Pengantar Ilmu Komunikasi

Pengantar Ilmu Komunikasi

Ilmu komunikasi banyak menjabarkan proses interaksi antara manusia dan kelompok. Manusia yang diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari komunikasi. Komunikasi merupakan hal terbesar yang dilakukan seseorang dalam hidupnya. Baik berkomunikasi dengan dirinya sendiri maupun komunikasi melalui media.

Didukung dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, komunikasi menjadi tanpa batas, tanpa penghalang, dan setiap orang bisa terlibat didalamnya. Dengan begitu komunikasi memang sangat penting dalam kehidupan manusia untuk mengembangkan kepribadian manusia itu sendiri.

Komunikasi yang dilakukan bertujuan agar terjadi kesamaan perspektif. Hal ini sesuai dengan asal kata komunikasi itu sendiri yaitu “communication” atau “communis” yang berarti sama, yaitu sama dalam makna.

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Karena fungsi komunikasi yang begitu penting dalam kehidupan manusia. Banyak para ahli dari latarbelakang keilmuan yang begitu tertarik untuk melakukan penelitian. Beberapa ahli yang meneliti komunikasi didominasi para sarjana sosiologi, psikologi, hingga filsafat. Dari berbagai macam penelitian yang mereka telah lakukan, lahirlah beberapa pengertian komunikasi seperti yang kita ketahui saat ini.

Berikut ini beberapa pengertian komunikasi menurut para ahli:

1. Edwin Neuman (1948)

Edwin Nueman mengatakan komunikasi adalah proses untuk mengubah kelompok manusia menjadi kelompok yang memiliki fungsi.

2. Hovland, Janis & Kelly (1953)

Komunikasi merupakan proses seseorang yang bertindak sebagai komunikator yang mengirimkan stimuli atau respon berupa verbal untuk mempengaruhi kepribadian atau sikap seseorang yang bertindak sebagai komunikan.

Baca Juga:

3. Harnack & Fest (1964)

Ilmuan ini mengatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses interaksi diantara orang-orang untuk tujuan integrasi intrapersonal dan interpersonal.

4. Colin Cherry (1964)

Colin Cherry beranggapan bahwa komunikasi adalah suatu usaha untuk membuat satuan sosial dari individu dengan menggunakan bahasa atau tanda. Komunikasi juga memiliki serangkaian peraturan untuk berbagai kegiatan dalam mencapai tujuan.

5. Dance (1970)

Komunikasi adalah usaha menimbulkan respons melalui lambang-lambang atau simbol-simbol verbal.

6. Raymond S. Ross (1974)

Raymon mengatakan, komunikasi adalah sebuah proses transaksional yang mencakup kegiatan menyeleksi, memilih, dan membagikan suatu makna. Makna-makna yang disampaikan bisa berasal dari pengalaman pribadi, atau berasal dari sumber-sumber lain.

7. Joseph A. Devito

Komunikasi adalah sebuah tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirimkan dan menerima pesan dengan situasi tertentu. Lalu komunikasi menghasilkan efek dan kesempatan untuk menerima pesan. Tidakan dalam komunikasi mencakup beberapa komponen yaitu, situasi, pengirim, penerima, media, hambatan, penerimaan, pemahaman, respon, dan efek.

Dari beberapa definisi komunikasi yang dicetuskan oleh para ahli diatas, definisi yang dinyatakan oleh Joseph A. Devito adalah yang paling lengkap dan luas.

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (informasi, idea, atau berita) dari satu pihak (individu atau kelompok), melalui saluran (channel) tertentu ataupun tidak sehingga menimbulkan pengertian bersamaan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Sejarah Ilmu Komunikasi

Komunikasi sebagai ilmu yang telah dikaji jauh sebelum ada ilmu publistik atau jurnalistik. Para pakar sepakat bahwa ilmu komunikasi merupakan kategori ilmu sosial dan ilmu terapan. Menurut Effendi (1984: 4), ilmu komunikasi memiliki sifat lintas disiplin ilmu karena didalamnya memiliki obyek material yang sama dengan berbagai ilmu lainnya yaitu manusia. Dikutip dari pakarkomunikasi.com ada 3 tahap lahirnya ilmu komunikasi yang sekarang banyak dipelajari manusia.

1. Awal Kemunculan Ilmu Komunikasi

Jurnalisme sebagai ilmu yang berkembang di Amerika Serikat pada abad 15 yang ditandai dengan diluncurkan sebuah buku yang berjudul “The Social Order” yang ditulis oleh Robert Bierstedt. Penulis tersebut menyusun berbagai macam ilmu murni yang terkai dengan ilmu terapan.

2. Kemunculan Sekolah Jurnalistik

Di tahun 1903, Joseph Pulitzer seorang tokoh terkenal dibidang pers, berharap adanya sekolah jurnalistik yang diperuntukan bagi para wartawan supaya dapat meningkatkan pengetahuannya di bidang jurnalistik. Ide ini disambut dan ditindaklanjuti oleh 2 orang rektor dari 2 universitas ternama di USA yaitu Nicholas Murray (Columbia University) dan Charles Elliot (Harvar University).

Dalam perkembangannya, ilmu jurnalistik tidak hanya berfokus pada surat kabar saja, melainkan juga termasuk media radio dan televisi. Selain mengabarkan berita, radio dan televisi juga menyiarkan berbagai program siaran lain. Pada momentum inilah jurnalisme berkembang sebagai komunikasi massa.

Para ahli berpendapat bahwa istilah komunikasi massa tidak lagi tepat jika ditinjau dari dampak yang ditimbulkan. Komunikasi massa bukan termasuk proses komunikasi yang holistik sehingga tidak dapat menjelaskan proses komunikasi yang bersifat kompleks.

Permasalahan tersebut dibuktikan dengan berbagai penelitian yang dilakukan oleh para ahli yang menunjukan bahwa proses pengambilan keputusan sebagai dampak media massa terjadi dalam 2 tahap bukan 1 tahap. Pengambilan keputusan tersebut yang sebagian besar dilakukan oleh komunikan melalui komunikasi antara individu dan komunikasi kelompok.

3. Lahirnya Ilmu Komunikasi

Berawal dari hasil penelitian tersebut, ilmu komunikasi hadir untuk mempelajari berbagai macam gejala sosial yang muncul sebagai akibat dari suatu proses komunikasi media massa, komunikasi antar individu dan komunikasi kelompok. Ilmu komunikasi (Communicology atau Communication Science) telah menjadi bahan penelitian di USA sejak tahun 1940an bertepatan dikemukakannya definisi ilmu komunikasi oleh Carl I. Hovland.

Carl I. Hovland (1940), mengatakan bahwa studi ilmu komunikasi merupakan suatu sistem yang mencoba merumuskan komunikasi dalam mode ketat terkait prinsip-prinsip informasi. Tujuannya adalah agar informasi dapat ditransmisikan dengan bentuk-bentuk yang teratur.

Keith Brooks dalam bukunya “The Communication Arts and Science of Speech” (1967) mengatakan bahwa banyak akademisi dibidang komunikasi di berbagai disiplin ilmu berkontribusi untuk memberikan pemahaman terkait proses dasar komunikasi. Seperti jenis dan bentuk kegiatan komunkasi.

Studi ilmu komunikasi juga berkaitan dengan prinsip-prinsip komunikasi dari para akademisi tersebut. Hal ini juga berkaitan erat dengan filosofis realistis komunikasi. Dimana terdapat program penelitian sistematis yang menguji keabsahan teori, melengkapi kesenjangan pengetahuan, penafsiran, dan mevalidasi temuan dalam disiplin khusus. Ini menyediakan ruang yang luas tetapi tidak terbatasi dari kepentingan akademik lain. (Efendi, 1984:6)

Hakikat Ilmu Komunikasi

Komunikasi sebagai proses penyampaian pesan yang memiliki tujuan untuk membentuk kesamaan makna. Komunikasi dapat tumbuh dan berkembang karena berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu lainnya seperti psikologi, politik, sosiologi, ekonomi, mekanika dan lainnya.

Baca Juga:

Jadi, Definisi komunikasi yang telah dinyatakan oleh para ahli pun sangant beragam karena di pengaruhi oleh keilmuan yang dimiliki oleh setiap ahli. Hampir tidak ada definisi komunikasi yang benar-benar lengkap dan komprehensif. Keberagaram tersebut menunjukan bahwa komunikasi adalah konsep yang kaya akan makna.

Adapun makna komunikasi yang tercermin dari beberapa definisi komunikasi dibedakan menjadi 4 bagian, yaitu:

1. Komunikasi Sebagai Proses Sosial

Komunikasi sebagai proses sosial yang fundamental. Oleh karena itu, ketika kita mempelajarinya kita akan mencoba untuk meneliti lebih dalam mengenai sesuatu yang menjadi pondasi bagi semua hubungan antara individu serta perubahan sosial (Kincaid dan Scramm dalam Suryana, 2004). Berbagai penelitian yang dilakukan para ahli berfokus pada penelitian aktivitas manusia serta hubungan pesan dengan prilaku.

2. Komunikasi Sebagai Proses Sosial

Saat manusia melakukan interaksi dengan manusia lainnya, maka terjadilah suatu peristiwa. Peristiwa tersebut dinamakan persitiwa sosial. Interaksi sosial hannya dapat terjadi jika ada kontak dan komunikasi. Jadi, komunikasi dapat dipahami melalui bentuk komunikasi dan sifat komunikasi. Bentuk komunikasi meliputi komunikasi personal (Komunikasi intrapersonal dan komunikasi interpersonal), komunikasi kelompok (kelompok kecil dan besar), dan komunikasi massa. Sifat komunikasi mencakup komunikasi tatap muka (face-to-face), komunikasi bermedia (mediated), komunkasi verbal (tulisan, lisan, tercetak), dan komunikasi non-verbal (kias, bergambar).

3. Komunikasi Sebagai Ilmu

Komunikasi adalah science karena ilmu komunikasi berkembang dengan penerapan metode ilmiah. Para ahli yang mengembangkan komunikasi sebagai ilmu yang menggunakan pendekatan ilmiah berdasarkan latarbelakang keilmuan yang dimiliki para ahli. Dalam praktiknya, ilmu komunikasi selalu berlandaskan dengan fakta, pertimbangan obyektif, sifat kuantitatifd, asas logika, logika induktif-generalisasi dan logika deduktif-hipotetik.

Selain dikembangkan dengan metode ilmiah, komunikasi juga terpenuhi persyaratannya sebagai suatu ilmu. Adapun syarat suatu ilmu adalah memiliki obyek formal dan obyek material yang didalamnya memiliki bentuk pertanyaan dan memiliki keragaman proporsisi.

Sebagai suatu disiplin ilmu, komunikasi memiliki karakteristik, yaitu sistematis, rasionalitas, obyektif, universal, communality dan verifabilitas.

4. Komunikasi Sebagai Keterampilan

Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan tentunya komunikasi memiliki tujuan. Pada umumnya tujuan komunikasi adalah untuk mengubah pengetahuan, opini, sikap, perilaku dan keterampilan . Agar terjadi komunikasi yang bejalan efektif maka komunikator harus memiliki kemampuan atas keterampilan yang diperlukan. Tidak hanya memiliki kemampuan bahasa verbal namun juga bahasa non-verbal. Kemampuan komunikasi (communication skill) sangat penting saat berinteraksi dengan orang lain.

Keterampilan komunikasi dapat membantu kamu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, mengatasi konflik, membangun tim, literasi media, dan public speaking.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *