8 Unsur Intrinsik Pada Cerpen

8 Unsur Intrinsik Pada Cerpen
Photo by Lisa Fotios from Pexels

Cerpen merupakan karya sastra yang didalamnya ada beberapa unsur intrinsik. Sama seperti karya sastra lainnya seperti novel, unsur-unsur intrinsik cerpen sangat mempengaruhi isi dari cerita pendek tersebut. Sebagai contoh, latar belakang penulis akan mempengaruhi gaya bahasa yang digunakan pada cerpennya. Nah, lalu apa saja sih unsur intrinsik tersebut?

Pengertian unsur intrinsik cerpen adalah unsur pembentuk cerita pendek yang bersumber dari cerita itu sendiri. Setiap unsur intrinsik cerpen memiliki fungsi dan saling melengkapi, sehingga semua unsur intrinsik tersebut harus ada dalam cerpen.

Sebagai struktur yang konstruktif, unsur intrinsik cerita pendek merupakan semua komponen yang menyusunnya. Artinya bila ada komponen yang hilang, maka karya tulis tidak bisa dikatakan sebagai cerpen.

Baca Juga: Pengertian Cerpen, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Contoh Lengkapnya

Unsur Intrinsik Cerita Pendek

Ada 8 (delapan) unsur intrinsik cerpen, diantaranya sebagai berikut:

1. Tema cerita pendek

Tema merupakan gagasan pokok atau pemikiran di balik sebuah cerita pendek. Semua karya tulis harus memiliki tema tertentu agar dapat menyampaikan isi pesan suatu artikel. Pengambilan tema cerita bisa cara yang bermacam-macam, mulai dari tema umum, masalah komunitas, cerita pribadi pengarang, kisah cinta, dan lain sebagainya. Jadi, tema ceria adalah jiwa atau ruh dari setiap cerpen.

2. Karakter cerita pendek (tokoh)

Karakter cerita pendek merupakan salah satu unsur intrinsik cerita pendek yang sangat penting di samping tema. Karakter adalah para aktor atau orang-orang yang terlibat dalam sebuah cerita pendek. Dalam setiap cerita pendek terdapat dua jenis karakter, yaitu karakter utama dan karakter sekunder / tambahan. Tokoh utama adalah tokoh yang berinteraksi langsung dengan konflik. Sedangkan tokoh sekunder adalah tokoh yang mengekspresikan dirinya dalam cerita pendek tetapi tidak terlibat langsung dalam konflik.

Ada 4 (empat) watak tokoh yang direpresentasikan dalam cerita pendek, yaitu:

  • Tokoh protagonis
    Artinya, tokoh yang mempunyai sifat baik dan umumnya berperan sebagai tokoh utama dalam cerita pendek.
  • Tokoh antagonis
    Artinya, tokoh yang memiliki karakter jahat. Antagonis biasanya berinteraksi langsung dan bertentangan dengan karakter utama.
  • Tokoh tritagonis
    Artinya, tokoh dengan sikap dan karakter penengah. Biasanya, tritagonis bertindak sebagai orang bijak dan mediator antara protagonis dan antagonis.
  • Tokoh figuran
    Artinya, karakter sekunder dan pendukung dan jarang muncul dalam cerita pendek. Namun, tambahannya bisa memberi warna dan nuansanya tersendiri agar cerpen lebih hidup.

3. Penokohan dalam cerita pendek

Unsur-unsur penokohan masih berkaitan dengan tokoh-tokoh dalam cerita. Jika tokoh dalam cerita pendek adalah pemeran dalam cerita, maka penokohan adalah gambaran tentang karakter dan watak tokoh tersebut. Penokohan cerpen dapat dilakukan dengan dua (dua) cara, yaitu diantaranya:

  • Analitis
    Maksudnya adalah bagaimana menjelaskan karakter dan watak tokoh dengan penyajiannya secara langsung. Misalnya seperti watak berani, penakut, keras kepala, pemalu dan lain-lain.
  • Dramatis
    Maksudnya adalah cara menjelaskan sifat dan karakter tokoh secara implisit. Hal tersebut biasanya tersampaikan melalui tingkah laku tokoh-tokoh dalam cerpen.

4. Plot atau alur cerita pendek

Plot merupakan unsur intrinsik cerita yang menjelaskan rangkaian kejadian yang disampaikan oleh penulis untuk membentuk cerita dari cerpen tersebut. Dalam bercerita biasanya penulis menggunakan beberapa tahapan, antara lain:

  • Tahap pengantar
    Yakni tahap pengenalan para tokoh dan skenario cerita pendek.
  • Tahapan kemunculan konflik
    Yakni tahapan dimana konflik atau masalah mulai muncul dalam cerita.
  • Tahap klimaks
    Yakni tahap dimana konflik berada pada puncaknya. Biasanya pada tahap ini tokoh utama sedang bingung atau sedih.
  • Tahap peleraian
    Yakni tahap dimana masalah mulai mereda dan tokoh utama mengambil solusi.
  • Tahap penyelesaian
    Yakni tahap terakhir dari sebuah cerita pendek. Biasanya, tahap ini berakhir dengan kebahagiaan (happy ending), namun tidak sedikit yang menyajikan plot twist.

Tahapan cerita pendek diurutkan melalui sebuah cerita. Alur tersebut bisa membuat cerpen menjadi lebih menarik dan menggelitik bagi pembaca.Berikut adalah dua jenis plot yang sering digunakan dalam cerpen:

  • Alur maju
    Artinya, rangkaian cerita yang bergerak secara berurutan, yaitu pendahuluan, munculnya masalah / konflik, klimaks, peleraian dan penyelesaian.
  • Alur mundur
    Artinya, rangkaian cerita yang menyimpang dari urutan. Dalam retrospeksi (alur mundur), penulis biasanya melakukannya dengan terlebih dahulu menyajikan konflik. Selain itu, kita bisa melihat sejumlah peristiwa yang menjadi sebab akibat dari konflik tersebut.

Baca Juga: Unsur Ekstrinsik Cerpen Yang Mempengaruhi Cara Penulisan Cerita Pendek

5. Latar belakang (setting) cerita pendek

Latar merupakan unsur intrinsik cerita pendek yang menggambarkan tempat, waktu, dan suasana cerita pendek. Unsur ini erat kaitannya dengan tokoh-tokoh dalam cerpen.

  • Latar tempat
    Tempat yang disinggahi tokoh utama dalam cerita. Misalnya di rumah, di kantor, di kampus, dan di tempat lain.
  • Latar waktu
    Keterangan waktu kejadian yang dialami oleh tokoh utama. Misalnya pagi, sore, waktu lampau, pada jam-jam tertentu.
  • Latar suasana
    Informasi tentang gambaran suasana cerpen yang mempengaruhi perasaan tokohnya. Misalnya suasana romantis, suasana emosional, suasana seram, suasana haru, suasana mencekam, dan lain-lain.

6. Sudut pandang penulis

Sudut pandang adalah posisi seorang penulis dalam cerpen. Dalam hal ini, penulis bisa berperan sebagai orang pertama atau ketiga dalam sebuah cerita pendek.

  • Sudut pandang orang pertama
    Yakni, cara pengarang bercerita dengan menggunakan kata ganti “aku”. Dengan kata lain, tokoh utama dalam cerita tersebut adalah penulisnya sendiri.
  • Sudut pandang orang ketiga
    Yakni, cara seorang penulis bercerita pendek dengan menggunakan pronomina atau kata ganti “dia”. Artinya tokoh utama dalam cerita tersebut adalah fiksi atau hasil imajinasi pengarang.

7. Gaya bahasa

Gaya bahasa termasuk kedalam unsur intrinsik cerita pendek yang berfungsi untuk memberikan kesan yang lebih menarik. Misalnya penggunaan majas, penggunaan diksi dan cara menyusun kata-kata dalam cerita. Setiap pengarang tentunya memiliki ciri khas dalam penggunaan gaya bahasanya. Dan gaya bahasa sangat erat kaitannya dengan cerita yang dikonstruksi pengarang dari sebuah cerita pendek.

8. Amanat dan pesan cerita pendek

Pesan cerita pendek merupakan pesan moral atau pelajaran dalam cerpen yang bisa diambil oleh pembaca. Secara umum amanat (nilai moral) cerita tidak diekspresikan dalam cerita, tetapi tersampaikan secara tersirat melalui isi cerita. Tentunya hal ini tergantung dari pemahaman pembaca cerpen tersebut.

Baca Juga: Apa itu Diksi? Pengertian, Jenis-Jenis Diksi, dan Fungsinya

Kesimpulan

Dengan 8 unsur intrinsik cerpen tersebut maka akan tersajikan isi cerita yang menarik dan enak untuk dibaca. Sebagai penulis yang baik, memahami unsur-unsur intrinsik tersebut adalah kewajiban.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *