3 min read

Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan

Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan

Pengertian administrasi pendidikan adalah suatu metode atau upaya untuk mencapai suatu tujuan pendidikan dengan memperhatikan aspek-aspek pendidikan yang berbeda dalam rangka meningkatkan lingkungan pendidikan melalui penggunaan berbagai alat peraga.

Ada berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk memenuhi tujuan manajemen pendidikan ini. Misalnya, memastikan bahwa warga negara menetapkan 9 tahun wajib belajar dan bahwa mereka melanjutkan ke sekolah menengah dan, jika mungkin, perguruan tinggi.

Pendidikan dijelaskan dalam makalah yang berbeda tidak hanya mencakup pendidikan akademis tetapi juga pendidikan non-akademis. Misalnya, pendidikan karakter berbasis keluarga, pendidikan kemampuan, dan pendidikan etika, antara lain.

Singkatnya, penyelenggaraan sekolah merupakan mekanisme komprehensif yang melibatkan beberapa individu dan kegiatan yang harus diselesaikan oleh semua pihak yang terlibat dalam tugas pendidikan.

Definisi Para Ahli Mengenai Pengertian Administrasi Pendidikan

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang dibutuhkan oleh manajemen sekolah, pertimbangkan pendapat para ahli berikut:

1. Depdiknas RI

Penyelenggaraan pendidikan, menurut Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, adalah rangkaian kegiatan yang komprehensif di bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pembinaan, pendanaan, dan pemantauan, yang semuanya menggunakan sumber daya pribadi, materiil, dan spiritual. untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Baca Juga: Arti Literasi Menurut Para Ahli

2. M. Ngalim Purwanto

Pengertian Administrasi Pendidikan, menurut Drs. M. Ngalim Purwanto, adalah “seluruh metode pembinaan dan pemaduan semua pribadi, moral, dan materiil yang relevan dengan pencapaian tujuan pendidikan”.

3. Somantri dan Dasuqi

Definisi administrasi pendidikan, menurut Dasuqi dan Somantri merupakan upaya penerapan konsep administrasi pada bidang pendidikan.

4. Sutisna Oteng

Pengertian administrasi pendidikan, menurut Oteng Sutisna, merupakan upaya menata upaya saling ketergantungan individu dan masyarakat guna mencapai tujuan kolektif pendidikan anak.

5. Hadari Nawawi

Administrasi pendidikan, menurut Hadari Nawawi, adalah “sekumpulan kegiatan atau keseluruhan proses pengelolaan upaya kolektif sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan dalam konteks yang diselenggarakan secara sistematis, khususnya di lembaga pendidikan formal”.

Tujuan dalam Administrasi Pendidikan

Tujuan administrasi pendidikan secara umum adalah untuk mencapai tujuan pendidikan atau berfungsi sebagai metode untuk mencapai tujuan pendidikan.

Ada empat tujuan manajerial, menurut Sergiovanni dan Carver:

  • Efficiency
  • Effectiveness of production
  • Work Satisfaction’s
  • Sapacity to adapted

Baca Juga: Pengertian Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli

Sebagaimana terlihat dalam hubungannya dengan konsep di atas, jelas bahwa tujuan dari administrasi ini adalah untuk memastikan bahwa semua upaya untuk menggunakan sumber daya yang berbeda dilakukan dengan sukses dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan.

Administrasi pendidikan merupakan subsistem dari sistem sekolah nasional Indonesia dalam hal pendidikan. Tujuannya adalah untuk mendorong pencapaian prioritas pendidikan nasional dengan cara tersebut.

Pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana ditentukan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mendidik dan menumbuhkan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, aman, cerdas, cakap, imajinatif, mandiri, dan akuntabel, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Fungsi dalam Administrasi Pendidikan

Ada delapan peran administrasi pendidikan, termasuk:

1. Perencanaan

Dalam administrasi sekolah, persiapan mencakup penentuan apa yang akan dilakukan dan bagaimana itu akan dilakukan.

2. Pengorganisasian

Praktik mengumpulkan dan membentuk hubungan kerja antar entitas disebut sebagai pengorganisasian. Dengan cara ini, persatuan korporat dapat diwujudkan dalam mengejar tujuan dan prioritas administrasi pendidikan.

3. Koordinasi

Koordinasi adalah upaya untuk mencegah kesalahpahaman terkait tindakan. Dengan kata lain, kerja tim adalah proses menyatukan individu, objek, pemikiran, strategi, dan tujuan dengan cara yang berbuah dan harmonis.

Baca Juga: Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, dan Jenis

4. Komunikasi

Pentingnya komunikasi dalam pelaksanaan kurikulum instruksional tidak bisa dilebih-lebihkan. Praktik ini memerlukan penyebaran dan komunikasi pemikiran dan rencana, baik secara tertulis maupun lisan.

5. Pengawasan

Tentu saja, pengawasan diperlukan selama pelaksanaan program instruksional. Untuk mencapai tujuan pendidikan, tugas melacak program pendidikan harus dilakukan dengan hati-hati.

6. Personalia (Staffing)

Dimulai dengan tahap persiapan dan penjadwalan, peran kepegawaian telah beroperasi. Dalam situasi ini, manajemen sekolah berupaya memastikan bahwa mereka yang terpilih untuk mengisi peran tertentu memiliki keterampilan dan kemampuan yang diperlukan.

7. Penganggaran

Penganggaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan anggaran untuk mencapai tujuan administrasi sekolah.

8. Evaluasi

Latihan asesmen ini berupaya untuk mengevaluasi dan menilai keberhasilan pelaksanaan seluruh proses organisasi agar dapat menghasilkan outcome yang sesuai dengan tujuan program dalam hal pencapaian pendidikan.

Tujuan Administrasi Pendidikan

Ada item yang akan membantu organisasi yang tepat dari program instruksional yang berbeda untuk memenuhi tujuan pendidikan. Berikut adalah beberapa bidang utama yang termasuk dalam ruang lingkup administrasi pendidikan, seperti yang ditentukan oleh uraian di atas:

1. Tata usaha sekolah

  • Struktur organisasi dan personel manajerial
  • Anggaran untuk pengeluaran sekolah
  • Masalah kepegawaian dan personel sekolah
  • Akuntansi dan keuangan
  • Korespondensi
  • Pengangkatan, transisi, penempatan, pencatatan, buku induk, rapor, dan masalah lainnya

2. Personalia murid

  • Pendirian
  • masalah kesehatan di kalangan siswa
  • Periksa keberhasilan siswa
  • Masalah Dalam kesejahteraan mahasiswa
  • Konseling dan bimbingan bagi siswa

Baca Juga: Pengertian Sistem Pendidikan Karakter dan Kelebihannya

3. Personalia Pendidik

  • Penempatan dan pengangkatan guru
  • Organisasi staf guru
  • Masalah kepegawaian
  • Masalah dengan keadaan kelas dan penilaian perkembangan guru
  • Guru perlu diberi bimbingan dan ditingkatkan profesionalitasnya

4. Pengawasan (Supervisi)

  • Upaya untuk meningkatkan produktivitas ruang kelas dan staf administrasi
  • Mengupayakan dan membina hubungan yang positif antara guru, siswa, dan administrator sekolah
  • Mencari dan menetapkan rekomendasi untuk mengevaluasi hasil pembelajaran dan pengajaran
  • Upaya untuk meningkatkan kualitas guru dan pengalaman mereka

5. Implementasi dan Pengembangan Kurikulum

  • Dibantu Untuk memenuhi dasar-dasar dan tujuan sekolah dan pengajaran, kurikulum sekolah harus dilaksanakan.
  • Menyelenggarakan program dan pendekatannya sejalan dengan pembaruan pendidikan dan lingkungan masyarakat.

Kesimpulan

Dalam pelaksanaannya diperlukan penyelenggaraan pendidikan agar fungsi pendidikan dapat berjalan dengan optimal.

Sumber: maxmanroe.com