Pengertian Norma Kesusilaan

Pengertian Norma Kesusilaan
photo by pexels/streetwindy

Norma kesusilaan merupakan salah satu norma sudah ada dari dahulu yang diterapkan pada masyarakat kita. Jenis norma ini selalu berkaitan dengan moralitas, kesopanan, dan kesusilaan dalam berperilaku di tengah-tengah masyarakat. Di budaya timur tentunya norma kesusilaan yang ada, pasti berbeda dengan norma-norma kesusilaan yang diterapkan di budaya barat.

Lalu, apa pengertian norma kesusilaan? Apa manfaat dan tujuan dari norma kesusilaan? Apa saja ciri dan karakteristik norma ini? Apa contoh-contoh norma kesusilaan? Dan, apa saja sanksi yang akan diterima jika melanggar norma kesusilaan? Untuk mengetahuinya lebih dalam, mari kita ulas satu persatu secara rinci.

Pengertian Norma Kesusilaan

Pengertian norma kesusilaan adalah aturan-aturan sosial yang mengatur cara manusia berperilaku secara umum dan yang berasal dari kesadaran manusia itu sendiri. Di dalam penerapan norma ini tidak ada sanksi ketat seperti norma hukum. Namun, bagi mereka yang melanggar aturan kesusilaan ini akan menerima sanksi individu, yaitu rasa malu.

Secara bahasa norma kesusilaan terdiri dari 2 (dua) kata, yaitu:

  • Norma, yang merupakan aturan, pedoman, atau panduan untuk mengatur.
  • Kesusilaan, yang merupakan sikap atau aturan hidup.

Sehingga definisi norma kesusilaan adalah suatu regulasi sosial yang berasal dari kesadaran manusia yang membentuk akhlak dan moral seseorang.

Karena berasal dari hati nurani, pedoman kesusilaan tidak ditulis dan implementasinya dilakukan oleh manusia berdasarkan hati nurani mereka. Norma kesusilaan juga dikenal sebagai norma moral, sehingga mereka yang melanggar aturan-aturan tersebut dikenal sebagai orang yang tidak bermoral (amoral) atau asusila.

Baca Juga: Pengertian Norma, Macam-Macam, Fungsi, Karakteristik, dan Contohnya

Tujuan dan Manfaat Norma-Norma Kesusilaan

Merujuk pada pemaparan pengertian norma kesusilaan di atas, tujuannya adalah agar setiap individu memiliki nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas yang baik sehingga keharmonisan dalam hubungan manusia dapat diwujudkan. Ini tentu akan memberikan banyak manfaat bagi manusia, misalnya, untuk membantu seseorang membedakan antara hal-hal buruk dan baik.

Selain itu, norma moral ini juga bisa menjadi petunjuk bagi manusia tentang bagaimana berperilaku dan bersikap di masyarakat.

Ciri dan Karakteristik Norma Kesusilaan

Berikut ini adalah beberapa karakteristik norma moral yang dapat kita ketahui:

  • Norma-norma ini berasal dari hati nurani manusia.
  • Norma ini bersifat lokal dalam masyarakat tertentu dan tidak abadi.
  • Mereka yang melanggar aturan norma tersebut akan menerima sanksi individu,yaitu seperti rasa malu, dikucilkan oleh masyarakat dan pertobatan batin.

Perbedaan Immoral dan Amoral

Immoral adalah suatu tindakan yang salah dan pelakunya mengetahui bahwa tindakan itu salah dan ia mengetahui ada yang lebih baik dari itu. Sedangkan, amoral adalah tindakan yang buruk namun pelakunya tidak mengetahui bahwa hal tersebut salah.

Contoh Sikap Yang Sesuai Dengan Norma Kesusilaan

Untuk lebih memahami panduan hidup yang satu ini, berikut ini adalah contoh-contoh norma kesusilaan yang umum kita jumpai:

1. Bersikap Jujur

Dalam konteks ini, jujur ​​tidak hanya dalam berbicara, tetapi juga dalam bertindak dan berperilaku. Contohnya adalah sikap kita ketika menemukan atau melihat barang milik orang lain yang jatuh atau tertinggal di suatu tempat.

Orang yang memiliki kejujuran ​​akan menyerahkan barang tersebutnya kepada pemiliknya atau melaporkannya kepada pihak yang berwenang sehingga mereka dapat mengembalikannya kepada si pemilik barang.

2. Meminta Maaf Ketika Melakukan Kesalahan

Biasanya, orang yang telah melakukan kesalahan akan meminta maaf. Sikap Ini adalah bentuk aturan kehidupan sehari-hari yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.

Dengan meminta maaf, seseorang menyadari kesalahan mereka dan menjadi lebih dewasa dengan meminta maaf. Ada pepatah Meksiko kuno mengatakan “orang yang berani meminta maaf adalah orang yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya”.

3. Memakai Pakaian Sesuai Dengan Tempat dan Situasi

Cara berpakaian juga merupakan bentuk aturan kesusilaan. Biasanya, orang memilih berpakaian sesuai dengan tempat dan situasi.

Contohnya, ketika kita menghadiri acara resmi, tentu saja kita harus mengenakan pakaian resmi. Dan untuk kegiatan biasa, kita bisa berpakaian kasual santai. Cara berpakaian juga bisa menunjukkan kepribadian seseorang.

Baca Juga: Arti Kata Komitmen, Ciri-Ciri, dan Bentuk Sikap Komitmen

4. Menghormati dan Menghargai Orang Lain

Di dalam budaya timur seperti Indonesia, menghormati dan menghargai orang lain merupakan bagian dari norma-norma moral. Biasanya hal ini terwujud dalam bentuk, orang tua harus lebih dihormati dan dihargai oleh orang yang lebih muda.

Selain itu, cara berbicara dan mengekspresikan pendapat kepada orang lain juga harus dipertahankan. Sesuaikan cara Anda berkomunikasi dengan orang-orang seusia dengan orang yang lebih tua.

5. Berbicara Dengan Cara Yang Baik

Bagi banyak orang, cara berbicara dianggap sepele. Namun, kenyataan adalah cara kita berbicara dan topik yang dibahas dapat berdampak besar pada orang lain dan diri kita sendiri.

Membicarakan orang lain juga akan berdampak pada diri kita sendiri. Jadi Anda perlu memperhatikan cara Anda berbicara karena itu akan mempengaruhi Anda sendiri.

6. Tidak Mengambil Hak Orang Lain

Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Dalam kehidupan bersama, tentu saja, setiap individu harus menghormati dan menghargai hak-hak orang lain.

Kita tidak boleh mengambil milik orang lain atau membahayakan orang lain. Setiap tindakan yang merugikan, misalnya, mengambil hak orang lain akan merusak keseimbangan masyarakat, menciptakan kesenjangan dan berpotensi mengakibatkan kekacauan.

Contoh Pelanggaran Norma Kesusilaan

Berikut ini adalah contoh pelanggaran-pelanggaran norma moral yang dapat kita temui sehari-hari, diantaranya adalah:

  • Berdusta atau tidak berkata jujur (bohong)
  • Memfitnah orang yang tidak bersalah
  • Mengambil paksa hak orang lain
  • Berzina dan berselingkuh
  • Merendahkan orang lain karena kemiskinan
  • Bersikap tidak sopan terhadap orang lain
  • Berlaku tidak adil kepada orang lain
  • Tidak mau membantu orang lain yang kesusahan
  • Tidak menghormati sesama manusia
  • Bersikap jahat dan kasar terhadap orang lain

Sanksi-Sanksi Dalam Norma Kesusilaan

Setiap insan manusia di dalam dirinya pasti ada ‘bisikan hati’ yang menuntunnya ke tindakan yang baik menurut norma. Namun, tidak jarang manusia mengabaikannya dan melakukan hal-hal yang melanggar norma. Ketika seseorang melakukan kejahatan, orang itu akan menerima hukuman. Berikut ini merupakan sanksi-sanksi norma moral jika kita melanggarnya

  • Perasaan malu
  • Perasaan menyesal yang mendalam
  • Dikucilkan oleh masyarakat, dan bahkan bisa dipenjara.

Baca Juga: Pengertian Kerjasama Menurut Para Ahli, Jenis dan Manfaatnya

Kesimpulan

Norma merupakan rambu-rambu yang harus diperhatikan oleh kita. Jika kita melanggar rambu-rambu tersebut maka kita akan mendapatkan sanksi hukum dan sanksi dari masyarakat.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *