Memahami Seluk-Beluk Akuntansi Dasar Untuk Pemula

Memahami Seluk-Beluk Akuntansi Dasar Untuk Pemula
Photo by form PxHere

Akuntansi merupakan salah satu dari disiplin ilmu ekonomi yang dapat diterapkan dalam berbagai pekerjaan terutama dalam bisnis. Setiap aktivitas membutuhkan pengetahuan akuntansi baik dalam aktivitas individu maupun bisnis.

Pada dasarnya studi akuntansi tentang mengukur, mendeskripsikan, atau memberikan kepastian tentang informasi keuangan yang akan diberikan kepada pihak terkait, baik individu, investor, maupun pemilik usaha.

Sebagai pemilik bisnis, memahami akuntansi dasar dapat membantunya dalam memantau status bisnis yang dikelola. Dalam memahami dasar akuntansi, pemilik usaha dan pemilik UKM perlu lebih berhati-hati dalam mengelola usahanya. Karena perhitungan akuntansi dapat melihat status kinerja perusahaan dan memprediksi langkah perusahaan kedepannya.

Meskipun kamu bukan pemilik bisnis atau UKM, memahami akuntansi dasar juga akan membantu kamu mengelola keuangan. Jadi, kamu dapat mengalokasikan uang dengan cara yang bijak dan tepat

Pada prinsipnya, mempelajari akuntansi dasar membuka cakrawala dalam bidang ilmu keuangan lainnya. Untuk lebih memahami akuntansi, berikut adalah tips tentang cara belajar akuntansi dasar untuk pemula (newbie).

Apa itu Akuntansi?

Agar dapat mempelajari suatu cabang ilmu, maka jelaslah kita perlu memahami arti dan tujuan dari disiplin ilmu tersebut, begitu juga dalam ilmu akuntansi. Sangat penting untuk mengetahui dan memahami apa itu akuntansi.

Secara umum, pengertian akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, peringkasan, pengolahan dan penyajian data, transaksi dan peristiwa yang berkaitan dengan pembiayaan sehingga orang yang berkepentingan dapat dengan mudah memahaminya untuk pengambilan keputusan dan keperluan lainnya.

Proses-Proses Dalam Akuntansi

Mengacu pada pembahasan sebelumnya, akuntansi merupakan proses kompleks di bidang keuangan yang terjadi di suatu perusahaan, instansi, lembaga, atau organisasi. Proses akuntansi terdiri dari:

1. Pencatatan

Pencatatan merupakan proses penting dalam kegiatan umum akuntansi. Proses pencatatan ini merupakan kegiatan mendokumentasikan atau mencatat transaksi dalam suatu periode tertentu.

Proses pencatatan juga lebih dikenal dengan proses pembukuan, karena meliputi proses menganalisis transaksi dan menginputnya sebagai catatan transaksi. Pada tahap ini, pencatatanya menjadi sangat krusial, dimana jika ada kesalahan dalam melakukannya maka akan bisa berdampak buruk bagi perusahaan.

Dalam akuntansi itu sendiri, pembukuan umumnya terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan pencatatan yang lebih detail.

2. Meringkas dan mengklasifikasikan data transaksi

Biasanya, dalam pencatatan transaksi, data yang disajikan masih data mentah. Disinilah tugas seorang akuntan adalah meringkas dan mengklasifikasikan data-data tersebut ke dalam berbagai kategori dan menerjemahkannya menjadi data penting yang dapat diperhitungkan.

Pengklasifikasian ini bertujuan untuk memudahkan dalam menghitung apakah telah sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu juga akan memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan dalam membuat keputusan selanjutnya.

3. Laporan

Akuntan juga harus dapat menyajikan data tentang proses akuntansi dan semua transaksi dalam laporan keuangan yang akan disampaikan kepada manajemen untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.

Laporan keuangan dikirim bulanan, kuartal, dan tahunan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Proses ini menjadi ukuran apakah strategi bisnis yang dijalankan bekerja sesuai dengan harapan perusahaan.

4. Analisis

Setelah melakukan pembukuan, pengklasifikasian dan penyusunan laporan keuangan, seorang akuntan juga harus dapat menganalisis proses akuntansi tersebut. Pada tahap ini akuntan, harus mampu menemukan apakah ada transaksi yang belum sesuai.

Seorang akuntan akan melakukan analisis berdasarkan perbandingan keuntungan, penjualan, ekuitas, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk menentukan dan menganalisis kinerja organisasi atau perusahaan serta sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi merupakan langkah-langkah yang harus dilalui untuk menghasilkan informasi akuntansi dalam bentuk laporan keuangan yang benar dan sistematis. Pengertian siklus akuntansi adalah sebagai proses penyusunan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat diterima oleh manajemen. Adapun Siklus akuntansi ini terdiri 3 kelompok tahapan, yaitu:

  • Pencatatan dan penggolongan
  • Penyusunan laporan ringkasan keuangan.
  • Pembuatan dan penyajian laporan keuangan

Konsep Dasar Akuntansi

Poin-poin penting akuntansi dirangkum dalam dasar-dasar akuntansi, dan ini harus dipahami seorang akuntan yang handal. Konsep dasar akuntansi meliputi konsep debit kredit, jurnal umum dan khusus, buku besar, pembuatan neraca saldo atau trial account, dan penyajian laporan keuangan.

Selain itu, perlu juga memahami persamaan akuntansi dasar. Pengertian persamaan akuntansi dasar adalah hubungan antara aset, utang dan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Tujuan dari persamaan akuntansi dasar adalah sebagai dasar untuk melakukan pencatatan dalam sistem akuntansi, artinya setiap kali terjadi transaksi harus dicatat dalam dua hal yaitu sisi kiri (aktiva ) dan kanan (pasiva).

Persamaan akuntansi dasar merupakan keseimbangan antara sisi aset dan sisi kewajiban. Jika terjadi perubahan sebagai akibat dari transaksi keuangan, saldo harus selalu dijaga. Hal inilah yang menjadi dasar untuk dapat melakukan akuntansi, seperti membuat jurnal untuk menyajikan laporan keuangan.

Untuk memfasilitasi studi akuntansi, kita perlu memahami konsep ALOE. Dengan menggunakan konsep ALOE maka akan lebih mudah dalam mempelajari dasar-dasar akuntansi. Berikut penjelasan dari ALOE.

  • A = Assets (aset)
  • L = Liabilities (kewajiban)
  • OE = Owners Equity (modal usaha)

Berikut ini adalah persamaan dasar akuntansi yang diterapkan berdasarkan konsep ALOE, diatas:

Asset (pasiva) = Liabilities (pasiva) + Capital (pasiva)

Aset itu sendiri adalah aktiva yang merupakan sumber ekonomi yang memiliki nilai guna bagi organisasi atau perusahaan. Sedangkan kewajiban terdiri dari hutang yaitu pasiva. Dan, ada ekuitas atau modal pemilik bisnis dengan selisih kewajiban masa depan pemilik bisnis.

Nama dan nomor akun serta saldo normal

Akun merupakan elemen penting dalam pencatatan transaksi keuangan. Fungsi akun itu sendiri sebagai bentuk pencatatan transaksi serupa dan dapat mengubah komposisi aset, kewajiban, dan modal usaha sehingga memudahkan akuntan dalam menyusun laporan.

Menurut standar akuntansi keuangan, akun memiliki 2 (dua) jenis:

  • Akun riil yaitu yang dicatat dalam neraca meliputi aset (aset), kewajiban dan juga modal.
  • Akun nominal yaitu akun yang dicatat dalam laporan laba rugi yang mencakup pendapatan dan biaya.

Setiap nama akun memiliki nomor akun bersama dengan saldo normal. Saldo normal adalah saldo yang menempatkan akun pada posisi debit atau kredit. Catatan-catatan yang harus dihafal adalah sebagai berikut.

Nama AkunNomor Awalan AkunSaldo Normal
Aset1Debit
Utang2Kredit
Modal3Kredit
Pendapatan4Kredit
Biaya atau Beban5Debit

Nomor akun pada tabel akan berubah sesuai dengan jenis transaksi dan kebutuhan perusahaan. Misalnya, akun “kas” yang merupakan bagian dari aset, perusahaan ABC memberikan nomor akun “101” atau akun “Pendapatan sewa”, perusahaan BCA menetapkan “405” sebagai nomor akun pendapatan ini.

Secara umum, nomor akun dibagi sebagai berikut:

  • Akun aset diberi nomor “100 sampai 199”
  • Akun hutang diberi nomor “200 sampai 299”
  • Akun modal diberi nomor “300 sampai 399”
  • Akun pendapatan diberi nomor “400 sampai 499”
  • Akun biaya atau beban diberi nomor “500 sampai 599”

Setelah memahami nama-nama akun dan penomorannya, berikut ini adalah penjelasan dari setiap akun tersebut:

  • Aset atau aktiva dapat diartikan sebagai semua sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau organisasi yang berguna (secara ekonomis) di masa sekarang dan di masa yang akan datang.
  • Hutang berarti kewajiban atau hal yang harus dibayarkan kepada pihak lain pada waktu tertentu.
  • Modal adalah hak kepemilikan seseorang sebagai pemilik perusahaan atau organisasi antara selisih antara aset / aktiva dan kewajiban.
  • Pendapatan adalah pertambahan jumlah aset / aktiva karena produksi dihasilkan dari laba kotor (bruto).
  • Biaya atau beban dapat diartikan sebagai biaya atau pengeluaran terjadi karena untuk mendukung perolehan pendapatan.

Kesimpulan

Dasar Akuntansi sangat berguna bagi pemilik usaha, perusahaan dan UKM. Di atas adalah beberapa bagian dari dasar akuntansi, dengan memahaminya maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengimplementasikannya pada kegiatan bisnis. Tentu saja, ada beberapa perhitungan serta rumus lain yang lebih kompleks dalam disiplin ilmu akuntansi.

1 Shares:
Leave a Reply