Bagaimana Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dan contohnya

Bagaimana Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dan contohnya
photo by pexels.com

Tujuan dari setiap bisnis perusahaan pasti ingin mendapatkan keuntungan sebesar mungkin. Keuntungan tersebut bisa didapat dari hasil penjualan barang atau jasa yang sudah diproduksi atau dikerjakan sebelumnya, dengan menghitung harga pokok produksi dan harga jualnya.

Harga pokok produksi diperlukan sebagai dasar menghitung harga pokok penjualan. Memperkirakan keuntungan dan mengelola strategi perusahaan yang diterapkan.

Ada metode menghitung harga pokok produksi secara tepat sehingga menghasilkan nilai yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Nah berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Apa itu Harga Pokok Produksi?

Menurut Winardi (1990: 79), pengertian harga pokok produksi adalah jumlah pengorbanan, dapat diprediksi dan kuantitatif yang dapat diukur dalam kaitannya dengan proses produksi, yang dilakukan pada saat pertukaran dan harus didasarkan pada nilai penggantian dari unit nilai yang telah dikorbankan.

Harga pokok produksi manufaktur dapat diartikan sebagai besarnya biaya produksi yang terdapat dalam persediaan produk jadi sebelum produk dijual. Selain itu, harga pokok produksi merupakan jumlah biaya yang terkait dengan produk yang diproduksi. Ini termasuk biaya yang dikeluarkan saat produksi dimulai, saat membeli bahan, proses pembuatan dan produk siap untuk dijual.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa definisi harga pokok adalah jumlah biaya dan pengeluaran yang diterima oleh suatu perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, harga pokok barang hanya dapat dihitung jika biaya yang dikeluarkan dan diklasifikasikan. Sedangkan pengertian produksi adalah upaya pengubahan bahan baku menjadi produk untuk dijual dan diperdagangkan.

Unsur-Unsur Produksi

Setelah mengetahui pengertian produksi, selanjutnya akan dianalisis unsur-unsur biaya suatu produksi. Biaya produksi terdiri dari 3 elemen, yaitu:

1. Biaya bahan baku

Biaya bahan baku atau disebut juga bahan langsung (direct material) adalah biaya yang nilainya besar untuk menghasilkan suatu jenis produksi.

2. Biaya tenaga kerja (Labour cost)

Biaya tenaga kerja adalah biaya yang timbul dalam bentuk upah/gaji yang dibayarkan kepada pekerja atau buruh dalam pembuatan barang. Mereka juga bisa disebut staf produksi.

3. Biaya overhead pabrik

Biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Yang terdiri dari beberapa biaya, dan tidak dapat ditelusuri secara langsung ke produk atau aktivitas lain. Biaya tersebut merupakan upaya perusahaan untuk menghasilkan pendapatan.

Tujuan Menghitung Harga Pokok Produksi

Ada beberapa tujuan yang perlu diketahui dari penghitungan harga pokok produk pabrikan. Perhitungan ini bertujuan untuk mendapatkan nilai suatu pokok barang atau jasa. Selain mendapatkan tempat penjualan, melalui harga pokok produksi ini akan memudahkan manajer produksi dalam menentukan nilai jual dan memperkirakan keuntungan perusahaan.
Selain untuk menentukan harga jual produk, menghitung harga pokok produksi (metode biaya variabel) juga berguna untuk mengevaluasi efisiensi suatu perusahaan pada sektor produks. Dan, dapat juga digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi penyusunan neraca atas penilaian aset.

Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa penghitungan harga pokok produksi dimaksudkan untuk membantu mengevaluasi hasil pekerjaan. Kemudian sebagai pengawasan efisiensi biaya khususnya pada biaya produksi.

Cara Menghitung Harga Pokok Produksi

Mengacu pada penjelasan definisi harga pokok produk diatas, ada beberapa metode untuk menghitungnya. Ada empat langkah untuk menghitung harga pokok produksi manufaktur yang dapat digunakan.

Rumus penghitungan dimulai dengan menghitung bahan baku, biaya produksi, persediaan barang, dan menghitung harga pokok penjualan (hpp).

Langkah 1 menghitung bahan baku yang digunakan

Rumus penghitungan bahan baku yang digunakan, sebagai berikut:

Bahan baku yang digunakan = Saldo awal bahan baku + Pembelian bahan baku – saldo akhir bahan baku

Langkah 2 menghitung biaya produksi

Rumus perhitungan biaya produksi, sebagai berikut:

Total biaya produksi = Bahan baku yang digunakan + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya overhead produksi

Langkah 3 menghitung harga pokok produksi

Setelah menghitung 2 variabel sebelumnya, maka selanjutnya yaitu menghitung biaya produksi. Adapun rumus yang digunakan untuk mengkalkulasi harga pokok produksi, sebagai berikut:

Harga Pokok Produksi = Total Biaya Produksi + Saldo Awal Barang dalam Produksi – Saldo Akhir Barang dalam Produksi

Langkah 4 menghitung harga pokok penjualan

Setelah mendapatkan nilai harga pokok produksi, selanjutnya mulai menghitung harga pokok penjualan atau yang biasa dikenal dengan istilah COGS (cost of good sold). Rumus penghitungan HPP, sebagai berikut:

HPP = Harga pokok produksi + Persediaan barang awal – Persediaan barang akhir

Contoh Kasus Menghitung Harga Pokok Produksi

Berikut ini adalah contoh kasus perhitungan harga pokok produksi suatu perusahaan:

PT. Fadjar Food adalah perusahaan makanan. Di awal Desember 2020, perusahaan memiliki persediaan bahan baku Rp 600.000.000, bahan setengah jadi Rp 900.000.000, dan persedian makanan siap jual Rp 1.200.000.000.

Untuk proses produksi produk pada Januari 2021, pembelian bahan baku Rp 850.000.000, dengan ongkos kirim Rp 25.000.000. Selama proses produksi ada komisi pemeliharaan buah sebesar Rp 11.000.000.

Pada akhir Desember 2020 ada sisa penggunaan bahan baku sebesar Rp 70.000.000, sisa bahan setengah jadi Rp 16.000.000 dan sisa makanan siap jual Rp 45.000.000.

Berapa biaya produksi atau harga pokok produksi PT Fadjar Food? Untuk menghitung harga pokok produksi diperlukan 4 langkah seperti yang telah dibahas sebelumnya.

  • Langkah 1 menghitung bahan baku yang digunakan

    600.000.000 + (850.000.000 + 25.000.000) – 70.000.000 = 1.405.000.000
  • Langkah 2 menghitung biaya produksi

    1.245.000.000 + 11.000.000 = 1.256.000.000
  • Langkah 3 menghitung harga pokok produksi

    1.256.000.000 + 900.000.000 – 16.000.000 = 2.140.000.000
  • Langkah 4 menghitung harga pokok penjualan

    2.140.000.000 + 1.200.000.000 – 45.000.000 = 3.295.000.000

Setelah melalui keempat tahap ini, maka harga pokok produksi bulan Januari 2021 adalah Rp 3, 295 miliar.

Kesimpulan

Dengan rumus perhitungan harga pokok produksi diatas dapat diterapkan pada perusahaan yang bergerak pada sektor manufaktur.

1 Shares:
Leave a Reply