Contoh Laporan Perubahan Modal Perusahaan dan Penjelasannya

Contoh Laporan Perubahan Modal Perusahaan dan Penjelasannya
Photo by Isaac Smith on Unsplash

Dalam berbagai situasi dan kondisi, lembaga usaha atau perusahaan harus menyiapkan laporan keuangan kecil yang umum dikenal dengan laporan perubahan modal. Ada tiga laporan keuangan utama lain yaitu laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.

Secara umum, laporan perubahan modal atau ekuitas dapat diartikan sebagai laporan keuangan yang wajib dibuat oleh perusahaan atau organisasi yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih (kekayaan perusahaan) selama periode akuntansi berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang diterapkan.

Kita dapat mengakses laporan perubahan ekuitas di banyak perusahaan publik, karena sebagian besar perusahaan tersebut memiliki struktur kepemilikan yang cukup kompleks terjadi pada setiap perubahan dalam akun ekuitas selama tahun berjalan.

Pada prinsipnya, modal kepemilikan terdiri dari 2 (dua) sumber yang berbeda yaitu:

  • Modal yang diinvestasikan oleh pemilik untuk aktivitas bisnis
  • Laba yang diperoleh dan dipertahankan dalam bisnis

Akun spesifik yang dikelola perusahaan untuk total modal pemilik tergantung pada hukum organisasi entitas usaha. Salah satu jenis organisasi hukum bisnis yaitu korporasi, yang pemiliknya merupakan pemegang saham. Adapun perusahaan mengeluarkan kepemilikan sahamnya, yang disebut dengan modal saham.

Pergerakan modal stakeholders selama periode akuntansi terdiri dari beberapa unsur, diantaranya:

  • Laba atau rugi bersih selama periode akuntansi yang diatribusikan kepada semua pemegang saham
  • Menambah dan/atau mengurangi cadangan modal (capital reserve)
  • Pembayaran dividen kepada semua pemegang saham
  • Keuntungan dan/atau kerugian diakui langsung dalam laporan ekuitas
  • Pengaruh dari perubahan kebijakan akuntansi
  • Efek koreksi kesalahan pada periode sebelumnya

Contoh Laporan Perubahan Modal

Berikut adalah contoh laporan perubahan modal perusahaan dengan kepemilikan tunggal jenis industri layanan percetakan Low Less Printing. Pemilik menyetorkan modal awal sebesar Rp 375.000.000, dan selama tahun 2020 telah melakukan pengambilan dana (prive) sebesar Rp 40.000.000.

Berikut ini adalah cara membuat laporan perubahan modal sederhana yang dilakukan pemilik Low Less Printing

1. Membuat Laporan Laba Rugi (Profit and Loss Statement)

2. Membuat Laporan Perubahan Modal

Unsur dan Komponen Pada Laporan Perubahan Saham

Berikut ini adalah unsur atau komponen yang ada pada laporan perubahan modal perusahaan.

Modal awal

Modal awal adalah saldo atau setoran pada awal periode pelaporan komparatif sebagaimana yang tertulis dalam laporan posisi keuangan pada periode sebelumnya.

Penyetoran modal awal tidak disesuaikan sehubungan dengan review kesalahan pada periode akuntansi sebelumnya yang akan/telah diperbaiki pada periode berjalan, dan juga dampak dari perubahan ketentuan akuntansi yang diterapkan selama tahun periode berjalan, hal ini dikarenakan laporan perubahan modal yang disajikan secara terpisah.

Pengaruh pada perubahan kebijakan akuntansi

Disebabkan karena adanya perubahan kebijakan akuntansi yang diterapkan secara retrospektif oleh manajemen perusahaan, diperlukan adanya penyesuaian dalam cadangan pemegang saham pada awal periode pelaporan yang bersifat komparatif. Hal ini dilakukan untuk menyajikan kembali kepemilikan modal awal ke jumlah yang ditentukan pada kebijakan akuntansi baru.

Pengaruh koreksi kesalahan pada periode sebelumnya

Efek koreksi kesalahan pada periode sebelumnya harus disajikan secara terpisah dalam laporan perubahan modal sebagai laporan penyesuaian. Koreksi mungkin tidak dijatuhkan terhadap saldo awal modal disetor, sehingga jumlah yang ditampilkan dalam laporan periode berjalan dapat direkonsiliasi dan dilacak dengan mudah pada laporan keuangan periode sebelumnya.

Saldo yang disajikan kembali

Pada tahap ini ekuitas dapat diatribusikan kepada pemilik modal pada awal periode komparatif setelah penyesuaian, sehubungan dengan adanya perubahan kebijakan akuntansi serta koreksi kesalahan pada periode sebelumnya

Perubahan modal saham

Permasalahan modal saham yang lebih lanjut selama periode tersebut, harus ditambahkan kedalam laporan perubahan modal, dan sedangkan penukaran atau perpindahan saham harus dikurangkan dari penyajian laporan tersebut. Dampak langsung dari pelunasan dan penerbitan saham harus ditampilkan secara terpisah untuk cadangan modal saham dan juga cadangan premi saham.

Dividen

Pembayaran dividen yang diumumkan selama periode tersebut, harus dikurangkan dari modal pemegang saham, karena ini merupakan distribusi kekayaan yang bisa diatribusikan kepada setiap stakeholder.

Laba rugi untuk periode tersebut

Laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham selama periode tersebut, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi.

Perubahan dalam cadangan revaluasi

Kelebihan dan kekurangan revaluasi selama periode tersebut harus disajikan dalam laporan perubahan modal dan harus diakui di luar laporan laba-rugi.

Revaluasi yang diakui menjadi pembalikan rugi penurunan nilai sebelumnya tidak disajikan secara terpisah dalam laporan perubahan modal, karena hal sudah disajikan dalam laporan laba-rugi pada periode yang bersangkutan.

Keuntungan dan kerugian lain

Keuntungan dan kerugian lainnya yang tidak dicantumkan dalam laporan laba-rugi dapat ditampilkan dalam laporan perubahan modal, seperti keuntungan dan kerugian aktuarial yang muncul dari penerapan pajak biaya masuk, valas (nilai tukar), dan lainnya.

Saldo akhir

Saldo cadangan modal pemegang saham pada akhir periode pelaporan akuntansi, sebagaimana yang tercantum dalam laporan posisi keuangan perusahaan.

Kesimpulan

Laporan perubahan modal dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dalam kepemilikan ekuitas selama periode akuntansi. Sedangkan pergerakan cadangan pemegang saham dapat dilihat dari neraca, laporan perubahan ekuitas yang menampilkan informasi secara signifikan mengenai cadangan ekuitas yang tidak disajikan secara terpisah dalam laporan keuangan.

sumber: cpssoft.co.id/blog

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *