fbpx

Macam-Macam Manajemen dan Penjelasannya

Ilmu manajemen sangat identik dengan ekonomi dan bisnis. Sebagai ilmu terapan manajemen memiliki banyak cabang keilmuannya yang telah dikembangkan oleh para ahli, seperti manajemen pemasaran, manajemen sdm, manajemen keuangan dan banyak lagi.

Manajemen yang didefinisikan sebagai proses dalam merencanakan, mengendalikan, mengarahkan, memimpin, dan mengatur suatu hal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Macam-Macam Bidang Manajemen

Ada beberapa macam manajemen yang akan kita ulas secara lengkap dalam artikel ini.

1. Manajemen Pemasaran

Pemasaran adalah suatu kegiatan dalam menganalisa pasar, kebutuhan konsumen, dan kompetitor yang kemudian menformulasikannya menjadi strategi-strategi agar mampu bersaing dengan kompetitor. Fungsi pemasaran adalah untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan, perkembangan perusahaan, dan mendapatkan laba sebesar-besarnya.

Proses pemasaran itu dimulai jauh sebelum perusahaan memproduksi barang-barang, dan tidak hanya berhenti dengan penjualan saja. Para ahli manajemen seperti Dharmmesta & Handoko (1982) mengatakan bahwa “kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan keupasan kepada konsumen/pelanggan jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen memiliki pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan“.

Manajer pemasaran memiliki peran vital pada kelancara dan kelangsungan bisnis pada suatu perusahaan, karena perusahaan harus memaksimalkan potensi penjual dan pembelian produk yang dihasilkan.

Ada banyak hal yang seorang manajer pemasaran harus kuasai, seperti manajemen branding, sistem informasi pemasaran, pemasaran global, pemasaran digital, dan yang lainnya.

Beberapa kemampuan yang harus dikuasi oleh manajemen pemarasan, diantaranya komunikasi pemasaran, pengetahuan kebijakan harga, peramalan penjualan, statistika bisnis, manajemen pembelian dan penjualan, trend pasar dan lain sebagainya.

Baca Juga:

2. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, pengaggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh perusahaan.

Seorang manajer keuangan dituntut untuk dapat memastikan kegiatan usaha yang dijalankan mampu mencapai tujuan secara ekonomis yang berorientasi pada profit.

Manajer keuangan harus memiliki keahlian tentang pasar modal dan investasi, manajemen keuangan internasional, keuangan dan perbankan, manajemen risiko, dan lainnya.

Selain itu pihak manajemen keuangan harus memiliki kompetensi khusus seperti merancang dan mengendalikan anggaran perusahaan, manghitung pajak perusahaan, menyusun dan merealisasikan manajemen keuangan untuk meningkatkan profitabilatas perusahaan dan lain-lain.

3. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Manajemen SDM (Human Resource) adalah ilmu atau seni mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh setiap individu secara efektif dan efisien serta digunakan secara maksimal sehingga tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.

Dalam hal ini manajer sdm harus memiliki kecakapan mengelola seluruh sumber daya manasia (human resource) yang ada agar dapat bekerja secara maksimal, berkualitas, dan produktif.

Seorang yang berkecimpung di bagian manajemen sdm harus memiliki kompetensi, seperti kemampuan menyeleksi karyawan baru, menyusun perencanaan karir karyawan, dan melakukan evaluasi dan penilaian atas kinerja karyawan.

Selain itu, fungsi manajemen sdm adalah untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya manusia agar dapat bekerja secara efektif dan efisien, serta menyusun pembagian tugas dan tanggungjawab seluruh jajaran staf, mengevaluasi karyawan, pelatihan pengembangan skill, dan juga memberikan reward dan punishment pada seluruh karyawan secara adil dan seimbang.

4. Manajemen Produksi

Manajemen produksi berperan dalam mengoordinasikan berbagai kegiatan produksi untuk mencapai tujuan perusahaan. Dalam menjalankan kegiatannya, pihak manajemen produksi membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan produksi agar barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan yang direncanakan.

Manajer produksi harus mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, merancang sistem produksi yang efektif dan efisien, mulai dari pemilihan bahan baku, lokasi produksi, dan proses produksi.

Seorang manajer produksi harus memahami sistem produksi, proses material handling, menetapkan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH), tata letak peralatan pabrik, perencanaan produk, rancang bangun proses produksi, teknik pemeliharaan, perencanaan kebutuhan material dan lain-lain.

Baca Juga:

5. Manajemen Operasi

Manajemen operasi adalah manajemen yang berfokus pada proses produksi, dan memastikan perkembangan dan pemeliharan berlangsung secara efektif dan efisien.

Manajemen operasi bertanggungjawab mengelola proses pengubahan input seperti material, bahan baku, energi, dan tenaga kerja menjadi barang dan jasa (output).

Kemampuan yang dimiliki manajemen operasi adalah manajemen proyek, manajemen logistik, dan perencanaan pengendalian kualitas. Selain itu manajer operasi harus dapat menyusun alur produksi dan layout tempat kerja berdasarkan analisis proses kinerja seperti prosedur kerja dan transportasi, membuat layout tempat kerja, dan lain-lain.

6. Manajemen Strategis

Manajemen strategis adalah ilmu dan seni menyusurun, menerapkan, dan mengevaluasi keputusan-keputusan yang dibuat. Manajemen strategis bertanggungjawab pada proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan perencanaan dan kebijakan untuk mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan rencana dan bijakan untuk mewujudkan visi perusahaan.

Manajemen strategis mengkolaborasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsionalitas perusahaan.

7. Manajemen Informasi

Manajemen informasi adalah pengumpulan, penyimpanan, pengarsipan, sosialisai dan penghancuran informasi dalam suatu perusahaan atau organisasi. Tujuannya untuk mendapatkan data secara akurat dan konsisten, menghasilkan informasi yang berguna dari data mentah, menyimpan informasi secara aman dan dapat diakses selama masa manfaatnya, mendukung komunikasi dan mengambil keputusan secara efektif.

Tim manajemen informasi perlu mengambil data mentah dan diolah menjadi informasi kemudian menganalisis dan menginterpretasi informasi tersebut.

8. Manajemen Pendidikan

Manajemn pendidikan adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan penilaian usaha-usaha pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Definisi lainnya adalah suatu bentuk kerjasama antar pihak-pihak pendidikan demi mencapai target pendidikan yang telah ditetapkan.

Ruang lingkup manajemen pendidikan mencakup wilayah kerja, objek garapan, fungsi, dan pelaksana.

Jadi, itulah macam-macam manajemen yang bisa menjadi referensi kamu dan menambah wawasan kamu. Semoga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *