Pengertian Boikot, Sejarah, Bentuk dan Pengaruh

Pengertian Boikot, Sejarah, Bentuk dan Pengaruh

Pasti kamu pernah mendengar istilah atau kata boikot di televisi, media online, atau di sosial media. Secara umum makna boikot adalah suatu pembatasan. Tetapi apakah makna tersebut telah sesuai dengan arti KBBI, dan bagaimana kata boikot dapat diserap ke dalam bahasa Indonesia serta apakah bentuk-bentuk dan pengaruhnya dalam masyarakat. Mari kita ulasa satu persatu.

Pengertian Boikot

Secara bahasa arti boikot adalah bentuk wujud protes yang sekelompok orang lakukan terhadap organisasi atau seseorang tertentu dengan cara menolak untuk berurusan, membeli, atau menggunakan apa yang diboikot.

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), definisi boikot adalah suatu persekongkolan menolak untuk menjalin kerjasama (berbicara, berurusan dagang, menjalin ekonomi, berbicara, dan sebagainya). Pada umumnya aksi boikot dilakukan secara terorganisir serta tidak melibatkan aksi kekerasan yang bertujuan untuk memaksa atau menekan yang diboikot untuk mengubah suatu regulasi atau kebijakan yang telah dibuatnya.

Dari pengertian boikot diatas dapat kita simpulkan bahwa boikot merupakan suatu aksi atau tindakan yang dilakukan sekelompok orang yang dilakukan secara terorganisir untuk menolak, menggunakan, berurusan, atau menjalin kerjasama dengan organisasi, individu, atau produk tertentu.

Baca Juga: Pengertian Efektivitas

Histori Boikot (Sejarah)

Istilah kata boikot sendiri berasal dari nama seorang agen pengelola tanah Inggris yaitu Charles Boycott. Sejarah mencatat bahwa dahulu para petani meminta permohonan kepada Charles agar menurunkan harga lahan garapan pertanian.

Namun, permohonan tersebut tidak disetujui oleh Charles Boycott. Kemudian para petani membalas sikap penolakan Charles Boycott tersebut. Kemudian para petani tersebut sepakat untuk tidak menggarap tanah pertanian yang pada akhirnya Boycott mencabut penolakannya tersebut.

Charles Boycott lah yang bertanggung jawab atas aksi mogok kerja yang para petani lakukan, sehingga hal tersebut yang menyebabkannya mengundurkan diri dari jabatan yang dipegangnya tersebut.

Bentuk-Bentuk dan Cara Yang Efektif Melakukan Aksi Boikot

Pada dasarnya boikot atau pemboikotan adalah suatu gejala sosial. Pada praktiknya, ada berbagai macam cara tindakan boikot dilakukan. Berikut ini beberapa bentuk boikot yang sering terjadi di masyarakat.

1. Boikot Business to Business

Pemboikotan jenis ini dilakukan di kalangan perusahaan atau industri, sebagai upaya yang diambil untuk melindungi suatu bisni terhadap ancaman bisnis lain. Cara ini dapat berupa balas dendam bisnis, dan dapat mengganggu aktivitas bisnis yang sedang berjalan.

Sebagai contoh, pada saat trade war antara pemerintah Amerika dan China, yang menyebabkan produk-produk Apple diboikot oleh China. Hal ini terjadi karena Amerika terlebih dahulu memboikot produk-produk Huawei untuk beredar di negaranya. Boikot tersebut adalah bentuk dari balas dendam yang dilakukan oleh pemerintahan China.

2. Boikot Employee Walkout

Boikot Employee Walkout ini dapat berupa pemogokan massal yang dilakukan buruh atau karyawan karena memprotes kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan. Ada beberapa negara yang menganggap karyawan yang mogok kerja telah pantas untuk diberhentikan.

3. Boikot Konsumen

Boikot ini adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat untuk tidak menggunakan dan membeli suatu produk dari perusahaan yang diboikot. Biasanya pemboikotan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang perusahaan tersebut telah lakukan.

Baca Juga: Pengertian Efisiensi

Aksi boikot yang dilakukan akan memberi dampak sosial ke banyak pihak. Namun, pada prakteknya aksi boikot dapat berhasil jika dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut:

  1. Jumlah Simpatisan Aksi. Semakin banyak jumlah orang yang terlibat dalam aksi boikot tersebut maka tujuan tujuannya akan dapat tercapai dengan segera.
  2. Waktu Pemboikotan. Faktor waktu dalam pemboikotan sangat mempengaruhi akan berhasil tidaknya aksi tersebut. Agar tujuannya dapat terwujud dengan cepat maka pemboikotan harus dilakukan bersamaan waktunya.
  3. Riset. Hal yang harus pertama dilakukan sebelum aksi boikot dilakukan adalah riset.
  4. Tokoh atau Organisasi. Cara yang paling efektif adalah pemboikotan pertama kali dilakukan oleh organisasi atau kelompok. Karena organisasi atau tokoh akan lebih mudah mempengaruhi masyarakat untuk ikut dalam aksi pemboikotan.

Itulah penjelasan lengkap mengenai definisi dan arti boikot, sejarah, dan cara dan bentuk boikot yang paling efektif. Semoga bermanfaat.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *