Jenis-Jenis Risiko

Jenis-Jenis-Risiko

Jenis-Jenis Risiko Secara Umum

Setelah kamu mengetahui definisi risiko (Baca: Pengertian Risiko), terdapat jenis-jenis risiko yang dikelompokan dalam 4 jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis risiko tersebut:

1. Pure Risk (Risiko Murni)

Risiko murni (pure risk) adalah suatu risiko yang jika terjadi akan mengakibatkan kerugian dan jika tidak terjadi maka tidak akan mengakibatkan keuntungan. Ada dua hal yang dapat diakibatkan risiko ini, yaitu rugi atau impas (break even).
Contoh risiko murni seperti:

  • Kecelakaan lalu lintas
  • Kebakaran
  • Pencurian, dan lain-lain

2. Speculative Risk (Risiko Spekulatif)

Risiko spekulatif (speculative risk) definisinya adalah risiko yang dapat menimbulkan kerugian dan juga keuntungan. Ada tiga hal yang dapat diakibatkan risiko ini, yaitu rugi, untung, dan impas (break even).
Contoh risiko spekulasi, seperti:

  • Judi
  • Bursa efek
  • Membeli undian berhadiah

Baca Juga: Fungsi dan Tujuan Manajemen Risiko

3. Risiko Fundamental

Risiko fundamental adalah risiko yang bersumber dari alam atau lingkungan dan berdampak besar. Contohnya risiko fundamental, seperti:

  • Tsunami.
  • Gempa bumi.
  • Banjir bandang.
  • Angin topan.

4. Risiko Partikular

Risiko partikular adalah risiko yang sumbernya dari individu dan berdampak secara lokal. Contohnya kecelakaan kendaraan.

Jenis-Jenis Risiko dalam Perusahaan

Di dalam bisnis risiko didefinisikan sebagai kemungkinan keadaan atau kejadian yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran sebuah organisasi atau perusahaan. Sehingga diperlukan adanya manajemen risiko (Baca: Pengertian Manajemen Risiko) untuk meminimalisir kerugian perusahaan atas risiko yang mungkin terjadi.

Menurut Jorion (1997) terdapat 3 jenis risiko dalam suatu perusahaan, yaitu:

1. Business Risk (Risiko Bisnis)

Risiko bisnis adalah resiko yang akan dihadapi perusahaan terhadap kualitas dan keunggulan produk yang beredar di pasar. Pesatnya inovasi teknologi, desain produk, dan pemasaran, mengakibatkan ]ketidakpastian pada berbagai aktivitas bisnis.

2. Strategic Risk (Risiko Strategi)

Resiko strategi adalah risiko yang dihadapi perusahaan akibat dari adanya perubahan fundamental pada lingkungan ekonomi, regulasi pemerintah, atau politik. Risiko ini sulit untuk diprediksi karena sangat berkaitan dengan berbagai hal makro di luar perusahaan. Contohnya kebijakan ekonomi negara, kebijakan politik, dan lain-lain.

Baca Juga: Jenis-Jenis Manajemen Risiko

3. Financial Risk (Risiko Keuangan)

Risiko keuangan merupakan risiko terjadi karena adanya pergerakan pasar keuangan yang sulit diprediksi. Risiko ini berhubungan dengan kerugian yang mungkin dialami pasar uang, misalnya kegagalan “defaults” dalam obligasi finansial, kerugian karena pergerakan tingkat suku bunga.

Selain 3 jenis risiko di atas, risiko juga dapat diklasifikasikan berdasarkan konsekuensi yang diakibatkan. Berikut ini jenis risiko berdasarkan konsekuensi yang diakibatkannya:

  • Unacceptable Risk (risiko yang tidak bisa diterima). Risiko yang harus dihilangkan atau bila memungkinkan ditransfer pada pihak lain karena tidak dapat diterima.
  • Undesirable Risk (risiko yang tak diinginkan). Risiko yang membutuhkan penanganan ata mitigasi risiko sampai pada level yang dapat diterima.
  • Acceptable Risk (risiko yang dapat diterima). Risiko yang dapat diterima karena dampaknya masih dalam batas yang dapat diterima.
  • Negligible Risk (risiko yang dapat diabaikan). Risiko yang dampaknya sangat kecil sehingga dapat diabaikan.

Pengelolaan Risiko Dalam Bisnis

Dari pengertian risiko dan jenis-jenisnya diatas, maka ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk membuat pengelolaan risiko bisnis.

1. Identifikasi Risiko

Seorang manajer harus mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan resiko yang akan perusahaan hadapi agar bisa mengelola risiko tersebut. Setiap bisnis memiliki jenis risiko yang berbeda-beda sehingga dibutuhkan pendekatan yang berbeda pula.

Identifikasi awal dan mendasar yang bisa dilakukan oleh manajer adalah dengan mengontrol kelancaran pasokan bahan baku, arus kas, integritas karyawan hingga kemungkinan adanya bencana alam.

2. Penilaian Risiko

Setelah kamu mendapatkan daftar kemungkinan resiko yang akan dihadapi perusahaan, selanjutnya kamu bisa membuat penilaian dari risiko-risiko tersebut. Kamu bisa membuat skala risiko dalam bentuk penilaian mulai dari yang berisiko tinggi, sedang dan rendah.

Dan jangan lupa untuk memberi penilaian risiko kritikal dimana status resiko terburuk yang berdampak besar untuk melumpuhkan aktivitas perusahaan.

Baca Juga: Sumber-Sumber Risiko Bisnis

3. Rencana Penanggulangan

Selain memberi penilaian untuk setiap risiko, kamu juga perlu membuat rencana penanggulangan untuk setiap resiko yang akan dihadapi perusahaan, terutama pada risiko kritikal.

Tujuannya adalah untuk mempersiapkan perusahaan jika dikemudian hari benar-benar menghadapi risiko seperti yang sudah diperkirakan. Umumnya, solusinya adalah dengan mengasuransikan perusahaan, kesehatan karyawan dan lainnya.

4. Monitoring dan Evaluasi

Yang terakhir adalah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap setiap rencana yang telah disusun. Tujuannya untuk mengetahui rencana mana yang berjalan dengan efektif dan mana yang tidak.

Demikianlah penjelasan beserta cara pengelolaan risiko dalam bisnis, dengan pemahaman yang lengkap akan menambah wawasan dan pengetahuan kamu. Semoga bermanfaat.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *