Apa itu Work From Home (WFH)? Pengertian dan Tips Meningkatkan Produktivitas

Apa itu Work From Home (WFH)? Pengertian dan Tips Meningkatkan Produktivitas
Photo by cottonbro from Pexels

Istilah WFH atau Work From Home di tahun 2020 menjadi sangat trend dan menjadi gaya hidup baru bagi para karyawan. Fenomena ini dipicu oleh adanya pandemik covid19 yang secara global melanda kita. Sebenarnya istilah dan trend WFH ini sudah ada di tahun 2010-an, namun tidak terlalu diketahui oleh banyak masyarakat karena memang ruang lingkup profesinya relatif masih kecil. Namun sekarang WFH menjadi trend dan gaya hidup baru yang banyak dilakukan oleh orang. Dulunya istilah ini sangat berkaitan dengan profesi freelancer digital.

Jika saat ini kamu adalah salah satu  karyawan yang bekerja dari rumah, maka kamu akan  terhindar dari kemacetan lalu lintas yang menimbulkan stres atau kemacetan transportasi umum dan mungkin kamu juga akan tetap memakai piyama sepanjang hari untuk bekerja. Mengapa seseorang harus bekerja dari rumah? Mungkin terdapat situasi seperti bencana alam, wabah penyakit, atau hal-hal yang berkaitan dengan kepribadian karyawan yang mengharuskan pekerja untuk bekerja dari rumah. 

Apa itu Work From Home (WFH)?

WFH yaitu singkatan dari work from home yang artinya bekerja dari rumah. Secara umum bekerja dari rumah biasanya diartikan bagaimana karyawan bekerja di luar kantor. Baik dari rumah, dari kafe atau restoran sesuai dengan keinginan karyawan tersebut. Sistem kerja wfh memiliki fleksibilitas yang tinggi. Ini tentang mendukung keseimbangan pekerja antara hidup dan pekerjaan. 

Namun nyatanya, kini WFH sedang menjadi solusi akibat merebaknya virus. Ini tentang mengurangi risiko penularan virus dan keselamatan karyawan dan orang lain. Tentunya ini sebuah tindakan preventif yang diterapkan oleh pemerintah.

Kelebihan Work From Home (WFH)

Berikut ini kelebihan-kelebihan WFH, yaitu:

1. Lebih menghemat biaya pengeluaran

Bagi karyawan, bekerja dari rumah dapat menghemat biaya makan dan transportasi, serta bagi perusahaan yang dapat mengelola anggaran dengan lebih efisien. Beda kalau ke kantor, walaupun mendapat biaya transportasi dan makan dari kantor, biasanya saat keluar rumah, upaya membeli makanan di restoran tertentu menyebabkan biaya yang dikeluarkan melebihi anggaran yang ditetapkan.

2. Lebih fleksibel

Bekerja dari rumah membuat karyawan lebih fleksibel dan dapat memutuskan jam berapa mereka ingin bekerja. Pasalnya, setiap orang memiliki jam produktif yang berbeda satu sama lain. Jam kerja tidak lagi diterapkan ke sistem jam 8 – 4 atau 9 – 5. Posisi duduk, pakaian dan waktu makan dapat diatur sesuai keinginan karyawan.

3. Lebih dekat dengan keluarga

Bekerja dari rumah tentunya akan sangat bermanfaat bagi seseorang yang sudah berkeluarga. Momen demi momen bersama keluarga akan didapatkan seiring berjalannya waktu. Namun, kamu tetap harus membatasi pekerjaan dan keluarga di rumah.

Kekurangan Work From Home (WFH)

Selain kelebihan, tentu saja ada juga kekurangan dari WFH, seperti:

1. Mudah terganggu dengan keluarga

Tidak bisa dipungkiri, kedekatan kamu dengan keluarga juga bisa berakhir menjadi ketidaknyamanan. Apalagi jika kamu sudah punya anak. Tentu kamu tidak bisa mengabaikannya. Batasan yang kamu lewati dapat menyebabkan kamu berhenti dari pekerjaan.

2. Jam kerja menjadi tidak teratur kerja

Sistem kerja dari rumah memang jauh lebih fleksibel, akan tetapi jika kamu terlalu fleksibel, maka kamu tidak akan memiliki batasan jam kerja yang harus dilakukan. Kamu mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan setiap hari 24/7 atau bisa mengabaikan pekerjaan dan terus-menerus menahannya.

3. Kurang termotivasi

Bagi sebagian orang, melihat cara kerja orang lain di kantor merupakan motivasi tersendiri. Lingkungan persaingan di kantor juga menjadi tolak ukur bagi sebagian orang untuk terus maju. Cara kerja sendiri dari rumah ini cenderung membuat Anda kehilangan motivasi dan kurang kompetitif.

6+ Tips Berguna Untuk Menjaga Produktivitas Saat WFH

Tapi, dengan cara apa kamu bisa menjadi lebih produktif jika WFH? Ada beberapa hal yang perlu diingat oleh semua karyawan WFH untuk tetap fokus dan memisahkan urusan dari rumah dan pekerjaan. Berikut ini tips-tips ampuh yang bisa kamu terapkan agar tetap produktif:

1. Miliki ruang kerja sendiri

Ruang kerja yang diperlukan tidak harus berupa kantor yang memiliki pintu khusus di dalam rumah. Anda hanya perlu memiliki ruang kerja sendiri yang mempersiapkan kamu secara fisik dan mental dalam rutinitas bekerja. Misalnya, kamu bisa meletakkan meja dan kursi kecil di pojok ruang keluarga atau kamar sehingga jauh dari sofa yang bisa membuat kamu malas-malasan. Atau bisa juga bekerja di ujung meja makan agar bisa tetap bekerja sambil menyantap makanan. 

Yang paling ideal adalah menghindari tempat-tempat untuk bersantai. Misalnya sebagai kamar tidur atau sofa favorit. Cobalah beberapa tempat di area rumah kamu untuk menemukan posisi yang paling nyaman dan produktif agar kamu tetap dapat menyelesaikan pekerjaan.

2. Tetapkan rutinitas, termasuk jam kerja

Bagian ini merupakan bagian tersulit bagi sebagian orang ketika mereka harus beradaptasi dengan cara mereka bekerja dari rumah. Dengan media sosial yang memungkinkan kamu untuk menghubungi atasan atau pelanggan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Usahakan bekerja sesuai jam kerja di kantor, misalnya jika kamu berada di kantor dari jam 9 pagi hingga 5 sore, lakukan jam yang sama saat bekerja dari rumah.

Jadwalkan waktu istirahat yang sama seperti di kantor jika memungkinkan. Yang ideal adalah mencoba memberikan waktu istirahat untuk minum kopi atau berjalan-jalan di sekitar teras. Jadi kamu tidak akan stres sehingga kamu tetap produktif. Jika tidak memungkinkan untuk keluar rumah, hobi seperti menonton film atau memasak makanan favorit bisa ditambahkan.

Bagi sebagian karyawan, bekerja dari rumah ini membuat karyawan merasa terasing. Cobalah untuk berinteraksi secara teratur dengan rekan kerja. Tanyakan kabar mereka atau katakan saja “Halo!” dan “Selamat pagi.” ketika akan memulai rutinitas pekerjaan. Kamu juga dapat mengadakan pertemuan dengan aplikasi video chat untuk menjaga jalur komunikasi. Tidak peduli bagaimana kamu terhubung, jangan biarkan email menjadi satu-satunya cara untuk berinteraksi dengan rekan kerja.

Pada akhirnya, usahakan untuk menyelesaikan pekerjaan kamu setiap hari pada waktu yang sama. Ada kalanya pekerjaan datang terlambat karena di luar jam kerja, Tapi jangan memaksakan diri, kamu masih harus menanggapi email kantor yang masuk bahkan pada jam 10 malam keesokan harinya.

3. Tetaplah berpakaian rapi

Sebenarnya, ini terlihat sedikit aneh saat kamu bekerja dari rumah, tapi berpakaian seperti akan pergi ke kantor. Idealnya, saat kamu di rumah, pasti ingin berpakaian biasa saja. Namun, untuk menjaga rutinitas dan produktivitas, berusahalah untuk tetap pada waktu yang telah Anda siapkan. 

Cara ini akan membantu kamu mempertahankan feel bekerja. Juga, jika kamu perlu melakukan panggilan video dengan atasan atau pelanggan. Jadi kamu tetap siap untuk melakukannya

4. Pahami keperluan yang kamu butuhkan

Memahami seberapa nyaman tubuh saat bekerja. Misalnya, kamu bisa membeli kursi yang nyaman untuk bekerja. Meskipun ini mungkin tampak berlebihan atau mahal, bukankah sulit untuk mengatasi sakit punggung karena tidak merasa nyaman.

Luangkan juga waktu untuk bangkit dari kursi untuk meregangkan kaki serta tubuh kamu dan pastikan ruang kerja memiliki penerangan yang baik agar mengganggu penglihatan kamu. Menurut The American of Ophthalmology, terdapat aturan 20-20-20, yaitu 20 menit tidak melihat layar komputer kemudian memfokuskan mata sejauh 20 meter selama 20 detik.

5. Jangan terganggu dengan hal-hal kecil di rumah

Pastikan semua orang di keluarga kamu tahu bahwa kamu sedang bekerja, kamu tidak perlu menyelesaikan perkelahian anak. Disinilah gunanya ruang kerja, di mana kamu dapat mengisolasikan diri dari area umum keluarga. Kamu juga dapat menggunakan headphone untuk memberitahu anggota keluarga bahwa kamu tidak dapat diganggu dan bahwa kamu tidak dapat mengobrol selama jam kerja.

Jika kamu sudah memiliki anak, biasakan untuk tetap melakukan hal yang sama saat bekerja di kantor. Jangan biarkan hal tersebut mengubah kebiasaan kamu dengan anak-anak saat work from home. Selain bisa menurunkan produktivitas, hal ini juga akan menurunkan kinerja kamu terhadap bisnis dan justru dapat berakibat lebih fatal bagi kehidupan masa depan keluarga kamu.

6. Dapatkan perlengkapan yang dibutuhkan

Kamu sudah mendapatkan tips tentang beberapa alat tambahan untuk WFH seperti meja, kursi, dan headphone. Selain itu, kamu juga dapat mengusulkan peralatan yang menurut anda dibutuhkan. Misalnya laptop, mouse, keyboard, koneksi internet, aplikasi pendukung, dan lainnya. 

Penggunaan teknologi semakin mendukung cara kerja WFH. Selain laptop atau mouse, kamu juga dapat menggunakan Google meet, Microsoft team, Facebook workspace, Zoom, Slack, dan lainnya untuk pertemuan dengan atasan atau rekan kerja, atau untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Kamu juga perlu memastikan bahwa kamu memiliki jaringan internet yang baik, jangan sampai meeting terputus karena jaringan internet yang jelek.

Kesimpulan

Trend work from home (wfh) yang kian meningkat, merubah banyak kebiasan kita dalam menjalankan aktivitas bekerja. Tidak ada lagi pembatas dan halangan untuk dapat bekerja secara optimal.

0 Shares:
Leave a Reply