Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Karyawan Kantoran

Ini Dia Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Karyawan Kantoran
Photo by Andrew Neel from Pexels

Karyawan kantoran atau sering diistilahkan sebagai pekerja kerah putih sudah dikenal sejak tahun 80an. Penggunaan istilah tersebut sangat sering disandingkan kepada mereka yang cenderung menggunakan pikiran daripada fisik dalam menjalankan aktivitas pekerjaanya. Ini merupakan kebalikan dari pekerja kasar.

Pekerja kerah putih memang identik dengan kegiatan administrasi perkantoran, pemasaran, perbankan, pengajar, dan lainnya. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan menjadi karyawan kantoran

Kelebihan Pekerja Kerah Putih

Dapat disimpulkan bahwa karyawan kantoran memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pekerja kasar, buruh atau sejenisnya. Berikut ini adalah kelebihan menjadi karyawan kantoran.

1. Gaji Yang Relatif Lebih Besar

Gaji atau upah yang didapatkan oleh pekerja kerah putih umumnya lebih besar jika dibandingkan dengan pekerja buruh kasar. Misalnya UMR (Upah Minimum Regional) di sebuah kota sebesar Rp. 2.500.000 bisa didapatkan oleh pekerja buruh perbulannya, sedangkan pekerja kantoran bisa mendapatkan sekitar 3 – 5 juta perbulannya.

2. Gengsi Yang Lebih Tinggi

Selain gaji yang didapat, tingkat gengsi seorang karyawan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pekerja buruh. Selain memang dikarenakan lingkungan tempat bekerja yang didapatkan oleh kerah putih adalah lingkungan perkantoran yang cenderung memberikan image gengsi yang jauh lebih tinggi.

3. Jenjang Karir Yang Terbuka Luas

Jenjang karir yang akan diterima oleh seorang karyawan jauh lebih terbuka lebar jika dibandingkan pekerja buruh pabrik. Salah satu alasannya yaitu jenjang pendidikan yang sering menjadi persyaratan utama seorang pekerja dapat naik jabatan ke posisi yang lebih tinggi.

4. Lingkungan dan Budaya Kerja Yang Lebih Baik

Jika dibandingkan dengan pekerja buruh kasar, karyawan kantoran mendapatkan fasilitas kerja dan tempat kerja yang lebih baik dan kondusif. Misalnya seperti ruangan kantor yang bersih, dilengkapi AC, meja kantor, komputer, peralatan kantor yang lengkap dan lain sebagainya.

Kekurangan Pekerja Kerah Putih

Selain mendapat kelebihan-kelebihan yang membuat nyaman, tidak berarti pekerja kantoran tak luput dari kekurangan. Semua profesi dan pekerjaan memiliki konsekuensi dan resikonya masing-masing. Nah, berikut ini adalah kekurangan menjadi karyawan kantoran.

1. Ancaman Kesehatan

Ancaman ini dapat timbul dari minimnya aktivitas fisik pekerja kerah putih. Durasi kerja yang mencapai 7 – 8 jam cenderung akan dihabiskan di depan komputer. Hal ini juga berpotensi pada kondisi kesehatan yang dapat memburuk, biasanya seperti gejala penyakit degeneratif, depresi, dan psikosomatis akan dihadapi karyawan kantoran.

2. Jam Kerja Yang Sering Molor

Tidak hanya overtime atau lembur tetapi juga pekerja kantoran lebih cenderung akan membawa pulang pekerjaan mereka ke rumah. Tentunya hal ini merupakan sebuah kekurangan karena karyawan kantoran akan kehilangan waktunya yang berharga dengan keluarga.

Kesimpulan

Setiap pekerjaan dan profesi pasti memiliki konsekuensi dan resiko. Untuk menjaga profesionalitas kita harus bisa menerapkan manajemen waktu yang baik. Kita bisa memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan potensi dan juga produktivitas agar tetap baik dan terukur.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *