Mengapa Feedback Dapat Mempengaruhi Performance Appraisal?

Mengapa Feedback Dapat Mempengaruhi Performance Appraisal
Photo by Ann H from Pexels

Pemberian masukan atau feedback kepada karyawan setelah performance appraisal. Kedua hal ini saling berpengaruh satu sama lain. Biasanya, performance appraisal dapat mempengaruhi feedback atau masukan yang nantinya akan diberikan kepada karyawan. Namun, bagaimana jika sebaliknya? Apakah feedback dapat mempengaruhi performance appraisal? Dan mengapa demikian?

Memberikan feedback setelah melakukan appraisal menjadi keharusan tersendiri didukung dengan data dan informasi kinerja dari tiap karyawan. Tetapi, faktanya ada masa ketika manajer atau supervisor memberikan masukan yang bersifat menyerang karyawan, bukan membangun karyawan tersebut. Sementara itu, ada juga atasan yang malah tidak tega atau kurang berani untuk memberikan masukan selugas-lugasnya kepada karyawan karena merasa tidak enak atau takut menyinggung.

Fungsi Feedback Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan

Inilah peranan penting manajer dalam memberikan performance feedback setelah melakukan performance appraisal. Manajer diharapkan dapat memberikan feedback yang berimbang, membangun dan tidak menyerang karyawan. Dengan begitu karyawan dapat lebih paham apa saja yang menjadi kekurangan dari kinerjanya dan menemukan cara untuk memecahkan atau mensiasati masalah kinerja tersebut.

Selain peranan dari manajer atau atasan, ketersediaan sistem yang mumpuni untuk melakukan appraisal pun tidak dapat dihiraukan. Dalam hal ini HRD dan perusahaan wajib menyiapkan sistem penilaian yang komprehensif sehingga dapat mengurangi kemungkinan penilaian yang tidak berimbang dari para manajer.

Banyak dari perusahaan mulai menggunakan Software HRD untuk mendukung performance appraisal yang sistematis dan berimbang. Software HRD dari LinovHR adalah salah satu yang banyak digunakan perusahaan. LinovHR dipilih karena sudah banyak melayani klien dan berpengalaman di bidang pengelolaan sumber daya manusia.

Software HRD dari LinovHR juga dikenal dengan sistem keamanan yang kuat dalam menjaga data karyawan. Hal ini merupakan pertimbangan tersendiri bagi perusahaan mengingat ada banyaknya manipulasi dan penyalahgunaan data karyawan di berbagai macam aspek.

Kesadaran karyawan untuk bergerak lebih maju juga diperlukan untuk membentuk performa kerja yang prima. Sebab, percuma saja jika manajer sudah memberikan berbagai feedback yang membangun dan sistem penilaian yang sistematis, sementara pihak karyawan terkesan “ogah-ogahan” dalam membangun kinerja yang jauh lebih baik.

Jika sudah begini, HRD dapat melakukan peninjauan ulang apakah ada faktor yang membuat karyawan sulit atau enggan berkontribusi dalam perusahaan. Pengaruh feedback dan performance appraisal yang baik dapat tercipta dengan adanya dukungan karyawan, manajer, dan sistem penilaian yang mumpuni.

Karyawan yang dapat memecahkan dan mensiasati masalah kinerjanya secara mandiri mampu meningkatkan kualitas kinerjanya secara mandiri. Maka, ketika karyawan akan menjalani performance appraisal di periode mendatang, kinerja karyawan akan jauh meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa selain performance appraisal mempengaruhi feedback, pemberian feedback itu pun juga akan mempengaruhi performance appraisal yang akan dilakukan di masa depan.

2 Shares:
Leave a Reply