Fungsi dan Tujuan Manajemen Persediaan

Fungsi-dan-Tujuan-Manajemen-Persediaan

Fungsi Manajemen Persediaan

Setelah mengetahui pengertian manajemen persediaan (Baca: Pengertian Manajemen Persediaan), bisa ditarik kesimpulan manajemen persdian memiliki fungsi dan tujuan. Beberapa fungsi penting manajemen persediaan dalam memenuhi kebutuhan perusahaan, yaitu :

  1. Menghilangkan resiko terhadap kenaikan harga barang secara musiman atau akibat inflasi.
  2. Menghilangkan resiko keterlambatan pengiriman bahan baku atau barang yang dibutuhkan perusahaan.
  3. Menghilangkan resiko jika material yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan.
  4. Menyimpan bahan baku yang dihasilkan secara musiman sehingga perusahaan tidak akan kesulitan jika bahan itu tidak tersedia di pasaran.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Produksi

Tujuan Manajemen Persediaan

Salah satu tujuan utama manajemen persediaan adalah memaksimalkan pengelolaan persediaan barang dengan biaya yang minimal. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana, karena ada perusahaan yang barang persediaan membutuhkan perlakuan khusus seperti barang pecah belah atau barang yang muda basi atau kadaluarsa (makanan dan minuman).

Tujuan lain dari manajemen persediaan diantaranya adalah:

  • Dapat mengantisipasi akan perubahan permintaan dan penawaran.
  • Meminimalisir risiko keterlambatan pengiriman bahan.
  • Memberikan kemudahan dalam menyesuaikan dengan jadwal produksi.
  • Kemudahan dalam memastikan adanya persediaan melalui safety stock.
  • Dapat memberi waktu luang untuk pengelolaan produksi dan pembelian.
  • Meminimalisir kenaikan harga.
  • Menjaga persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman.
  • Mendapatkan keuntungan dari quantity discount.
  • Mengantisipasi permintaan yang dapat diramalkan.
  • Komitmen terhadap pelanggan.

Baca Juga: Fungsi dan Tujuan Manajemen Produksi

Biaya-Biaya dalam Manajemen Persediaan

Unsur-unsur biaya yang terdapat dalam manajemen persediaan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:

1.Biaya Pemesanan (Ordering Cost, Procurement Costs)

Biaya pemesanan adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan pemesanan bahan atau barang, sejak dari penempatan pemesanan sampai tersedianya di dalam gudang. Biaya tersebut meliputi semua biaya administrasi dan penempatan order, biaya pemilihan pemasok atau vendor, biaya pengangkutan dan bongkar muat, biaya penerimaan dan pemeriksaan barang.

2.Biaya Penyimpanan (Carrying Costs, Holding Costs)

Biaya penyimpanan adalah ongkos yang dikeluarkan karena akan diadakan penyimpanan barang. Yang termasuk biaya ini adalah biaya sewa gudang, biaya administrasi pergudangan, gaji pelaksana pergudangan, biaya listrik, biaya modal yang tertanam dalam persediaan, biaya asuransi ataupun biaya kerusakan, kehilangan atau penyusutan barang selama penyimpanan.

3.Biaya Kekurangan Persediaan (Shortage Costs, Stockout Costs)

Biaya kekurangan persediaan merupakan biaya yang timbul karena tidak tersedianya barang pada waktu diperlukan. Biaya kekurangan persediaan ini pada dasarnya bukan biaya nyata (riil), melainkan berupa biaya kehilangan kesempatan. Di dalam perusahaan manufaktur, biaya ini merupakan biaya kesempatan yang timbul misalnya karena terhentinya proses produksi sebagai akibat tidak adanya bahan yang diproses, yang antara lain meliputi biaya kehilangan waktu produksi bagi mesin dan karyawan.

Demikian penjelasan tentang fungsi dan tujuan manajemen persediaan. Dengan memahami fungsi dan tujuannya dapat memudahkan manajer membuat perencanaan persediaan yang tepat untuk perusahaan. Semoga bermanfaat.

4 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *