Apa itu Rasional? Pengertian, Jenis-Jenis Rasionalitas, dan Contohnya

Apa itu Rasional? Pengertian, Jenis-Jenis Rasionalitas, dan Contohnya
photo by pexels/pixabay

Setelah beranjak dewasa setiap orang dapat berpikir secara rasional. Secara umum, berpikir rasional adalah pola pikir seseorang yang sesuai dengan nalar manusia. Para ahli secara spesifik menjelaskan pengertian rasional yang akan dibahas kali ini.

Sebelum masuk ke dalam pemaparan lebih lanjut, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan berpikir rasional? apa pengertian rasional? Apa saja tipe-tipe rasionalitas itu? Dan, apa saja contohnya yang sering kita dapati dalam kehidupan sehari-hari?

Apa itu Rasional?

Yang dimaksud dengan rasional (rational) adalah bentuk pola pikir dimana seseorang berperilaku dan bertindak sesuai dengan logika dan nalar manusia. Dari gambaran umum dari definisi itu, maka rasionalitas dapat diartikan sebagai suatu konsep yang bersifat normatif yang mengacu pada keserasian antara keyakinan sendiri dengan alasan seseorang untuk percaya, atau tindakan seseorang dengan alasannya untuk melakukan tindakan tersebut.

Secara etimologis (bahasa), istilah rasional itu sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu “rasio” yang berarti kemampuan kognitif untuk membedakan mana yang benar dan yang salah dari yang ada dan yang sebenarnya.

Untuk lebih memahami makna kata rasional, berikut beberapa penjelasan singkatnya:

  • Rasionalitas merupakan kecenderungan yang dilakukan untuk memenuhi suatu rencana dalam kurun waktu tertentu.
  • Bertindak rasional adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan penilaian yang baik dan untuk tujuan yang baik.
  • Pertimbangkan atau kerangka berpikir manusia tentang apa yang ingin dilakukan agar tidak bertindak buruk.
  • Bertindak dengan mempertimbangkan semua manfaat dan resiko dari tindakan yang akan diambil.

Baca Juga: Pengertian Moral Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Bentuk, dan Jenis

Pengertian Rasional Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa arti rasional, kita dapat merujuk pada pendapat para ahli mengenai konteks ini, pemaparannya sebagai berikut:

1. John Dewey

Pengertian rasional adalah ide-ide yang dijelaskan dalam solusi rasional melalui pembentukan implikasi dari pengumpulan bukti (data), penguatan bukti atas ide, dan kesimpulan melalui testimoni atau percobaan.

2. Max Weber

Max Weber adalah salah satu ahli yang mencetuskan teori rasionalitas. Dengan teori rasionalitas yang diciptakannya, Max Weber menganalisis gejala-gejala modernisasi yang terjadi di masyarakat Barat saat itu. Max Weber menyampaikan bahwa rasionalitas manusia ada dua (dua) macam, yaitu:

  • Rasionalitas nilai (Rationality of Value / Wetrationalitaet)

    Wetrationalitaet adalah jenis rasionalitas yang memperhitungkan nilai-nilai atau berbagai etika yang membolehkan atau menyalahkan penggunaan langkah-langkah tertentu untuk mencapai tujuan. Rasionalitas nilai mengutamakan kesadaran akan nilai-nilai estetika, etis dan agama.
  • Rasionalitas tujuan (Zweck rationality)

    Zweckrationalitat adalah jenis rasionalitas yang menimbulkan suatu individu atau sekelompok orang dalam suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan tindakan, bagaimana ia memanifestasikan dirinya dan konsekuensinya. Keunikan rasionalitas ini adalah bersifat formal, karena mengutamakan tujuan dan tidak peduli dengan pertimbangan nilai.

Baca Juga: Pengertian Motivasi dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi

Jenis-Jenis Rasionalitas

Secara umum ada tiga jenis rasionalitas. Mengacu pada penjelasan pengertian rasional di atas, maka jenis rasionalitas tersebut adalah sebagai berikut:

1. Rasionalitas teoritis (Theoretical rationality)

Rasionalitas Teoritis ini muncul pada awal sejarah oleh para penyihir dan pendeta dan kemudian oleh filsuf, hakim dan ilmuwan. Berbeda dengan rasionalitas praktis, rasionalitas teoritis menuntun orang lain untuk melihat realitas sehari-hari dalam upaya memahami dunia sebagai kosmos yang memiliki makna. Rasionalitas teoritis bersifat transversal dan historis.

2. Rasionalitas praktis (Practical rationality)

Rasionalitas praktis adalah suatu cara hidup yang melihat dan mengevaluasi berbagai aktivitas duniawi dalam kaitannya dengan kebutuhan individu yang murni pragmatis dan egois. Jenis rasionalitas ini muncul seiring dengan longgarnya ikatan sihir primitif, yang hadir di semua peradaban dan sepanjang sejarah. Oleh karena itu, tidak terbatas pada peradaban Barat modern.

3. Rasionalitas substantif (Substantive rationality)

Esensi dari rasionalitas substantif mirip dengan rasionalitas praktis. Rasionalitas substantif melibatkan penentuan fasilitas untuk mencapai tujuan substantif yang tidak lebih rasional daripada sistem lain. Rasionalitas substansial berada di antara peradaban dan sejarah, selama ada nilai yang berkelanjutan.

Baca Juga: Arti Integritas Diri, Fungsi dan Manfaat Bagi Diri Kita

Contoh-Contoh Tindakan Rasional

Pada dasarnya, manusia bertindak berdasarkan pikirannya atau dilakukan secara rasional. Berikut beberapa contoh tindakan rasionalitas yang umum dijumpai dalam masyarakat:

  • Orang harus bekerja keras jika ingin menghasilkan uang dan menjadi kaya.
  • Seorang penjahat akan ditangkap dan diadili karena telah melakukan tindak kejahatan.
  • Seorang atasan memberikan bonus kepada karyawan yang menunjukkan kinerja baik di tempat kerja.
  • Seseorang lebih menyukai makanan yang rasanya enak daripada makanan yang kurang enak.

Kesimpulan

Setiap menjalani kehidupan, dibutuhkan kemampuan berpikir rasional yang baik agar dapat mencapai tujuan dengan baik pula. Dalam sistem masyarakat juga diperlukan, dimana agar tercipta hubungan masyarakat yang akur dan damai.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *