Kenali Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Dropship

Kenali Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Dropship
Photo by Arnel Hasanovic on Unsplash

Semakin tingginya pengguna internet di Indonesia sangat berpengaruh pada perkembangan bisnis yang ada. salah satunya adalah saat ini banyak orang yang berkecimpung dalam dunia bisnis online, yaitu dropshipping.

Banyaknya marketplace online yang bermunculan, juga ikut andil dalam perkembangan bisnis dropship ini. Ada platform seperti tokopedia, bukalapak, lazada, shopee, dan lainnya, yang memberikan layanan gratis untuk para pebisnis.

Untuk sebagian masyarakat, bisnis dropship adalah salah satu primadona untuk memulai menjalankan usaha. Layaknya jenis bisnis lainnya, bisnis dropship juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus kamu ketahui. Nah, Berikut ini beberapa penjelasan mengenai apa saja kelebihan dan kekurangan berbisnis dropship.

Kelebihan Berbisnis Dropship

Berikut ini adalah beberapa kelebihan berbisnis dropship:

1. Modal kecil, bahkan bisa tanpa modal

Bisa dikatakan, sistem bisnis dropship membutuhkan modal yang kecil. Kamu bisa memulainya tanpa bermodal apapun, jika strategi pemasaran yang kamu terapkan adalah gratisan, misalnya seperti hanya menggunakan sosial media sebagai media pemasaran.

Selain itu, kamu juga tidak diwajibkan untuk menyetok barang, jadi hal ini dapat menghemat pengeluaran. Semua urusan stok barang dan pengiriman telah dihandle oleh supplier atau vendor.

2. Tidak perlu mengurusi stok barang

Sama seperti sistem reseller, setiap urusan stok barang telah kelola oleh supplier. Sehingga, kamu bisa tetap berfokus memanfaatkan semua channel pemasaran yang ada. 

Kamu bisa mencari para supplier yang memiliki kredibilitas dan terpercaya yang dengan mudah di marketplace seperti tokopedia, bukalapak, shopee atau yang lainya.  

3. Cepat dan praktis

Dikarenakan flow (alur) transaksinya singkat, bisnis dropship bisa diklasifikasikan sebagai jenis usaha yang praktis dan cepat. Kamu bisa menggunakan semua materi pemasaran yang diberikan oleh vendor, yang kemudian kamu bisa gunakan untuk iklan atau promosi di website atau sosial media.

Umumnya, vendor akan membantu kamu untuk menjual produk-produk yang. Sehingga dari kedua belah pihak mendapatkan benefit yang besar dari bisnis dropship yang dijalankan.

4. Resiko kecil

Dengan berbisnis dropship berbagai macam resiko dapat diminimalisir. Terutama jika kamu mencoba untuk memvalidasi pasar apakah merupakan pasar yang potensial atau tidak.

Jika, produk yang kamu jual dapat diserap pasar dengan baik maka kamu akan mendapatkan keuntungan yang relatif besar. Namun, jika tidak resiko yang relatif lebih daripada bisnis konvensional.

5. Fleksibel

Kamu bisa menjalankan bisnis kapanpun dan dimanapun. Dengan fleksibilitas yang tinggi kamu bisa memulainya dari rumah (work from home) atau bisa sambil di kafe, asalkan tepat dapat terkoneksi dengan internet.

Efisiensi biaya dapat dimaksimalkan dibandingkan dengan jenis bisnis lainnya. Kamu bisa lebih berfokus untuk sektor pemasarannya.

Kekurangan Bisnis Dropship

Sama seperti jenis bisnis lainnya, setiap bisnis pasti ada kekurangan , tidak terkecuali dropship. Nah, berikut ini adalah beberapa kekurangan bisnis dropship.

1.Keuntungan yang relatif kecil

Biasanya supplier atau vendor akan menetapkan margin keuntungan yang lebih kecil untuk dropship. Karena dengan margin keuntungan yang kecil kamu harus dapat menghitung semua biaya operasional dengan seksama.

Tidak hanya itu, semua biaya seperti biaya pemasaran dan promosi harus dipertimbangkan dengan baik agar keuntungan yang dihasilkan maksimal.

2. Sedikit sulit menjual barang yang tidak dipegang

Stok barang yang dipegang dan disimpan oleh supplier membuat kamu tidak dapat mengetahui kondisi dan kualitas produk yang kamu jual. Membangun kepercayaan antara kamu dan supplier harus dilakukan sejak awal, untuk menghindari segala macam bentuk komplain rate yang dari pembeli atau pelanggan.

Ada baiknya sebelum memutuskan untuk langsung berbisnis dropship, kamu menyetok beberapa produk untuk mereview kualitasnya. Cara ini akan memberikan banyak keuntungan untuk kamu.

3. Resiko komplain yang tinggi

Terkait dengan pembahasan sebelumnya, kamu harus memiliki akses kontrol informasi yang valid dari supplier. Ini bertujuan untuk mengurangi resiko komplain rate yang tinggi atas produk yang kamu jual. 

Selain itu kamu juga harus membuka jalur refund atau retur produk, jika ada pelanggan yang komplain. Metode ini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis kamu.

4. Tidak memiliki akses produk

Persoalan inilah yang akan memicu beberapa permasalahan yang telah kita jelaskan sebelumnya. Karena informasi produk sepenuhnya ada di vendor atau supplier, maka kamu harus tetap update dengan informasi-informasi tersebut.

Diperlukan sistem manajemen yang baik dan profesional untuk memantau semua stok yang ada di penyalur. Pilihlah supplier yang memberikan platform sistem informasi manajemen yang baik bagi partnernya.

Kesimpulan

Dari pemaparan diatas diketahui bahwa kelebihan dan kekurangan bisnis dropship dapat dikelola dengan baik dan memberikan keuntungan yang besar bagi kamu.  

0 Shares:
Leave a Reply