Apa itu Resume dalam Karya Sastra? Pengertian, Kriteria, dan Cara Membuat

Apa itu resume dalam karya sastra - pengertian, kriteria, dan cara membuat
Photo by Thought Catalog from Pexels

Resume umum ditemukan di karya sastra seperti novel dan biografi. Namun, istilah resume juga dikenal dikalangan pencari kerja sebagai surat lamaran kerja dan CV (Curriculum Vitae). Secara umum resume dapat diartikan sebagai ringkasan atau rangkuman sebuah karangan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan resume sebenarnya? Pengertian resume adalah ringkasan atau rangkuman dari artikel / essay panjang yang dipotong mengambil bagian utama dan meninggalkan detail dan ilustrasinya. Resume adalah cara efektif untuk menjelaskan esensi atau poin informasi yang ingin Anda sampaikan kepada orang lain. Misalnya ringkasan sebuah buku atau esai, rangkuman dapat menjelaskan isi pikiran penulis agar lebih ringkas.

Kata “Resume” itu sendiri juga sering digunakan dalam dunia kerja / profesional yang dapat diartikan sebagai CV (curriculum vitae), yaitu dokumen yang berisi ringkasan pengalaman, keahlian, keterampilan dan jenjang pendidikan seseorang yang berstruktur sedemikian rupa. Tujuan pembuatan resume lamaran kerja adalah memberikan informasi tentang kualifikasi seseorang secara ringkas, padat serta jelas.

Baca Juga: Apa itu eBook? Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Kelebihannya

Perbedaan Ikhtisar dengan Resume

Tidak sedikit dari kita yang beranggapan bahwa ringkasan dan ikhtisar merupakan sesuatu yang sama. Padahal, kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda satu sama lain. Perbedaannya adalah sebagai berikut:

1. Pengertian Resume atau Ringkasan

Resume atau ringkasan adalah isi dari gagasan pokok atau esensi/intisari suatu karangan / tulisan yang dibuat secara lebih singkat. Isi ringkasan tidak berbeda dengan ide utama teks aslinya.

2. Pengertian Ikhtisar

Sedangkan ikhtisar, jika ditinjau dari tujuannya, ikhtisar juga merupakan ringkasan dari sebuah karangan yang dibuat lebih pendek dari aslinya. Namun, ikhtisar tersebut tidak mempertahankan urutan gagasan utama yang menyusun karangan. Jadi, dengan kata lain, seseorang bisa mendapatkan gambaran umum sesuai dengan pemahamannya terhadap sebuah esai. Ikhtisar ditulis dengan menggunakan kata-kata yang dipilih untuk menjelaskan esai yang sedang dibaca.

Cara Menyusun dan Membuat Resume

Sebenarnya tidak sulit membuat rangkuman karena didasarkan pada tulisan asli. Berikut langkah-langkah membuat ringkasan yang benar:

  1. Membaca Naskah atau Tulisan Asli

    Untuk mengetahui dan memahami isi teks asli sebuah karangan, tentunya kita harus membacanya sampai akhir. Membaca manuskrip / teks asli berulang kali akan membuat kita memahami apa yang coba disampaikan oleh penulis. Selain itu, harus ada beberapa kata atau istilah dalam esai yang sulit dipahami. Jadi, dalam membuat rangkuman juga harus mencakup sumber lain untuk memahami kata atau istilah yang sulit tersebut.
  2. Temukan Ide atau Gagasan Utama

    Setelah membaca esai / tulisan berulang kali, jelas kita akan menemukan ide pokok atau pemikiran utama dari artikel tersebut. Kita perlu menuliskan ide-ide utama makalah untuk membuat ringkasan yang tepat. Dalam sebuah esai / tulisan, tidak semua paragraf memuat gagasan pokok. Oleh karena itu, penting untuk mencari ide pokok secara teratur supaya ringkasan tertulis tidak berlebihan atau terlalu melebar.
  3. Menulis Resume

    Setelah menemukan ide pokok dari sebuah esai / tulisan, jelaslah kita memiliki gambaran umum tentang ringkasan tersebut. Harap dicatat bahwa pembuatan resume harus sesuai dengan teks / skrip asli. Penggunaan kata dan frasa dalam rangkuman juga harus menggambarkan isi teks aslinya. Namun, tidak boleh menambahkan pendapat pribadi ke dalam ringkasan, terutama jika pendapat pribadi tersebut bertentangan atau bersifat kontradiktif dengan teks aslinya.

    Sangat disarankan agar menggunakan rangkuman berbahasa Indonesia yang dapat dengan mudah dicerna oleh semua orang. Meskipun dalam tulisan aslinya banyak istilah atau kata yang sulit dipahami, namun kita dapat menuliskannya dalam bahasa yang lebih sederhana pada ringkasan tersebut. Berdasarkan pengertian resume, kalimat ringkasan jangan bertele-tele. rangkuman sebaiknya dalam bentuk ringkasan yang singkat, namun dapat mewakili isi tulisan asli.
  4. Baca Ulang Resume Yang Telah Dibuat

    Terakhir, setelah ringkasan selesai, pembuat resume harus membacanya kembali untuk melihat apakah ada kesalahan ketik. Beberapa hal yang perlu diperiksa adalah, penggunaan bahasa Indonesia yang benar, penggunaan ejaan yang benar, penggunaan tanda baca yang benar dan memeriksa kesesuaian dengan tulisan aslinya.

Baca Juga: Apa itu Diksi? Pengertian, Jenis-Jenis Diksi, dan Fungsinya

Kesimpulan

Didalam sebuah buku, resume umumnya ditemukan di bagian belakang cover buku. Tujuannya untuk menarik pembaca untuk mengulik lebih dalam isi buku tersebut.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *