Pengertian Sistem Pendidikan Karakter dan Kelebihannya

Pengertian Sistem Pendidikan Karakter
photo by pexels/pragyanbezbo

Membangun sebuah peradaban bangsa yang besar, harus diawali dengan membangun dan mengembangkan sistem pendidikan yang baik. Diperlukan menerapkan pola pendidikan karakter yang dimulai sejak dini. Pendidikan merupakan suatu alat untuk membantu manusia dalam meraih ilmu pengetahuan dan mengasah keterampilan.

Era teknologi informasi yang sangat pesat ini, pastinya akan memudahkan pengajar dan instansi pendidikan dalam mentransmisikan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya. Dengan bantuan teknologi tentunya sistem pendidikan berkarakter dapat terlaksana secara efektif serta efisien. Lalu, apa itu pendidikan karakter? Apa pengertian pendidikan karakter? Apa saja fungsi dan tujuan dari sistem pendidikan karakter? Dan, apa saja karakter yang ditanamkan kepada anak didik? Untuk memahaminya lebih dalam, mari kita ulas satu persatu secara rinci.

Apa Yang Dimaksud Dengan Pendidikan Karakter?

Sebelum membahas apa itu pendidikan karakter, ada baiknya kita memahami pengertian pendidikan terlebih dahulu. pendidikan adalah proses belajar ilmu pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan manusia yang dilakukan dari generasi ke generasi. Sedangkan karakter adalah akumulasi dari kepribadian, watak, dan ciri-ciri individu yang memandu kebiasaan dan kepercayaan individu dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, pendidikan karakter adalah sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu pada siswa, di mana ada komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai ini. Dengan demikian, pendidikan berkarakter merupakan suatu upaya manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan meningkatkan potensi siswa untuk mengembangkan karakter pribadi mereka sehingga mereka dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan lingkungan mereka.

Pendidikan karakter terkait erat dengan pendidikan moral di mana tujuannya adalah untuk terus membentuk dan mempraktikkan kemampuan individu untuk menyempurnakan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Para ahli telah memaparkan secara rinci mengenai pengertian sistem pendidikan karakter, berikut ini adalah definisi pendidikan berkarakter menurut pendapat para pakar, diantaranya:

1. John W. Santrock

Pengertian pendidikan karakter adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung pada siswa untuk menanamkan nilai-nilai moral dan memberi siswa pelajaran tentang pengetahuan moral dalam upaya mencegah perilaku yang dilarang dan menyimpang.

2. T. Ramli

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan esensi dan makna moralitas dan akhlak sehingga dapat membentuk kepribadian siswa yang baik.

3. David Elkind

Pengertian sistem pendidikan karakter adalah metode pendidikan yang dilakukan oleh pendidik untuk mempengaruhi dan membentuk karakter siswa. Dalam hal ini, guru tidak hanya mengajar mata pelajaran tetapi juga bisa menjadi contoh teladan.

4. Thomas Lickona

Definisi pendidikan karakter adalah upaya yang disengaja untuk membantu seseorang memahami, memperhatikan, dan menjalankan nilai-nilai etika dasar.

Pentingnya Pendidikan Karakter

Seperti kita ketahui, proses globalisasi akan memiliki dampak berkelanjutan pada perubahan karakter masyarakat Indonesia. Minimnya implementasi pendidikan karakter akan menyebabkan krisis moral yang akan mengakibatkan perilaku negatif di masyarakat, misalnya saja seperti pergaulan bebas yang negatif, penyalahgunaan narkoba, pencurian, kekerasan terhadap anak-anak, dll.

Menurut Thomas Lickona, setidaknya ada 7 (tujuh) alasan utama mengapa pendidikan karakter harus diberikan kepada masyarakat sejak usia dini, yaitu:

  • Sistem pendidikan Ini merupakan cara terbaik untuk memastikan bahwa peserta didik memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam kehidupan mereka.
  • Pendidikan ini dapat membantu meningkatkan kinerja akademik siswa.
  • Beberapa anak tidak dapat membentuk karakter yang kuat untuk diri mereka sendiri di tempat lain.
  • Sistem ini dapat membentuk individu yang dapat menghormati dan menghargai orang lain dan dapat hidup dalam masyarakat majemuk.
  • Pendidikan ini merupakan upaya untuk mengatasi akar masalah moral dan sosial, seperti ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah dan lain-lain.
  • Ini adalah cara terbaik untuk membentuk perilaku individu sebelum memasuki dunia kerja / bisnis.
  • Sebagai cara mengajarkan nilai-nilai budaya yang merupakan bagian dari karya peradaban.

Peran dan Fungsi Sistem Pendidikan Karakter

Secara umum, peran pendidikan berkarakter adalah untuk melatih karakter siswa sehingga mereka menjadi bermoral, luhur, toleran, tangguh dan berperilaku baik. Berikut ini merupakan fungsi utama sistem pendidikan karakter, yaitu sebagai berikut:

  • Untuk mengembangkan potensi dasar pada manusia sehingga mereka menjadi individu dengan pikiran yang baik, hati yang baik dan perilaku yang baik.
  • Membangun dan memperkuat perilaku masyarakat multikultural.
  • Untuk membangun dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dan unggul dalam hubungan internasional.

Pendidikan berkarakter harus diterapkan sejak dini, yaitu sejak usia anak-anak. Sistem pendidikan ini dapat dilakukan di keluarga, sekolah dan lingkungan bermain, selain itu menggunakan berbagai media pembelajaran.

Baca Juga: Arti Integritas Diri, Fungsi dan Manfaat Bagi Diri Kita

Tujuan Sistem Pendidikan Karakter

Pada dasarnya, tujuan utama dari penerapan sistem pendidikan berkarakter adalah untuk membangun generasi muda yang kuat, berakhlak mulia, bermoral tinggi, berjiwa besar, toleran dan kolaboratif. Untuk mencapai tujuan ini, siswa harus menanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang diperoleh dari Agama, Pancasila dan Budaya. Berikut ini adalah nilai-nilai dari pembentuk karakter, adalah:

  • Kejujuran
  • Sikap toleransi
  • Disiplin
  • Kerja keras
  • Kreatif
  • Kemandirian
  • Rasa ingin tahu yang tinggi
  • Semangat Nasionalis
  • Cinta tanah air
  • Menghargai proses dan prestasi
  • Ramah dan bersahabat
  • Cinta damai
  • Suka membaca
  • Peduli lingkungan
  • Peduli akan sosial dan budaya
  • Rasa tanggung jawab
  • Beragama
  • Berakhlak mulia

Lima Nilai Karakter Utama

Di negara Indonesia, gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berfokus pada lima nilai karakter utama yang berasal dari nilai-nilai Pancasila, yaitu:

1. Nilai-Nilai Karakter Agama (Religius)

Penerapan nilai-nilai karakter keagamaan dalam kehidupan sehari-hari orang Indonesia dapat dilihat dengan berbagai cara, seperti:

  • Cinta perdamaian
  • Menjunjung tinggi toleransi
  • Menghormati perbedaan dalam agama dan kepercayaan
  • Berpendirian teguh
  • Kepercayaan diri yang tinggi
  • Menjalin kerjasama antara pengikut agama dan kepercayaan
  • Anti terhadap pelecehan dan kekerasan
  • Mencintai lingkungan
  • Dll

2. Nilai-Nilai Karakter Nasionalis

Nilai-nilai karakter nasionalis adalah cara berpikir, berperilaku dan bertindak yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan terhadap bahasa, lingkungan, masyarakat, budaya, dan politik bangsa. Penerapan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dalam beberapa cara, termasuk:

  • Apresiasi yang tinggi terhadap budaya Indonesia
  • Menjaga kekayaan budaya Indonesia
  • Cinta tanah air
  • Menghormati dan menghargai keragaman budaya, etnis dan agama

3. Nilai-Nilai Karakter integritas

Nilai Nilai karakter integritas adalah nilai yang menjadi dasar perilaku masing-masing individu sehingga seseorang dapat dipercayai kata-kata dan perbuatan, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai moral dan manusia. Penerapan nilai-nilai karakter integritas dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dalam beberapa cara, termasuk:

  • Sikap bertanggung jawab
  • Berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial
  • Konsisten dalam berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran

4. Nilai-Nilai Karakter Kemandirian

Nilai karakter mandiri yaitu sikap dan perilaku yang tidak bergantung pada orang lain dalam menjalani kehidupan. Dengan kata lain, individu yang mandiri akan memaksimalkan pikiran, energi, dan waktunya untuk mewujudkan segala harapan dan cita-citanya. Penerapan nilai-nilai karakter kemandirian dapat dilihat dengan berbagai cara, yaitu:

  • Memiliki etos kerja yang baik
  • Tangguh dan berani dalam menghadapi tantangan
  • Memiliki daya juang yang tinggi
  • Berani mencoba dan tidak takut salah
  • Memiliki keberanian dan kreatif dalam bertindak

5. Nilai-Nilai Karakter Gotong Royong

Nilai karakter gotong royong adalah sikap dan perilaku yang menghargai semangat kerja sama dan bekerja bahu membahu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Penerapan nilai-nilai karakter gotong royong dapat dilihat dalam beberapa bentuk, seperti:

  • Saling menghormati orang lain
  • Dapat saling bekerjasama
  • Berkomitmen atas keputusan bersama
  • Saling membantu
  • Memiliki rasa solidaritas dan sukarela
  • Anti terhadap kekerasan dan diskriminasi

Baca Juga: Motivasi dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi

Strategi Pembelajaran dan Penilaian Pendidikan Karakter

Penerapan strategi pendidikan berkarakter dapat dilakukan dengan model pendidikan yang holistik dan pendidikan integratif. Berikut ini merupakan penjelasan lengkapnya:

1. Model Pendidikan Holistik

Ruang lingkup metode pendidikan holistik (holistic education) mencakup tiga ranah, yaitu metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good.

  • Knowing the good, yaitu transfer pengetahuan (kognitif) dengan cara yang baik.
  • Feeling the good, yaitu bagaimana meresapi, merasakan, dan mencintai suatu sikap kebajikan, sehingga menumbuhkan kesadaran mau berbuat suatu kebajikan.
  • Acting the good, yakni tindakan-tindakan nyata yang dibiasakan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

2. Model Pendidikan Terintegrasi

Pendidikan terintegrasi diterapkan dengan mengintegrasikan semua nilai-nilai karakter pada kompetensi mata pelajaran. Penerapannya melalui kegiatan belajar mengajar, pengembangan budaya sekolah, dan ekstrakurikuler.

  • Kegiatan belajar mengajar akan menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi melalui kegiatan observasi, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan berdiskusi dan presentasi, dan mengembangkan cara berpikir kritis.
  • Budaya sekolah akan menumbuhkan karakter siswa dari keimanan melalui doa awal dan akhir pelajaran, menjalankan sholat berjamaah, meningkatkan sikap saling menghargai, dan mengucapkan salam.
  • Kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, karya ilmiah, PMR, olahraga, seni dan lainnya akan meningkatkan kecakapan siswa untuk saling bekerjasama dan memiliki jiwa sportif.

Masalah-Masalah Yang Dihadapi Dalam Menerapkan Sistem Pendidikan Karakter di Sekolah

Program ini merupakan sistem yang masih baru dan masih banyak menghadapi kendala. Berikut ini kendala-kendala yang sering terjadi di lapangan, seperti:

  1. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan belum terjabarkan dalam indikator yang representatif.
  2. Lembaga pendidikan belum dapat memilih nilai-nilai karakter yang sesuai dengan visi.
  3. Pemahaman tenaga pendidik tentang konsep program pendidikan berkarakter belum menyeluruh.
  4. Guru masih belum dapat memilih karakter yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.
  5. Tenaga pengajar tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam mata pelajarannya.
  6. Guru belum menjadi teladan atas nilai-nilai karakter yang dipilihnya.

Baca Juga: Pengertian Indikator, Jenis dan Fungsinya

Kesimpulan

Konsep sistem pendidikan karakter yang sangat bagus ini akan membuahkan hasil jika dijalankan secara konsisten. Hal itu dapat tercapai jika lembaga pendidikan nasional tertinggi dapat saling berkolaborasi, berkomitmen, dan menyingkirkan kepentingan kelompoknya demi terwujudnya taraf pendidikan yang sama seperti di negara-negara maju lainnya. Karena dengan berkomitmen akan lahir generasi muda bangsa yang berkualitas.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *