Apa Pengertian Aktiva Tidak Berwujud Dalam Akuntansi? Ini Penjelasannya

Apa Pengertian Aktiva Tidak Berwujud Dalam Akuntansi - Ini Penjelasannya
Photo by Startup Stock Photos from Pexels

Setiap perusahaan pasti memiliki dan menguasai sejumlah aset atau aktiva. Aset memiliki pengaruh yang besar terhadap eksistensi serta keberlangsungan perusahaan. Segala sesuatu yang dimiliki perusahaan merupakan aktiva. Mulai dari bangunan, peralatan, perlengkapan, mesin, kendaraan, dan juga karyawan menjadi aset aktif perusahaan.

Semua jenis aktiva atau aset memiliki fungsi dan nilai yang berbeda. Dalam dunia akuntansi terdapat beberapa jenis aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan, seperti aktiva berwujud dan aktiva tidak berwujud.

Secara umum, pengertian aktiva adalah sumber daya milik perusahaan dan dapat diukur dalam satuan unit tertentu. Di dalam perusahaan, aset mempengaruhi terciptanya keuntungan dan keberlangsungan perusahaan. Jadi, dapat dikatakan bahwa dengan adanya aset, pihak manajemen dapat mengukur nilai perusahaan dan mengkomparasikan dengan perusahaan lain. Untuk itu dalam catatan akuntansi, aset atau aktiva dicatat di sebelah kanan neraca.

Aktiva tak berwujud (intangible assets) merupakan salah satu aset terpenting dan berpengaruh, khususnya bagi perusahaan besar. Jika ditinjau dari namanya aset ini tidak berwujud, bukan berarti aset tersebut tidak penting dan tidak berpengaruh terhadap perusahaan.

Adanya aktiva tidak berwujud tersebut membuat perusahaan menjadi berharga jika akan dialihkan ke tangan lain. Jika nilai dari aset kepemilikan tersebut memiliki nilai yang tinggi maka akan berdampak pada nilai perusahaan yang akan meningkat.

Pengertian Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Assets)

Berdasarkan PSAK No.19 IAI, 2002:19.5 (revisi 2000), definisi aktiva tidak berwujud adalah:

Dapat diidentifikasi fungsinya, valuenya dapat diketahui, dan jenis dapat dikategorikan.
Tidak ada bentuk fisik untuk aset tidak berwujud.
Dimiliki sehingga dapat digunakan untuk keperluan administrasi lain
Sumber daya yang dihabiskan bertujuan untuk memperoleh sumber daya tidak berwujud

Jadi yang dimaksud dengan aktiva tidak berwujud adalah aset yang bentuknya tidak terlihat, tetapi memiliki nilai bagi perusahaan dan umur ekonomisnya lebih dari setahun. Adanya aset tersebut sangat mempengaruhi bisnis terutama dalam jangka panjang.

Bisnis membutuhkan jenis aktiva ini untuk menciptakan nilai bagi bisnis guna meningkatkan keuntungan. Dalam beberapa kasus, aset tersebut memiliki nilai yang sangat besar dibandingkan dengan modal yang dimiliki perusahaan.

Karakteristik Aktiva Tak Berwujud

Berikut ini karakteristik dari aktiva tidak berwujud lengkap dengan penjelasannya:

  • Riil tak berwujud

Jika dilihat namanya, aset ini memang tidak memiliki wujud dan keberadaan yang bisa dilihat secara langsung. Namun, meski tidak memiliki bentuk atau keberadaan, aset tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam kelangsungan hidup perusahaan. Perusahaan dapat mengembangkan dan memperluas pangsa pasarnya jika aset tidak berwujud mereka memiliki nilai yang cukup tinggi.

  • Tidak dapat diklasifikasikan sebagai instrumen keuangan.

Aset tidak berwujud diukur berdasarkan nilai dan memiliki sifat jangka panjang. Pendapatan yang diterima dari aset jenis ini akan diterima di masa depan. Nilai aset ini diperoleh dari klaim dan selanjutnya kas yang akan diterima perusahaan dari subjek yang mengklaim aset perusahaan.

  • Bersifat jangka panjang

Manfaat aktiva tersebut lebih dari satu tahun. Namun, jika perusahaan tidak dapat mengukur atau mengestimasi valuenya, aset tersebut dianggap memiliki masa manfaat selama sepuluh tahun. Penentuan masa manfaat aset tersebut didasarkan pada hak kontraktual atau hak lain berdasarkan hukum-hukum yang berlaku.

Contoh Aset Tak Berwujud

Terdapat beberapa jenis aset yang dapat digunakan dan dipelihara oleh suatu perusahaan sebagai aset perusahaan.

  • Waralaba dan Lisensi (Franchise dan License)

Waralaba adalah hak untuk digunakan untuk membuat jenis usaha di mana pemilik waralaba telah menyetujui perjanjian komersial dengan penerima waralaba. Pemberi waralaba adalah orang yang memberikan hak kepada penerima waralaba untuk memasarkan atau menjual produk milik pemberi waralaba. Sementara itu, lisensi adalah hak untuk menggunakan suatu layanan atau produk.

  • Goodwill

Goodwill adalah situasi dimana terjadi kelebihan pembayaran aset dibandingkan dengan nilai pasar. Biasanya, “niat baik” ini akan muncul ketika satu perusahaan membeli perusahaan lain. Dengan berbelanja, perusahaan mendapat keuntungan. Keuntungan ini disebut niat baik. Dasar yang digunakan untuk menentukan nilai goodwill adalah nilai pasar atau nilai realisasi goodwill.

  • Trademark (hak merek dagang)

Ketika seseorang mendirikan perusahaan dan melakukan pemasaran dengan membuat logo atau merek, maka perusahaan itu telah menciptakan hak merek dagang. Untuk menggunakan hak komersial, Anda dapat mulai dari membuat produk, logo, dan desain hingga mengelola penerbitan sertifikat hak komersial. Untuk menentukan nilai suatu hak merek, dapat dinilai berdasarkan biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh hak merek tersebut.

  • Hak cipta

Salah satu aset tidak berwujud lainnya yang sering digunakan adalah hak cipta (copyright). Hak cipta adalah hak eksklusif perusahaan untuk menjual karya berhak cipta, seperti musik dan karya seni lainnya, dengan kesepakatan. Nilai hak cipta dapat ditentukan dari segala biaya yang timbul dari memperoleh hak cipta tersebut.

  • Hak paten (patent)

Jenis aset berikutnya adalah hak paten. Hak paten merupakan hak yang diberikan atas suatu invensi yang diperoleh dari suatu penelitian untuk melindungi dirinya sendiri dan bahkan untuk menjualnya untuk penemuan tersebut. Nilai paten adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh paten.

Akuntansi Untuk Aktiva Tidak Berwujud

Nilai aset ini dapat diukur dari semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut. Aset tidak berwujud dapat diakui ketika entitas memperoleh manfaat ekonomi darinya dan biaya untuk memperoleh aset tersebut dapat diukur dengan andal.

Entitas yang memiliki aset tidak berwujud harus mengevaluasi selisih antara biaya aset dan akumulasi amortisasi. Perusahaan perlu melakukan penilaian terhadap aset tidak berwujud untuk menentukan apakah nilai aset tersebut naik atau turun.

Keuntungan dan kerugian atas aset ini harus dilaporkan oleh entitas dalam laporan laba rugi. Ketika aset tidak memiliki manfaat ekonomis lagi, entitas harus menghentikan pengakuan aset tersebut.

Kesimpulan

Agar dapat berkembang pesat perusahaan wajib memikirkan bagaimana mereka mengelola segala asetnya dengan baik, termasuk aktiva tidak berwujud. Peran penting aktiva tidak berwujud menjadi salah satu faktor penting keberlangsungan hidup perusahaan dimasa yang akan datang.

0 Shares:
Leave a Reply