5 Metode Mengukur Kinerja Karyawan Dengan Akurat dan Efektif

5 Metode Mengukur Kinerja Karyawan Dengan Akurat dan Efektif
photo by pexels.com

Mengukur kinerja karyawan merupakan salah satu pekerjaan utama seorang manajer HRD, jangan sampai mengambil langkah yang salah dalam mengukur performa para karyawan Anda. Pastinya, mempekerjakan karyawan yang tidak memberikan kontribusi yang besar pada perusahaan selalu menjadi problem utama. Bahkan, banyak dari mereka yang malah membuat perusahaan rugi karena harus mengeluarkan uang untuk gaji pada karyawan tersebut. Lalu, bagaimana sih cara mengukur kinerja karyawan dengan cara yang tepat dan efektif?

Agar mendapatkan hasil yang memuaskan, karyawan mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus didepak dari perusahaan. Dalam pembahasan kali ini, ada 5 metode akurat untuk mengukur kinerja karyawan yang telah kami rangkum agar bisa diterapkan pada perusahaan Anda.

1. Mengukur Produktivitas Karyawan Secara Kuantitas

Sangat penting mengetahui apa saja yang telah dikerjakan oleh karyawan. Contohnya seperti, seberapa besar penjualan yang telah mereka capai, seberapa cepat para karyawan menyelesaikan tugas-tugas kantornya? Sudah sesuai deadline atau malah molor? Sesuai dengan standar yang diinginkan atau tidak?

Termasuk juga, melihat peningkatan kerja yang dihasilkan karyawan. Apakan karyawan menunjukan progress yang positif atau hanya diam ditempat? Tetapkan dahulu, indikator-indikator yang memiliki penilaian atau target angka. Dan, tentunya telah disesuaikan dengan job desk dan kinerja karyawan tersebut.

2. Antusiasme Mereka Dalam Berkontribusi

Cara kedua yaitu, Anda bisa melihat semangat kerja dan antusiasme para karyawan Anda. Bagaimana cara melihatnya?

Anda bisa melihat dan menilai kualitas pekerjaan yang mereka telah selesaikan dan kemampuan karyawan tersebut dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Tetapkan deadline kerja untuk karyawan Anda, misalnya seperti deadline dalam satu minggu kedepan atau deadline satu bulan kedepan. Namun, tidak hanya mengukur dari ketepatan deadlinenya saja, tapi juga menilai kualitas pekerjaannya. Tentunya hal ini akan memberikan kepuasan tersendiri jika menerima hasil tugas sesuai dengan deadline dan sesuai standar yang diminta.

3. Tingkat Kedisiplinan Karyawan

Kedisiplinan merupakan hal indikator penting untuk melihat sebesar apa tanggung jawab seorang karyawan terhadap tugas-tugasnya. Metode pengukuran kinerja karyawan membutuhkan waktu dan sedikit riset kecil. Tapi, untuk menilai kedisiplinan mereka, Anda bisa melihat dari ketepatan karyawan datang ke kantor dan ketepatan dalam mengerjakan tugas.

Terlebih lagi saat ini banyak aplikasi absensi mobile yang bisa Anda manfaatkan untuk mempermudah melihat segala aktivitas karyawan. Pastikan Anda memiliki karyawan yang bisa menghargai waktunya, maka mereka akan menghargai tugas dan bertanggung jawab atas profesinya.

4. Teliti Kemampuan Mereka Dalam Memanfaatkan Jam Kosong

Teliti lah seberapa efektif para karyawan memanfaatkan waktu kosong mereka. Misalnya, ketika sedang tidak ada tugas atau pekerjaan, perhatikan laporan kerjanya, adakah upaya dari karyawan untuk melakukan hal-hal positif?

Contohnya, mereka mencari dan memperbaharui pengetahuan yang terkait dengan produk atau jasa perusahaan Anda. Apakah mereka hanya menghabiskan waktu kosongnya untuk bermain media sosial, bermain game mobile, nonton youtube atau film, internetan dan sebagainya yang tidak ada hubungan dengan pekerjaan mereka. Pastikan para karyawan Anda memiliki kreativitas yang mampu membangun perusahaan dan meningkatkan keterampilan diri di mereka di tempat kerja.

5. Evaluasi Dari Banyak Sumber

Sebagai karyawan, tentunya tidak hanya pekerjaan saja yang menjadi tolak ukur keberhasilan. Anda juga harus mengetahui, seberapa bagus attitude dan kepribadian para karyawan. Jangan sampai Anda mempekerjakan seseorang yang memiliki kepribadian buruk. Anda bisa mengevaluasi dengan meninjau feedback dari banyak pihak yang terkait dengan karyawan tersebut.

Selain itu, Anda bisa mendapatkan informasi dengan cara melakukan pendekatan persuasif ke berbagai pihak, agar pihak terkait tidak merasa seperti sedang diinterogasi. Mempekerjakan karyawan yang memiliki attitude yang baik akan mempengaruhi pada profesionalitas dan tanggung jawab dalam pekerjaannya.

Epilog

Sebagai HRD yang menjembatani kepentingan perusahaan dan kepentingan karyawan, sudah seharusnya mengetahui cara-cara untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan. Dengan mengetahuinya perusahaan dapat menentukan strategi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan serta menciptakan budaya perusahaan yang b

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *