Pengertian Argumentasi, Ciri, Karakteristik, Tujuan, dan Contohnya

Pengertian Argumentasi, Ciri, Karakteristik, Tujuan, dan Contohnya
Photo by Tirachard Kumtanom from Pexels

Interaksi sosial menjadi aktivitas yang umum dilakukan oleh setiap individu. Tak jarang dalam interaksi tersebut sering terjadi fenomena seperti argumentasi, debat, dan lainnya. Fenomena ini merupakan sesuatu yang lumrah terjadi ditengah-tengah masyarakat.

Argumentasi merupakan bentuk dari aksi dan reaksi atas suatu tindakan untuk menguatkan suatu gagasan atau ide yang dipegang erat oleh seseorang. Lalu, seperti apakah argumentasi itu? Apa pengertian argumentasi menurut pendapat para ahli sosial dan komunikasi? Serta, apa tujuan dan ciri dari argumentasi? Untuk lebih memahaminya, mari kita ulas secara rinci.

Apa itu Argumentasi?

Istilah “argumentasi” diadaptasi dari bahasa Inggris, yaitu “Argumentation” yang berarti deskripsi, bukti atau dalil. Jadi secara bahasa, pengertian argumentasi juga dapat diartikan sebagai upaya meyakinkan orang lain dengan menyampaikan pendapat, pernyataan, sikap, yang didasarkan pada fakta nyata.

Secara umum pengertian argumentasi adalah tindakan atau proses penalaran sistematis untuk mendukung gagasan, tindakan, atau teori, dengan tujuan untuk meyakinkan atau mempengaruhi orang lain. Adapun pendapat lain mengatakan bahwa, pengertian argumentasi adalah alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pandangan, atau gagasan, dengan tujuan untuk membujuk atau meyakinkan orang lain.

Dalam menyampaikan argumentasi biasanya disertai dengan penjelasan obyektif, bukti, motif, dan ulasan disertai dengan contoh, analogi, dan kausalitas (sebab-akibat).

Baca Juga: 8 Unsur Intrinsik Pada Cerpen

Pengertian Argumentasi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa arti argumentasi, kita dapat mengacu pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Arti argumentasi adalah alasan yang digunakan untuk mendukung atau menolak ide-ide dan pendapat orang lain disertai dengan alasan-alasan yang rasional dan objektif.

2. Adeng Chaedar Alwasilah (2005: 116)

Definisi argumentasi adalah karangan yang berusaha untuk membuktikan benar atau tidaknya suatu pernyataan.

3. Gorys Keraf (1997: 99)

Pengertian argumentasi adalah retorika yang berusaha mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka percaya dan bertindak sesuai dengan keinginan pembicara atau penulis. Melalui argumentasi, seseorang berusaha menata fakta sedemikian rupa sehingga mampu membuktikan apakah suatu pendapat atau suatu hal itu benar atau tidak.

4. Aceng Hasani (2005: 43)

Pengertian argumentasi adalah karangan yang berusaha mempengaruhi orang lain dengan menyajikan bukti yang memperkuat argumen dimana penyajian dilakukan secara logis dan faktual dengan tujuan bahwa pembaca atau pendengar tertarik dengan apa yang diklaim penulis.

Ciri dan Karakteristik Argumentasi

Suatu argumen dapat dikenali dari karakteristiknya. Secara umum ciri-ciri suatu argumentasi adalah sebagai berikut:

  • Argumen selalu mengandung gagasan, pendapat, pernyataan, dalil atau pendapat seseorang tentang suatu masalah, baik yang disampaikan secara lisan maupun tertulis.
  • Penyampaian argumen selalu menyertakan alasan untuk meyakinkan orang lain tentang pendapat yang diungkapkan.
  • Argumen yang baik selalu disertai dengan data yang valid, faktual, objektif dan benar untuk memperkuat opini yang diungkapkan.
  • Argumentasi dapat merumuskan suatu masalah secara kritis, logis, analitis, dan analogis.

Tujuan Argumen

Argumen disampaikan karena ada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Berikut ini adalah beberapa tujuan argumentasi secara umum:

1. Mengemukakan pendapat

Tujuan argumentasi yang paling umum yaitu untuk menyampaikan pendapatnya sendiri kepada orang lain. Dalam mengutarakan pendapat, seseorang mungkin mendukung atau menentang pendapat orang lain.

2. Mempengaruhi orang lain

Pada umumnya orang menyampaikan argumen dengan tujuan untuk mempengaruhi orang lain agar gagasan dan pendapatnya diterima atau direalisasikan. Namun, ada juga opini yang diungkapkan semata-mata untuk menyampaikan visi, bukan untuk mempengaruhi.

3. Mengupayakan pemecahan suatu masalah

Dalam penyampaian argumen juga berusaha untuk mencari solusi dari suatu masalah. Dalam hal ini biasanya timbul suatu masalah, oleh karena itu diperlukan pendapat dan saran dari berbagai pihak.

4. Mendiskusikan masalah

Mirip dengan poin sebelumnya, argumen juga dapat bertujuan untuk membahas masalah tanpa harus mencapai titik tertentu. Artinya, ada masalah yang sedang dibahas tetapi tidak harus sampai ke titik yang benar karena perbedaan pendapat yang sama kuatnya.

Baca Juga: Pengertian Kesenjangan Sosial, Dampak, Bentuk, dan Contoh-contohnya

Langkah-Langkah Menyusun Paragraf Argumentasi

Sama seperti jenis teks lainnya, paragraf argumen memiliki struktur dalam penulisannya, yaitu sebagai berikut:

  • Membuat topik
  • Menetapkan tujuan penulisan
  • Melakukan observasi untuk mengumpulkan data
  • Membuat kerangka karangan
  • Mengembangkan kerangka karangan
  • Kesimpulan

Pola Pengembangan Paragraf Argumentasi

Berikut ini 4 pola pengembangan teks argumentasi, yaitu sebagai berikut:

1. Pola analogi (perbandingan)

Penalaran induktif dengan membandingkan 2 hal yang memiliki persamaan. Contoh paragraf argumentasi dengan pola analogi, yaitu:

Karakter setiap individu seperti padi yang terhampar di padang sawah yang luas. Ketika seseorang mendapatkan kekayaan, kepandaian, atau kebesaran, maka akan menjadi rendah hati serta dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi, maka akan semakin merunduklah ia. Jika padi tersebut kosong, maka akan berdiri tegaklah ia.

2. Pola generalisasi (umum)

Penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan data-data yang ada. Contoh paragraf argumentasi dengan pola generalisasi, yaitu:

Setelah hasil tes matematika anak kelas XI diperiksa, ternyata 13 anak mendapat nilai 8, 10 anak mendapatkan nilai 7, dan hanya 3 anak yang mendapat nilai 6. Jadi, bisa disimpulkan bahwa rata-rata anak kelas XI cukup menguasai mata pelajaran matematika.

3. Pola sebab-akibat (kausalitas)

Karangan yang dimulai dengan fakta khusus yang dijadikan sebab, kemudian disimpulkan menjadi akibat. Contoh teks dengan pola sebab-akibat, yaitu:

Kemarau sepanjang tahun ini cukup ekstrim. Dimana sebelumnya pohon-pohon di hutan menjadi sumber penyerap air banyak yang ditebang. Selain itu, sistem irigasi desa yang tidak cukup baik. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang kian meningkat serta kurangnya pengetahuan petani dalam mengelola lahan pertanian dengan cara yang tepat. Jadi, tidak heran panen desa ini sering mengalami kegagalan.

4. Pola akibat-sebab

Pola karangan yang dimulai dari fakta yang dianggap sebagai akibat, dan kemudian sebab yang ditimbulkan dari akibat tersebut. Contohnya:

Jumlah tunawisma di perkotaan semakin meningkat setiap tahunnya. Mereka dapat dengan mudah ditemui di jalan-jalan pusat kota. Banyak dari mereka yang tidak memiliki pekerja, sehingga mereka meminta-minta dijalanan. Fenomena sosial ini dimulai dari krisis ekonomi yang melanda negara ini. Krisis ekonomi yang berkepanjangan menjadi sebab turunnya segala sektor bisnis.

Baca Juga: Arti Kata Konvensional

Contoh Paragraf Argumentasi Yang Benar

Sekolah SMA Negeri 12 Jakarta dinobatkan sebagai sekolah negeri terbaik se-Jakarta. Banyak siswa-siswi yang berprestasi dicetak oleh sekolah tersebut. Tentunya hal ini terbukti dari banyaknya juara-juara olimpiade di berbagai cabang bermuara di sekolah ini. Tidak hanya di bidang akademik saja, sekolah ini juga mengirimkan siswa-siswi berprestasi dari cabang olahraga dan seni.

Tahun lalu mereka mengirimkan 40 atlet untuk mewakili Indonesia ke ajang kejuaraan Internasional yang dihelat di Seoul, Korea Selatan. Paduan suara yang mereka miliki juga ikut berprestasi pada tingkat kontinental.

Prestasi yang sangat membanggakan tersebut, tentunya tidak terjadi begitu saja. Tetapi semua karena latihan dan kerja keras dari semua jajaran sekolah yang selalu berkomitmen untuk keberhasilan bersama.

Kesimpulan

Dengan argumentasi dan penyampaiannya yang benar, segala gagasan dan ide dapat diterima dengan baik. Diperlukan data-data yang valid untuk memperkuatnya.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *