Contoh dan Pengertian Pidato Persuasif

Pengertian dan Contoh Pidato Persuasif
photo by unsplash/thatgeron

Pidato merupakan kegiatan berbicara di depan publik (umum) yang menyampaikan pesan atau orasi menyatakan pendapatnya, atau memberikan penjelasan mengenai tentang suatu hal yang dianggap penting. Umumnya pidato dilakukan oleh pemimpin, pemuka agama, presiden, humas, atau orang yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Lalu, apa sih yang dimaksud dengan pidato persuasif? Apa tujuan dari pidato persuasif? Apa ciri-ciri dan struktur pidato persuasif? Dan, contoh pidato persuasif yang baik dan benar? Untuk mengetahuinya, mari kita ulas satu persatu?

Pengertian Pidato Persuasif

Berdasarkan fungsinya, pidato persuasif adalah salah satu jenis pidato yang isinya bersifat mempengaruhi, dan bersifat mengajak atau membujuk para pendengarnya agar mereka yakin dan mau bertindak sesuai dengan tujuan dari pidato tersebut. Isi yang disampaikan dalam pidato persuasif harus berlandaskan pada argumentasi yang logis, masuk akal, nalar, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pidato persuasif bersifat mengajak dan menghimbau pendengarnya untuk melakukan hal yang dianggap bermanfaat bagi kepentingan mereka bersama. Pidato ini merupakan cara yang efektif guna menggerakan masyarakat atau pendengarnya untuk berbuat yang lebih baik.

Biasanya orang yang menyampaikan pidato akan menyelipkan lelucon kepada audiensnya agar tidak merasa bosan saat mendengarnya. Dengan begitu informasi yang disampaikan mudah diterima oleh audiens.

Baca Juga: Pengertian Teks Narasi, Struktur, Unsur-Unsur, Ciri, Dan Tujuan

Ciri-Ciri atau Karakteristik Pidato Persuasif

Berikut ini adalah 3 (tiga) ciri atau karakteristik dari pidato persuasif :

  1. Menggunakan kalimat-kalimat yang bersifat membangun
  2. Bersifat perintah, ajakan, atau rekomendasi mengenai suatu hal yang perlu dilakukan
  3. Menyertakan topik permasalahan yang akan dibahas dan dijelaskan

Tujuan Pidato Persuasif

Mengacu pada pengertian pidato persuasif diatas, pidato ini bertujuan untuk membentuk opini atau tanggapan, menguatkan opini dan tanggapan, dan mengubah tanggapan dan opini yang telah lama ada.

Struktur Pidato Persuasif Yang Baik dan Benar

Berikut ini adalah struktur atau kerangka pidato persuasif yang baik dan benar:

  • Salam pembukaan
  • Pendahuluan, yaitu berisi gambaran dari isi pidato tersebut.
  • Isi pidato, yaitu meliputi maksud dan tujuan, sasaran, rencana, dan tindakan atau langkah-langkah yang akan dilakukan
  • Penutup, yaitu bagian yang berisi kesimpulan, harapan, dan salam penutup.

Baca Juga: Pengertian Teks Prosedur, Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Contoh Pidato Persuasif Yang Baik dan Benar

Dibawah ini adalah contoh pidato persuasif yang baik dan benar:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pertama-tama, marilah kita panjat kan puji syukur kehadiran Tuhan YME yang senantiasa melimpahkan rahmatnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di sini, di “gedung/aula/lapangan/area” ini dengan keadaan sehat walafiat. Yang selanjutnya adalah tidak lupa pula sholawat dan salam kepada panutan kita Nabi Muhammad SAW yang kita harapkan syafaatnya di hari akhir kelak.

Yang saya hormati para petinggi perusahaan Muda Berkarya,
Yang saya hormati para peserta Seminar Motivasi Menjadi Pribadi Yang Tangguh,
Dan saya mengucapkan terimakasih kepada para panitia yang telah mempersiapkan semua ini dengan sangat baik dan lancar.

Sebelum kita membahas hal ini lebih jauh, pernahkah kita semua menyadari bahwa banyak entrepreneur sukses yang meniti bisnisnya mulai dari nol. Banyak dari mereka yang berlatar belakang dari orang susah namun mempunyai mimpi dan tekad yang begitu besar.

Kebanyakan dari mereka yang sukses hanya memiliki latar belakang pendidikan yang tidak tinggi, ada yang hanya lulusan SD saja. Seperti kisahnya Bapak Amkusrin dari Majalengka Jawa Barat yang sukses memproduksi alat pemindai benih jagung super yang produknya tersebut terjual hingga skala nasional adalah seorang anak lulusan SD yang memiliki etos kerja dan daya semangat juang yang gigih hingga dia mampu mewujudkan impiannya.

Jenjang pendidikan yang tinggi tidak dapat menjamin kita mendapat pekerjaan yang baik dan menjanjikan untuk memenuhi semua kebutuhan jika kita tidak memiliki tekad yang kuat dalam mewujudkan semua ambisi kita.

Banyak dari pengusaha-pengusaha yang sukses malah memperkerjakan orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Jadi, poin pentingnya adalah kita yang berjiwa muda memiliki kesempatan yang sangat luas untuk dapat mewujudkan mimpi kita. Masih banyak waktu yang kita miliki untuk berusaha seoptimal mungkin dalam mewujudkan apa yang kita impikan.

Kita sebagai generasi muda harus dapat berpikir secara visioner, yakni mampu melihat peluang dan mampu memanfaatkan peluang-peluang tersebut. Saya bukan melarang anda untuk menempuh pendidikan yang tinggi. Namun, kita semua harus memiliki jiwa entrepreneur, sehingga nantinya kita dapat diandalkan untuk mendongkrak perekonomian Bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Para pemuda yang saat ini sedang mencari dan membentuk jati dirinya, harus memiliki sudut pandang yang luas dan baik mengenai kehidupan. Khususnya dalam ikut serta membangun perekonomiannya secara mandiri. Salah satu cara yang paling efektif adalah pembekalan dan pelatihan berwirausaha, sehingga dapat menumbuhkan pemuda yang berjiwa enterpreneur. Hal ini sangat penting, karena salah satu unsur utama penunjang kehidupan yang layak adalah perekonomian.

Marilah para pemuda generasi terbaik bangsa teruslah bergerak, berpikir kreatif dan terus berinovasi dan jangan pernah takut dan ragu untuk mencoba. Jangan pernah takut gagal, karena semua orang sukses berawal dari kegagalan-kegagalan yang mewarnai prosesnya menuju kesuksesan.

Jika kita mampu mengalahkan diri sendiri, semua menjadi mungkin. Sebenarnya yang membatasi kemampuan kita adalah pikiran kita sendiri. Kita harus menjadi pelopor yang dapat memberikan pengaruh yang baik bagi generasi-generasi selanjutnya.

Sekian yang dapat saya sampaikan, pada penutupan kali ini saya tegaskan kembali, bahwa kita harus selalu memupuk semangat untuk menjadi generasi yang pantang menyerah. Semoga apa yang saya sampaikan ini bermanfaat bagi anda semua, dan mohon maaf atas semua kesalahan. Saya akhiri dengan, Billahi Taufiq wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Juga: Teks Deskripsi, Struktur, Jenis, Kaidah, dan Contohnya

Kesimpulan

Dengan pidato persuasif yang baik diharapkan audiens dapat melakukan apa yang disampaikan oleh pembicara, dan pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik. Sehingga, tujuan dari penyampaian pidato persuasif tepat sasaran.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *