16 Jenis Arah Mata Angin dan Cara Menentukannya

16 Jenis Arah Mata Angin dan Cara Menentukannya
photo by pexels/valentinantonucci

Arah mata angin didefinisikan sebagai suatu cara atau metode yang digunakan untuk menentukan suatu sisi tertentu. Mata angin juga dikenal sebagai titik kompas, yang salah satu titik pada beberapa tanda pada putaran kompas menunjukkan haluan tertentu, seperti timur, selatan, barat, dan utara. Fungsi arah mata angin pada kompas biasanya digunakan untuk sistem navigasi dalam peta, dimana memiliki tujuan untuk mengetahui arah tertentu.

Pada umumnya penulisan arah mata angin pada kompas, sistem navigasi, atau peta menunjukan 4 penjuru mata angin yaitu timur, selatan, barat dan utara. Namun, sebenarnya ada 16 arah mata angin pada titik kompas yang bisa digunakan untuk menentukan suatu arah tertentu.

16 Jenis Arah Mata Angin

Berikut ini 16 arah mata angin yang dibagi pada 3 kategori, yaitu mata angin primer, mata angin sekunder, dan mata angin tersier. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

Mata Angin Primer (Utama)

Ada 4 (empat) arah mata angin primer (utama) yang umum diketahui oleh orang yang digunakan pada sistem navigasi, peta, atau kompas.

  • Timur
  • Selatan
  • Barat
  • Utara

Mata Angin Sekunder (Tengah)

Ada 4 (empat) jenis arah mata angin sekunder yang posisinya di antara 4 mata angin primer. Mata angin sekunder sangat bermanfaat untuk memperkirakan arah tertentu pada peta atau kompas. Berikut ini nama-nama mata angin sekunder, yaitu:

  • Tenggara, yaitu mata angin berada di antara arah mata angin timur dan selatan.
  • Barat Daya, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin selatan dan barat.
  • Barat Laut, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin barat dan utara.
  • Timur Laut, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin utara dan timur.

Baca Juga: Pengertian Pramuka, Fungsi, Tujuan, Metode, dan Sejarahnya di Indonesia

Mata Angin Tersier (Tambahan)

Selain 2 jenis mata angin diatas, ada juga mata angin tersier yang posisinya berada di antara mata angin primer (utama) dan mata angin sekunder (tengah). Fungsi utama mata angin tersier adalah untuk menunjukan suatu arah, sudut, atau penjuru dengan lebih akurat. Berikut ini 8 nama mata angin tersier:

  • Timur Menenggara, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin timur dan tenggara.
  • Selatan Menenggara, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin tenggara dan selatan.
  • Selatan Barat Daya, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin selatan dan barat daya.
  • Barat Barat Daya, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin barat daya dan barat.
  • Barat Barat Laut, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin barat dan barat laut.
  • Utara Barat Laut, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin barat laut dan utara.
  • Utara Timur Laut, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin utara dan timur laut.
  • Timur Timur Laut, yaitu mata angin yang berada di antara mata angin timur laut dan timur.

Cara Mudah Menentukan Arah Mata Angin

Selain menggunakan kompas, ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menentukan arah mata angin tertentu. Berikut diantaranya:

1. Memperhatikan Arah Makam Orang Islam

Cara pertama yaitu memperhatikan makam atau kuburan orang islam yang umumnya melintang kearah utara dan selatan. Bagian kepalanya menunjukkan arah utara, dan kakinya menunjukan arah selatan. Di Indonesia tentunya sangat mudah untuk menemukan pemakaman orang islam, bahkan kamu bisa temukan di daerah pegunungan. Dan ketika kamu tersesat, maka kuburan orang islam dapat menunjukan arah mata angin tertentu.

2. Memperhatikan Pergerakan Arah Matahari

Cara kedua yang paling gampang adalah memperhatikan pergerakan arah matahari. Dengan memperhatikan nya kamu dapat mengetahui sisi salah satu arah mata angin, seperti matahari terbit menunjukan arah timur dan matahari terbenam menunjukan arah barat. Jadi, jika kamu menghadap ke pergerakan arah matahari terbit, maka bagian kanan kamu adalah arah selatan dan bagian kiri kamu adalah utara. Sebaliknya, jika kamu menghadap ke pergerakan arah matahari terbenam, maka bagian kanan kamu adalah utara dan bagian kiri kamu adalah selatan.

Baca Juga: Pengertian Statistik Menurut Para Ahli, Jenis, Fungsi, dan Tujuan

3. Membuat Kompas

Ketika kamu ingin melakukan perjalan ke alam terbuka seperti pegunungan jangan lupa untuk membawa kompas. Selain bisa dibeli kamu juga bisa membuat kompas sederhana sendiri. Adapun bahan-bahan yang perlu kamu sediakan, yaitu:

  1. Jarum atau pisau silet
  2. Gabus atau sedotan atau benda lain yang dapat mengapung
  3. Mangkuk kecil
  4. Air

Cara membuatnya:

  1. Gosok-gosok jarum atau silet ke suatu permukaan kering agar mendapatkan gaya magnet.
  2. Letakkan jarum atau silet di atas gabus dan apungkan di atas permukaan air di dalam mangkuk.
  3. Perhatikan pergerakan ujung jarum atau silet, karena akan menunjukan arah utara atau selatan.

4. Menggunakan Bayangan Kayu atau Tongkat

Cara ini sebenarnya memanfaatkan sinar matahari, tetapi sangat efektif untuk menentukan arah mata angin utara dan selatan ketika kamu tidak memiliki kompas. Caranya sebagai berikut:

  1. Cari tongkat dengan ukuran 60 cm – 150 cm dan tancapkan ke tanah dengan posisi tegak lurus. Kemudian tandai ujung bayangan tongkat dengan batu.
  2. Biarkan dan tunggu hingga 10 atau 15 menit, bayangan tongkat tersebut akan berubah posisi, kemudian tandai lagi ujung bayangan dengan batu yang lain.
  3. Dan yang terakhir adalah hubungkan ujung bayangan tongkat tersebut dengan membuat garis lurus. Maka, bayangan tongkat tersebut akan menunjukan arah yang berlawanan dengan matahari, dimana titik awal akan menunjukan arah barat dan titik selanjutnya akan menunjukan arah timur.

Baca Juga: Pengertian Sistem, Jenis-Jenis, Elemen dan Unsur-Unsur di Dalamnya

Manfaat Arah Mata Angin

Ada banyak manfaat yang akan didapatkan dengan mengetahui arah mata angin terutama pada sistem navigasi pada kapal atau pesawat terbang. Berikut beberapa manfaat mengetahui mata angin:

  • Menentukan arah yang tepat ketika melakukan perjalan ke alam terbuka seperti pegunungan dan laut.
  • Memudahkan para nelayan untuk menentukan patokan lokasi berlayar serta waktu berlayar yang tepat.
  • Mata angin digunakan untuk memprediksi perubahan cuaca disuatu daerah.
  • Di Bidang dirgantara dan kelautan, pengetahuan mengenai mata angin akan membantu pilot dan nahkoda kapal mengetahui arah dan lokasi yang benar.
  • Bagi umat muslim, mengetahui arah mata angin akan membantu dalam menentukan arah kiblat yang benar.

Kesimpulan

16 jenis arah mata angin wajib kita pahami karena dengan mengetahuinya akan memberikan kemudahan kita dalam menentukan arah dan lokasi yang tepat. Selain itu, ketika kamu melakukan perjalanan ke alam bebas akan meminimalisir tersesat.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *