Pengertian Ajudikasi Dalam Hukum, Fungsi, Manfaat, dan Contohnya

Pengertian Ajudikasi Dalam Hukum, Fungsi, Manfaat, dan Contohnya
Photo by August de Richelieu from Pexels

Istilah ajudikasi atau adjudication memang sangat erat kaitannya dengan penyelesaian hukum, konflik, perselisihan atau sengketa. Dalam bidang hukum, penggunaan istilah ini sudah sangat lumrah dan bahkan sangat umum kita dengan. Dari pengertian ajudikasi it sendiri juga menggambarkan bagaimana suatu perkara atau konflik dapat diselesaikan.

Nah, untuk lebih memahami apa itu sebenarnya ajudikasi? apa pengertian ajudikasi menurut para ahli? Apa saja tahapan-tahapannya? Serta, apa saja contoh penerapan ajudikasi dalam suatu sengketa? Mari kita bahas secara lebih rinci.

Apa Itu Ajudikasi?

Sebelum kita memahami apa yang dimaksud dengan ajudikasi secara fundamental, sebaiknya kita memahami pengertian ajudikasi secara umum. Pengertian ajudikasi adalah metode yang digunakan untuk menyelesaikan perselisihan atau konflik antara dua pihak yang melibatkan orang lain sebagai pihak ketiga. Nantinya, pihak ketiga ini akan bertindak sebagai perantara atau penengah untuk mencari jalan keluar dan menghasil kan keputusan yang adil yang dapat diterima kedua belah pihak yang berselisih.

Dalam suatu penyelesaian konflik, ajudikasi ini mencakup banyak perselisihan, seperti penyelesaian kasus perbankan, pendaftaran tanah, sosiologi, dan berbagai konflik lainnya. Intinya, ajudikasi dilakukan jika musyawarah mufakat tidak bisa lagi menghasilkan keputusan yang dapat saling diterima. Dalam praktiknya, keputusan yang diambil oleh ajudikator yang berhasil ini akan memiliki kekuatan yang sama dengan keputusan peradilan yudisial.

Ajudikasi adalah suatu istilah dalam disiplin ilmu hukum yang terkenal dalam penyelesaian kasus dan sering digunakan dalam masalah yang berhubungan dengan proses persidangan. Namun, tidak semua orang memahami dengan jelas seperti apa ajudikasi itu dan bagaimana prosesnya.

Baca Juga: Pengertian Komunikasi, Fungsi, Tujuan, Dan Jenis-Jenis Komunikasi

Tahapan-Tahapan Proses Sidang Ajudikasi

Dalam proses terdapat beberapa tahapan yang saling berhubungan satu sama lain. Mengacu pada pengertian ajudikasi yang telah dibahas sebelumnya, maka tahapan-tahapan sidang ajudikasi adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan awal

Tahap pemeriksaan awal ini berupa verifikasi untuk menguji kewenangan komisi, baik kewenangan yang bersifat absolut maupun relatif. Selain itu, tahap ini juga memeriksa kedudukan hukum pemohon dan tergugat serta batas waktu pengajuannya.

2. Pembuktian

Setelah aplikasi permohonan diterima, langkah selanjutnya adalah pembuktian. Pada tahap ini, pemeriksaan khusus atas bukti-bukti yang terkait dengan perselisihan dan kejadian terkait lainnya dilakukan. Di sini, semua pihak yang terlibat bisa mempresentasikan bukti-bukti yang dimilikinya.

3. Pemeriksaan setempat

Dalam tahap pemeriksaan setempat ini, sidang ajudikasi akan melibatkan saksi ahli. Pemeriksaan saksi dilakukan secara konsisten dan runtut berdasarkan verifikasi identitas dan hubungan kedua belah pihak dan konfliknya. Tidak hanya sampai disitu, para saksi juga akan diambil sumpah untuk memberikan pertanggungjawaban atas semua kesaksian mereka.

4. Kesimpulan para pihak

Setelah melewati tahap pemeriksaan, dewan majelis komisaris (ajudikator) akan menawarkan kepada kedua pihak yang terlibat suatu kesempatan untuk memberikan kesimpulan dari masing-masing pihak. Kesimpulan ini bisa dibuat secara tertulis atau lisan.

5. Pembacaan putusan

Tahap terakhir adalah pembacaan putusan oleh ajudikator. Keputusan ini mutlak dan harus diterima oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Pembacaan putusan ini adalah bagian dari sidang akhir ajudikasi.

Baca Juga: Kriteria dan Aspek-Aspek Efektivitas

Contoh Ajudikasi

Salah satu contoh proses ajudikasi adalah pada penyelesaian konflik kasus kecelakaan yang tidak disengaja dimana kedua pihak yang terlibat dapat dibenarkan. Hasilnya, dalam proses musyawarah tersebut, keduanya tidak menemukan titik terang.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, kedua belah pihak harus melakukan ajudikasi untuk memutuskan siapa yang bersalah. Selain itu, ajudikator yang berhasil juga akan membuat keputusan hukum tentang konsekuensi yang akan ditanggung.

Contoh lain dari sidang ajudikasi adalah penyelesaian konflik antara M. Taufik dan KPUD DKI Jakarta. Kasus ini terkait dengan proses pencalonan M. Taufik yang menjabat sebagai politikus Partai Gerindra yang ditolak sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019. Hal ini dikarenakan Taufik sendiri turut serta dalam perkara keterlibatan praktek korupsi di masa lalu.

Dalam prosesnya, persidangan ajudikasi ini akan memerlukan banyak sumber daya manusia, waktu dan biaya. Sidang juga akan berlangsung beberapa kali sebelum keputusan akhirnya diambil. Selain itu dalam hal pembiayaan, persidangan ini membutuhkan biaya pendaftaran, pemeriksaan, pelaksanaan keputusan dan biaya dari ajudikator.

Putusan itu sendiri biasanya digunakan untuk berbagai perselisihan yang kompleks (rumit) dan tak berujung melalui meditasi. Metode ini terbukti cukup efektif dalam memecahkan masalah-masalah persengketaan. Bahkan, dengan melalui proses ajudikasi ini persoalan yang telah diputuskan tidak akan muncul atau dipersengketakan lagi.

Kesimpulan

Sebagai negara yang berasaskan Pancasila dan Hukum, proses ajudikasi sangat umum ditemukan dalam suatu persidangan. Tidak hanya itu, ajudikasi juga dapat diterapkan dalam berbagai jenis permasalahan konflik yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *