10 Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

10 Faktor Pendorong Perdagangan Internasional
Photo by Dominik Lückmann on Unsplash

Faktor pendorong perdagangan internasional adalah alasan utama untuk melakukan perdagangan bersama antara penduduk satu negara dan penduduk negara lain. Dapat dikatakan salah satu faktor penggerak perdagangan internasional adalah bentuk kerjasama ekonomi. Bentuk perjanjian kerja sama mengenai faktor-faktor pendorong perdagangan internasional mencakup sektor ekspor dan impor.

Tidak dapat dihindari bahwa seiring berjalannya waktu dan nantinya, tidak sedikit negara yang cenderung diuntungkan oleh faktor-faktor pendorong perdagangan internasional, seperti mampu menjaga harga pasar dan sebagai sumber devisa, jika impor terus dilakukan ekspor ke luar negeri, itu akan menjadi alat untuk meningkatkan devisa.

Dengan adanya faktor-faktor tersebut, suatu negara dapat melakukan hubungan persahabatan yang dapat menjalin hubungan kerjasama antar negara. Penggerak perdagangan internasional adalah beberapa alasan terbangunnya hubungan baik antar negara tersebut.

Pengertian Perdagangan Internasional

Dikutip dari laman wikipedia indonesia, pengertian perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

Selain itu pakar ekonomi bernama Huala Adolf, mendefinisikan perdagangan internasional sebagai suatu proses pertukaran berdasarkan kemauan masing-masing negara secara sukarela.

10 Faktor Terjadinya Perdagangan Internasional

Berdasarkan pengertian yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perdagangan internasional biasanya dilakukan oleh beberapa orang antar negara. Menjadi pemikiran dan gagasan bahwa pemerintah di berbagai negara harus memikirkan bagaimana peluang produk dalam negeri dapat menembus pasar internasional.

Namun kenyataannya, perdagangan internasional memiliki kekuatan pendorong di belakang perdagangan internasional. Dan berikut adalah 10 pendorong perdagangan internasional beserta contoh, diantaranya sebagai berikut:

  • Adanya perbedaan SDA (Sumber daya alam)

Penggerak perdagangan internasional adalah letak geografis tiap negara yang berbeda-beda, hal inilah yang mempengaruhi kekayaan sumber daya alam suatu negara (natural resources), dan membuat negara satu sama lainnya berbeda. Meskipun sumber daya alam merupakan sumber utama suatu negara, namun setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Sebagai contoh perdagangan internasional, Indonesia memiliki hasil pertanian yang melimpah seperti kopi dan hasil pertanian lainnya. Berbeda dengan negara Australia yang terkenal dengan produksi ternak seperti sapi dan domba. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perdagangan internasional antara Indonesia yang membutuhkan daging dan Australia yang membutuhkan hasil pertanian.

  • Motif mencari untung dan meningkatkan penerimaan negara

Motif kedua yaitu keinginan mencari untung dan meningkatkan penerimaan negara. Faktor ini sangat mempengaruhi perdagangan internasional. Dengan terjalinnya perdagangan internasional ini maka suatu negara akan terus meningkatkan pendapatannya dan negara tersebut akan semakin kaya jika dilakukan berkala.

Misalnya, setiap transaksi ekspor-impor akan menerima pendapatan berupa pajak atas barang yang diperdagangkan. Selain itu, negara juga bisa mengekspor barang dari badan usaha milik negara (BUMN). Inilah kekuatan pendorong di balik perdagangan internasional.

  • Target perluasan pasar

Sulit bagi beberapa produsen untuk berkembang karena takut terjadi over produksi ketika berproduksi dalam skala besar jika hanya untuk konsumsi domestik. Sementara itu, beberapa produsen lain, melakukan produksi besar-besaran agar barangnya bisa menumpuk. Misalnya, Indonesia yang dapat memproduksi timah karena sumber daya alam yang mencukupi dapat memasarkannya di beberapa negara.

Namun karena takut terjadi over produksi, pemerintah Indonesia dan swasta bekerja sama dengan negara melalui perdagangan internasional. Inilah kekuatan salah satu pendorong di balik terjalinnya perdagangan internasional.

  • Kondisi iklim yang berbeda

Iklim sangat mempengaruhi kekayaan sumber daya alam (SDA) suatu negara, perbedaan inilah yang membuat suatu negara tidak dapat memproduksi segala kebutuhannya sendiri sehingga memerlukan negara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik. Oleh karena itu, mengimpor barang merupakan solusi cepat dan tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Contoh perdagangan internasional dengan kondisi iklim adalah Indonesia sebagai penghasil tempe terbesar di dunia, karena kebanyakan orang suka mengkonsumsi tempe. Sayangnya, kualitas kedelai Indonesia buruk karena iklim yang tidak cocok untuk kedelai. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan dan peningkatan mutu tempe Indonesia, penting bagi mereka untuk mengimpor kedelai dari negara dengan mutu kedelai terbaik.

  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (human resource)

Ketika perusahaan berada di pasar yang kompetitif, sumber daya manusia (human resource) juga harus ditingkatkan agar mampu bersaing untuk meningkatkan kualitas diri agar tidak kalah dari sdm negara lain.

Dengan demikian, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi motor penggerak dalam perdagangan internasional, sehingga penduduk lokal dapat bersaing dengan baik. Misalnya Indonesia mengirimkan akademisi dan mahasiswanya ke berbagai negara untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusianya.

  • Inovasi transportasi antarnegara

Dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, suatu negara dapat menciptakan alat transportasi yang mampu menjangkau semua negara. Munculnya angkutan antar negara maka dapat mempermudah terlaksananya kegiatan perdagangan internasional.

Misalnya dalam transportasi darat (kereta api, truk, dll), udara (pesawat) dan laut (kapal), dengan periode ekspor dan impor yang relatif lebih cepat dan singkat. Dapat dikatakan bahwa berbagai jenis transportasi tersebut menjadi faktor dalam pertukaran informasi dan teknologi, serta merupakan faktor pendorong yang sangat penting bagi terciptanya perdagangan internasional.

  • Meningkatkan kualitas produk lokal

Langkah yang sangat baik untuk meningkatkan produk lokal adalah dengan membentuk persaingan di pasar, mempersiapkan pengusaha UKM dalam negeri untuk mengekspor dan selalu membiasakan bersaing di dunia internasional.

Selain itu, masuknya produk luar negeri ke dalam negeri juga akan memberikan persaingan bagi para pengusaha untuk meningkatkan produknya. Ini adalah mesin pendorong perdagangan internasional untuk suatu negara.

  • Perasaan saling membutuhkan

Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang saling bergantung satu sama lain. Hal ini juga terjadi dari satu negara ke negara lain untuk meningkatkan kualitas masyarakat, produk atau jasa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Hal lainnya adalah adanya rasa saling membutuhkan, misalnya negara Turki meminta Indonesia menyediakan kopi untuk kebutuhan cafe Turki. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan suplai anggur terbaik di Turki untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri. Disini dibutuhkan kesadaran akan kebutuhan bersama.

Jika ada kesadaran akan kebutuhan bersama satu sama lain, tidak ada kesulitan yang akan lebih mudah diselesaikan. Oleh karena itu, kebutuhan bersama inilah menjadi faktor penting dalam perdagangan dunia.

  • Hubungan diplomatik negara

Motif lain yang mendorong perdagangan internasional yaitu hubungan diplomatik antar negara. Pengertian hubungan diplomatik adalah hubungan resmi yang terjalin antar negara untuk menjalin persahabatan.

Oleh karena itu, jika tidak ada hubungan diplomatik yang baik antar negara, tidak akan ada perdagangan internasional. Dan faktor diplomasi negara ini adalah yang terpenting dan harus dipadukan. Jika kondisi kedua negara tidak baik, tentunya akan mempengaruhi aktivitas perdagangan dan hubungan kerjasama antar negara tersebut.

  • Globalisasi dan global market

Nyemplung ke dalam era globalisasi dan pasar global membuat suatu negara tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, karena semua produsen dapat dengan bebas mengekspor atau mengimpor barang ke negaranya.

Kondisi pasar global memaksa semua negara untuk berpartisipasi, karena setiap negara pasti membutuhkan negara lain untuk memenuhi kebutuhannya. Inilah merupakan kekuatan pendorong di balik perdagangan internasional.

Kesimpulan

Para pelaku usaha harus dapat memaksimalkan peluang agar dapat masuk kedalam perdagangan internasional dengan memikirkan bagaimana selera konsumen, seperti menyiapkan bahan baku yang berkualitas, dan mengatur kondisi keuangan perusahaan.

4 Shares:
Leave a Reply