3 min read

Kenali 7 Faktor Yang Mempengaruhi Perdagangan Internasional

Kenali 7 Faktor Yang Mempengaruhi Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional didefinisikan sebagai transaksi bisnis yang terjadi antara dua negara atau lebih. Metode perdagangan yang dirancang untuk memenuhi persyaratan kedua belah pihak. Tentu saja, fakta bahwa proses ini terjadi adalah karena fakta bahwa variabel-variabel tertentu mendorong perdagangan internasional.

Persetujuan dari kedua belah pihak diperlukan untuk melaksanakan rencana tersebut. Untuk melakukan perdagangan internasional, langkah pertama adalah melakukan diskusi dengan pihak lain yang terlibat. Sebagian, ini disebabkan oleh kekuatan yang mendorong perdagangan internasional. Apa faktor-faktor yang berkontribusi ini? Penjelasan selengkapnya dapat ditemukan di sini.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perdagangan Internasional

Berikuti ini faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perdagangan international yang terjadi saat ini:

1. Disparitas kekayaan sumber daya alam suatu negara

Terdapat perbedaan yang signifikan dalam keadaan geografis masing-masing negara. Artinya, sumber daya alam antar negara juga tidak sama.

Sebagai konsekuensi dari situasi ini, perdagangan internasional dilakukan dalam rangka pemerataan barang-barang yang berasal dari sumber daya alam di pasar.

Sumber daya alam juga merupakan komponen produksi negara, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Akibatnya, produksi produk dan jasa setiap negara adalah unik.

Karena keadaan ini, penting untuk mengganti item. Dengan demikian, negara-negara yang kekurangan barang-barang tertentu mungkin membelinya dari negara lain. Di arah sebaliknya.

2. Keahlian

Ilmu pengetahuan dan teknologi negara dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, hasil manufaktur tentu saja meningkat secara kuantitas dan kualitas.

Di sisi lain, negara dengan tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang rendah menghasilkan barang yang lebih sedikit dan barang yang kualitasnya lebih buruk.

Selain itu, barang-barang manufaktur yang memanfaatkan teknologi dan modal komersial lebih murah daripada tenaga kerja fisik. Namun, produknya lebih unggul dan proses pembuatannya lebih efisien.

Akibatnya, negara-negara dengan teknologi maju akan menjadi spesialis di bidangnya. Sementara itu, produk dan jasa yang tidak dimiliki Amerika Serikat akan diimpor dari negara lain yang memilikinya.

3. Bertujuan memperluas pangsa pasar

Perdagangan internasional dilakukan dalam rangka meningkatkan pasar. Ini didasarkan pada premis bahwa membuat barang dalam skala besar dan memasarkannya secara global dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

Wajar saja, pengertian ini berbeda dengan sistem perdagangan dalam negeri. Itulah sebabnya mereka menawarkan barang dengan harga diskon untuk menghindari kerugian besar

4. Kelebihan dan kekurangan barang manufaktur

Negara Manfaat dan kekurangan barang suatu negara berperan dalam munculnya perdagangan internasional. Negara-negara dengan kelangkaan barang akan mengimpor dari mereka yang surplus.

Sementara itu, negara yang kelebihan barang akan menjualnya ke negara yang membutuhkan. Sebagai hasil dari transaksi ini, negara-negara mengembangkan koneksi kerja sama perdagangan. Yang, sesuai dengan kesepakatan tawar-menawar, mencakup semua negara.

5. Perbedaan cuaca dan iklim

Variasi antar negara menjelaskan fakta bahwa sumber daya alam setiap negara adalah unik. Karena suhu, cuaca, dan musim tertentu mempengaruhi keberadaan sumber daya alam.

Akibatnya, tidak semua produk/jasa dapat diproduksi oleh satu negara. Karena sumber daya alam setiap negara terbatas. Disamping itu, akibatnya, perdagangan lintas negara diperlukan untuk memenuhi permintaan konsumen akan barang-barang yang tidak tersedia di dalam negeri.

6. Belanja menurut gaya hidup

Perdagangan internasional dipengaruhi oleh tren dan gaya hidup. Jelas bahwa gaya hidup setiap negara adalah unik. Akibatnya, kebutuhan akan gaya hidup tradeable akan muncul.

Salah satu contohnya adalah kebutuhan akan fashion. Orang-orang di suatu negara menghargai pakaian dari merek internasional. Akibatnya, pemerintah harus mengimpor pakaian dari negara asal. Lalu ada perdagangan di seluruh dunia.

7. Perluasan target pasar

Perluasan pasar menjadi pertimbangan dalam perdagangan internasional. Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memperoleh penghasilan yang besar.

Secara alami, semakin besar pasar produk, semakin banyak pembeli. Akibatnya, negara-negara yang memiliki produk tertentu akan mempromosikannya ke negara lain. Untuk memastikan konsumen melimpah, keuntungan yang dikeruk juga berlipat ganda.

Kesimpulan

Bisnis internasional mirip dengan bisnis biasa dalam keuntungan dan kerugian yang dikompensasikan.

Dengan demikian, agar transaksi berjalan efektif, otoritas harus bekerja sama dengan bisnis yang dikelola dengan baik, baik swasta maupun milik negara.

Sehingga alasan-alasan yang mendorong perdagangan internasional terpenuhi dengan benar.

Sumber: cpssoft.com/blog