tentang arus kas masuk dan keluar perusahaan. Selain itu, laporan arus kas juga berfungsi sebagai indikator untuk memprediksi arus kas pada periode berikutnya. Laporan arus kas merupakan bentuk pertanggungjawaban arus masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan. Adapun laporan arus kas terdiri dari tiga aktivitas utama, yaitu:

  • Operating activities (aktivitas operasi)

Yang dimaksud aktivitas operasi adalah laporan arus kas yang terdiri dari aktivitas operasional perusahaan. Dengan kata lain, aktivitas ini dapat diperoleh dengan memasukkan nilai efek tunai / perbankan dalam transaksi yang terlibat dalam menentukan laba bersih. Contohnya antara lain penjualan barang dan jasa kepada pelanggan, pembelian persediaan dan lain-lain.

  • Investing activities (aktivitas investasi)

Aktivitas investasi berkaitan dengan aktivitas arus kas yang dihasilkan dari penjualan atau pembelian aset tetap.

  • Financing activities (aktivitas pembiayaan)

Yang dimaksud dengan financing activities adalah aktivitas kas yang berasal dari penambahan modal perusahaan. Untuk menghitung aktivitas pembiayaan, kita dapat memasukkan nilai tambah atau penurunan kas dari kewajiban jangka panjang dan ekuitas.

Berikut ini adalah contoh format laporan arus kas yang digunakan perusahaan:

5. Catatan atas laporan keuangan (CALK)

Definisi umum dari catatan atas laporan keuangan (CALK) adalah bagian dari laporan keuangan entitas. Namun, pencatatan laporan keuangan tidak wajib bagi perusahaan. Jadi biasanya perusahaan yang mencatat atas laporan keuangan adalah perusahaan besar atau perusahaan yang telah go public (sudah masuk ke bursa saham).

Tujuan dari catatan atas laporan keuangan ini adalah untuk memberikan penjelasan rinci tentang masalah-masalah yang ada pada jenis pelaporan keuangan lainnya, sehingga catatan atas laporan keuangan berada di belakangnya. CALK ini akan memudahkan kita dalam memahami laporan keuangan lainnya, karena isinya sangat detail dan komprehensif. Maka tak heran jika bentuk catatan dalam laporan keuangan ini sangat tebal dan tersusun dari banyak halaman.

Kesimpulan

Demikian informasi penjelasan tentang format laporan keuangan yang perlu ada dalam perusahaan. Dengan cara ini, maka kita dapat membedakan antara satu laporan keuangan dan lainnya. Setelah kita memahami format laporan keuangan, pengusaha juga dapat menyusun laporan keuangan yang baik sehingga dapat memprediksi kesehatan keuangan bisnis di masa yang akan datang.

Pada prinsipnya, dengan adanya laporan keuangan yang dibuat secara baik dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Hal ini disebabkan karena data yang disajikan digunakan untuk pengambilan keputusan yang bersifat strategis.

1 Shares:
Leave a Reply