Definisi Sistem Ekonomi Campuran, Fungsi, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Definisi Sistem Ekonomi Campuran, Fungsi, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan
Photo by Gabby K from Pexels

Setiap negara di seluruh dunia mengadopsi sistem ekonomi yang berbeda, tergantung pada kebutuhan, kebijakan dan lembaga-lembaga yang terlibat. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan berbagi ilmu mengenai pengertian sistem ekonomi campuran, dengan kelebihan dan kekurangan yang terdapat didalamnya.

Pada umumnya, sistem ekonomi menjadi landasan bagi pemerintah untuk menjalankan fungsi-fungsi ekonomi untuk kesejahteraan. Dibutuhkan kolaborasi yang saling bersinergi agar menghasilkan output yang bisa membuat negara tersebut termasuk kedalam golongan negara yang makmur. Sistem ekonomi campuran adalah salah satu solusinya. Dengan menggabungkan 2 atau lebih sistem ekonomi maka suatu negara dapat melihat dengan berbagai proporsi yang tepat.

Sejarah Singkat Lahirnya Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran secara historis dibuat sebagai produk proyek percontohan karena kesengsaraan ekonomi yang terjadi cukup panjang, dan sistem ekonomi ini berkembang seiring waktu.

Contoh pertama dari ini adalah Undang-Undang Jagung yang diberlakukan di Inggris pada tahun 1800-an, yang mencakup mengizinkan ekspor dan impor biji-bijian. Undang-undang tersebut dibuat untuk melindungi petani dan tengkulak lokal dari pesaing asing yang masuk ke negara Inggris.

Pada awal 1900-an, banyak ekonom dan pejabat pemerintah di beberapa negara maju Barat percaya bahwa pasar bebas adalah cara terbaik untuk meningkatkan kehidupan sosial negara mereka. Namun, akibat depresi hebat atau “the great depression” yang terjadi, seluruh pasar saham dan ekonomi dunia runtuh, yang pada gilirannya mengekspos kelemahan prinsip-prinsip pasar bebas.

Di Amerika Serikat sendiri, strategi pendekatan “New Deal” digunakan sebagai salah satu cara utama pemerintah mempengaruhi sistem ekonomi serta menyediakan berbagai jaring pengaman sosial bagi rakyat Amerika.

Setelah itu, sistem ekonomi campuran ini diterapkan di tempat-tempat yang secara tradisional dikendalikan oleh pemerintah. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, negara-negara komunis seperti Rusia dan China telah mengadopsi pendekatan baru dimana mereka mengadopsi lebih banyak prinsip kapitalis.

Definisi Sistem Ekonomi Campuran

Dalam suatu badan atau lembaga ekonomi, terdapat sistem pasar alokasi sumber daya dan perdagangan dalam kebijakan pasar secara bebas bersama dengan campur tangan pemerintah. Implikasinya yaitu sistem ekonomi campuran bisa muncul ketika pemerintah mengintervensi mekanisme pasar bebas dengan membentuk BUMN, regulasi, subsidi, pajak, dan pemberlakuan tarif-tarif tertentu.

Definisi lain dari sistem ekonomi campuran adalah sistem yang mencampurkan karakteristik pasar, politik, dan ekonomi tradisional dalam suatu tempat. Sistem ekonomi ini juga memiliki beberapa ciri kebijakan ekonomi di wilayah tertentu yang dianggap strategis dan potensial. Hal itu dilakukan agar pemerintah mampu melindungi masyarakat dan dapat mengendalikan mekanisme pasar yang ada.

Mekanisme Produksi Barang dan Jasa Dalam Sistem Ekonomi Campuran

Dalam suatu negara yang menganut ekonomi campuran hampir pasti dapat menghasilkan semua barang dan jasa, termasuk pangan, papan, atau barang lain yang hanya dapat ditemukan dalam masyarakat kapitalis, seperti mobil mewah atau perhiasan mahal sangat jarang ditemukan.

Anda juga dapat menemukan berbagai elemen yang hanya dapat ditemukan dalam sistem ekonomi sosialis, di mana ada beberapa hal yang hanya digunakan untuk kepentingan dan keuntungan bersama.

Tujuan Sistem Ekonomi Campuran

Pola penerapan sistem ekonomi campuran, pemerintah sebagai bagian pengendali dan pengawas yang bekerjasama dengan pihak swasta yang berbeda untuk dapat menjalankan perekonomian, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa intervensi pemerintah didalamnya memiliki tujuan sebagai berikut:

  • Kemauan pemerintah cenderung untuk melakukan lebih banyak kontrol dan pengawasan atas tindakan ekonomi bisnis rakyatnya. Dengan demikian, sistem perekonomian ini mampu menghasilkan stabilitas ekonomi yang lebih terjamin, sehingga dapat lebih fokus pada peningkatan keberhasilan UMKM.
  • Pemerintah akan memberikan keamanan warga negara dan pemerataan pendapatan bagi rakyatnya. Hal ini dilakukan agar warganya dapat mencapai stabilitas ekonomi yang lebih seragam.
  • Menghindari terciptanya pasar monopoli, agar pemerintah juga mengawasi dan mengontrol penetapan harga, meskipun termasuk pemerintah melakukan kajian terhadap mekanisme pasar.
  • Berikan kebebasan kepada setiap individu untuk menjadi lebih kreatif dalam berbisnis, sehingga nantinya akan banyak jenis perusahaan di pasar bebas, namun tetap dalam kendali pemerintah.
  • Pemerintah memiliki kewenangan untuk membuat aturan dan kebijakan fiskal atau moneter di dalamnya agar sistem perekonomian dapat berfungsi tanpa masalah ekonomi seperti pengangguran atau penyebab lain yang dapat mengakibatkan inflasi meroket.
  • Meskipun sistem pengawasan dan pengendalian ekonomi ini dilakukan oleh pemerintah, namun dalam pelaksanaannya juga terdapat beberapa kendala yang melibatkan pihak swasta, seperti penetapan batas maksimal setiap warga negara untuk melakukan kegiatan ekonomi dan sumber produksi yang dibutuhkan, tempat keluar produksi dan diawasi oleh pemerintah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi campuran diciptakan untuk meningkatkan kemajuan sektor usaha kecil dan menengah serta memberikan kebebasan kepada rakyatnya agar dapat berusaha untuk mencari keuntungan.

Ciri-Ciri Perekonomian Sistem Campuran

Suatu sistem perekonomian yang dianut suatu negara biasanya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Pemerintah dan swasta harus berperan aktif dan terus bekerja sama dalam menjalankan segala macam bentuk kegiatan ekonomi.
  • Pemerintah akan memberikan kebebasan kepada swasta untuk menjalankan kegiatan ekonomi, namun tetap memberikan batasan dan campur tangan bila diperlukan sewaktu-waktu.
  • Pemerintah akan menjalankan rencana, regulasi dan kebijakan yang berkaitan erat dengan sistem ekonomi.
  • Persaingan di pasar masih terjadi, tetapi dalam batas yang wajar dan jelas, bagi pemerintah untuk ikut serta dalam pengawasan dan intervensi.
  • Mekanisme pasar dapat menentukan berbagai jenis, kuantitas barang yang diproduksi dan harga jual produk tersebut.
  • Pemerintah berhak mengelola dan mengatur semua sumber daya penting yang berkaitan dengan kepentingan banyak orang.
  • Pemerintah dan swasta memiliki peran yang sama dalam kegiatan ekonomi.

Perbedaan Antara Ekonomi Campuran dan Pasar Bebas

Berikut ini merupakan perbedaan yang cukup fundamental antara sistem ekonomi pasar bebas dan sistem ekonomi campuran:

  • Sistem ekonomi pasar bebas

Definisi pasar besar adalah memiliki sedikit atau tidak sama sekali pengaruh pemerintah terhadap perekonomian atau perusahaan milik swasta dan orang-orang yang beroperasi di dalamnya. Perusahaan atau lembaga bisnis hanya beroperasi untuk keuntungan pribadi dan harga barang telah ditentukan sepenuhnya oleh penawar atau berdasarkan permintaan pasar.

Secara teori, tidak ada batasan kemampuan perusahaan untuk mencampur atau membentuk perekonomian. Di dalam pasar bebas, setiap individu memiliki kendali penuh atas perekonomian tanpa campur tangan pemerintah.

  • Sistem ekonomi campuran

Sebaliknya, dalam sistem ekonomi campuran, peran pemerintah sangat penting. Mereka akan membuat aturan yang membatasi monopoli atau memaksa perusahaan untuk menegakkan persyaratan keselamatan tertentu pada pekerjanya.

Pengusaha dapat bergerak berdasarkan keuntungan pribadi mereka, tetapi dalam sistem ekonomi campuran mereka diharuskan untuk melakukan bisnis dalam batasan yang ditentukan dalam undang-undang yang berlaku di negara tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Ekonomi Campuran

Pada prinsipnya, sistem ekonomi campuran memiliki kelebihan dan kekurangan, diantaranya sebagai berikut:

  • Keuntungan
  1. Distribusi barang dan jasa akan dialokasikan di tempat yang paling membutuhkan. Dengan demikian, hal ini akan menyebabkan harga mempengaruhi tingkat penawaran dan permintaan di pasar.
  2. Mampu menawarkan keuntungan kepada produsen yang telah berhasil menciptakan efisiensi dalam usahanya. Ini juga berarti bahwa pelanggan bisa mendapatkan nilai atau layanan terbaik untuk setiap uang yang mereka belanjakan.
  3. Mendorong inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara yang lebih kreatif, ekonomis, dan efisien.
  4. Alokasikan modal ke setiap produsen yang paling inovatif dan efisien.
  5. Mampu meminimalkan kerugian dari mekanisme ekonomi pasar. Ekonomi pasar dapat mengabaikan bidang-bidang seperti pertahanan, kedirgantaraan, dan teknologi. Peran pemerintah yang sangat penting ini memungkinkan mobilisasi cepat menuju wilayah prioritas.
  6. Perkembangan ekonomi nasional akan cenderung maju lebih pesat karena adanya persaingan bebas yang pada akhirnya akan memunculkan berbagai macam produk yang bermunculan di pasaran dengan detail produk yang beragam.
  • Kerugian
  1. Jika derajat kebebasan yang terjadi dalam mekanisme pasar terlalu besar, dapat menyebabkan produsen yang kurang kompetitif tertinggal tanpa dukungan pemerintah.
  2. Pemerintah memiliki tanggung jawab lebih besar dari pada swasta.
  3. Perencanaan industri terpusat pemerintah juga dapat menimbulkan masalah. Misalnya, industri yang didedikasikan untuk sektor pertahanan akan bersifat monopoli atau oligarki dan akan disubsidi oleh pemerintah. Ini akan meningkatkan utang negara dan memperlambat laju ekonomi untuk jangka waktu yang lama.
  4. Pihak swasta tidak bisa memaksimalkan keuntungannya karena ada intervensi pemerintah.
  5. Disaat pemerintah berperan aktif dalam perekonomian, permasalahan ekonomi yang terjadi didalamnya seperti inflasi, pengangguran dan lain-lain tidak dapat dihindari.
  6. Laju pertumbuhan ekonomi akan cenderung lebih lambat dibandingkan dengan sistem ekonomi liberal.
  7. Batasan sumber produksi milik pemerintah dan swasta akan sulit ditentukan.
  8. Distribusi pendapatan cukup sulit dicapai di lapangan.

Kesimpulan

Para pembuat kebijakan-kebijakan publik dalam sistem ekonomi campuran dituntut dapat menyeimbangkan kepedulian terhadap kebebasan individu dalam berbisnis dengan kebutuhan masyarakat yang berkeadilan. Proses perimbangan harus dilakukan dengan integritas dan berlandaskan hukum dengan partisipasi berbagai lapisan masyarakat, terutama bagi pemangku kepentingan yang aktif dan dinamis demi terciptanya sistem ekonomi yang adil dan memadai.

sumber: accurate.id/blog

1 Shares:
Leave a Reply