Pengertian Biaya Produksi dan Cara Menghitung Biaya Produksi

Pengertian Biaya Produksi dan Cara Menghitung Biaya Produksi
photo by unsplash/lennykuhne

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas secara rinci tentang faktor-faktor produksi. Di kesempatan kali ini kami akan membahas topik yang masih berkaitan dengan manajemen produksi, yaitu membahas tentang biaya produksi. Lalu, Apa yang dimaksud dengan biaya produksi? Apa pengertian biaya produksi? Unsur apa saja yang terdapat dalam biaya produksi? Dan, bagaimana cara menghitung biaya produksi secara umum? Untuk mengetahuinya lebih mendalam, mari kita ulas satu persatu secara detail.

Pengertian Biaya Produksi Adalah

Secara umum, pengertian biaya produksi adalah akumulasi biaya yang diperlukan dalam proses produksi, termasuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya pabrik secara keseluruhan. .

Dari pemaparan umum tersebut, dapat disimpulkan bahwa biaya produksi (production cost) adalah ongkos produksi yang dikorbankan perusahaan untuk menghasilkan produk jadi sampai barang masuk pasar untuk dijual.

Baca Juga: Pengertian Produksi dan Jenis-Jenis Produksi

Pengertian Biaya Produksi Menurut Pendapat Para Ahli

Untuk lebih memahami lebih dalam apa biaya produksi itu, kita dapat merujuk pada pendapat para pakar berikut:

1. Abdul Halim (1988: 5)

Definisi biaya produksi adalah akumulasi biaya yang berkaitan langsung dengan proses produksi suatu barang dan direkonsiliasi dengan pendapatan pada periode dimana barang tersebut dijual.

2. Amin Widjaja Tunggal (1993: 1)

Pengertian biaya produksi adalah biaya yang terkait dengan produksi suatu barang, yaitu jumlah bahan langsung, upah langsung, dan biaya pabrik umum.

3. Mulyadi (1995: 14)

Pengertian biaya produksi adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk memproses bahan baku dalam produk jadi, yang siap dijual.

4. Hansen & Mowen (2002: 24)

Biaya produksi adalah total biaya yang terkait dengan proses pembuatan barang dan penyediaan jasa.

5. M. Nafarin (2009: 497)

Pengertian biaya produksi adalah semua biaya yang terkait dengan barang yang diproduksi, di mana ada unsur biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya pabrik umum.

Fungsi Dan Tujuan Penentuan Biaya Produksi

Pada dasarnya, tujuan penentuan biaya produksi adalah untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan, yaitu untuk menghasilkan pendapatan dan kemudian membandingkannya dengan biaya. Berbagai tujuan penentuan biaya produksi adalah sebagai berikut:

1. Untuk Menetapkan Biaya Produksi

Sangat penting bahwa setiap perusahaan menentukan biaya produksi dengan tepat. Ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan dan mencatat semua bukti transaksi terkait biaya.

Melalui pengumpulan bukti dari transaksi, pencatatan dan penentuan terjadinya transaksi dengan tepat akan menghasilkan penentuan biaya produksi yang tepat pula.

2. Untuk Mengendalikan Biaya

Pengumpulan semua bukti transaksi, registrasi dan identifikasi biaya produksi yang sesuai memudahkan tugas manajemen produksi dalam hal pemantauan dan pengendalian biaya produksi.

3. Untuk Membantu Dalam Pengambilan Keputusan

Menentukan biaya produksi juga sangat berguna bagi perusahaan untuk membuat keputusan jangka pendek, yaitu termasuk:

  • Pembelian bahan baku
  • Pembelian peralatan produksi
  • Penentuan harga jual produk jadi

Secara umum, biaya produksi dapat dibagi menjadi 5 (lima) jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis biaya produksi, diantaranya:

  1. Biaya tetap (Fixed Cost / FC), yaitu biaya pada periode tertentu dengan kuantitas tetap dan tidak tergantung pada hasil produksi perusahaan. Misalnya, sewa gedung, pajak perusahaan, biaya administrasi, dll.
  2. Biaya variabel (Variable Cost / VC), yaitu biaya yang jumlahnya dapat bervariasi sesuai dengan hasil produksi perusahaan. Artinya, semakin tinggi hasil produksi, semakin tinggi biaya variabel. Misalnya, biaya tenaga kerja, biaya bahan baku yang dikeluarkan berdasarkan kuantitas produksi.
  3. Total Cost (Total Cost / TC), yaitu merupakan total dari semua biaya tetap dan variabel yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk jadi dalam periode tertentu.
  4. Biaya rata-rata (Average Cost / AC), yaitu jumlah biaya produksi per unit yang diproduksi. Biaya rata-rata dihitung dengan membagi biaya total dengan jumlah produk yang dihasilkan.
  5. Biaya marjinal (Marginal Cost / MC), yaitu merupakan biaya tambahan yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit produk jadi. Biaya-biaya ini timbul ketika ekspansi produksi dilakukan untuk meningkatkan jumlah barang yang diproduksi.

Baca Juga: Aspek dan Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Unsur-Unsur Biaya Produksi

Biaya produksi akan membentuk harga pokok produksi (HPP) yang akan digunakan untuk menghitung biaya pokok produk jadi dan biaya pokok produk pada akhir periode akuntansi. Menurut Charles T. Horngren, yang termasuk dalam unsur-unsur biaya produksi adalah sebagai berikut:

1. Direct Material Cost (Biaya Bahan Baku Langsung)

Biaya ini adalah bahan yang digunakan langsung untuk menghasilkan produk jadi yang siap dipasarkan. Bahan baku ini mencakup semua bahan yang dapat diidentifikasi secara fisik sebagai bagian dari produk jadi.

2. Direct Labour Cost (Biaya Tenaga Kerja Langsung)

Pekerja mengkonversi bahan baku langsung menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Tenaga kerja langsung adalah biaya untuk semua pekerja langsung yang berada dan diberdayakan untuk secara langsung mengelola kegiatan produksi.

3. Factory Overhead (Biaya Overhead Pabrik)

Biaya overhead pabrik adalah semua biaya pembuatan yang tidak langsung kembali ke produk tertentu. Beberapa elemen biaya overhead pabrik, yaitu:

  • Bahan Baku Tidak Langsung
  • Biaya Tenaga Kerja
  • Biaya Penyusutan (depresiasi ) dan Amortisasi Aset Tetap (aktiva tetap)
  • Biaya Perbaikan dan Pemeliharaan Mesin
  • Biaya Listrik dan Air
  • Biaya Asuransi Pabrik
  • Biaya Umum Lainnya

Teori Biaya Produksi Oleh Adam Smith

Berikut ini adalah contoh perhitungan untuk menghitung biaya produksi berdasarkan teori Adam Smith. Ini termasuk analisis biaya produksi dan laporan biaya produksi.

1. Analisis Biaya Produksi

Untuk menghitung total biaya tetap (Total Fixed Cost) adalah menambahkan biaya tetap (FC) dengan biaya variabel (VC).

Total biaya (TFC) adalah total biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk membeli semua kebutuhan barang dan jasa yang akan digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan / memproduksi suatu barang. Total biaya tetap dihitung untuk mendapatkan faktor-faktor produksi yang tidak dapat berubah dalam kuantitas.

  • Total variable cost (TVC) adalah total biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan faktor produksi variabel.
  • Cara menghitung biaya tetap rata-rata (AFC) adalah dengan total biaya dibagi dengan jumlah produksi.
  • Cara untuk menghitung biaya variabel rata-rata (AVC) adalah membagi biaya variabel total (TVC) dengan jumlah produksi.
  • Cara menghitung biaya total rata-rata (CA) adalah dengan total biaya dibagi dengan jumlah produksi.
  • Biaya marjinal (MC) diperoleh dengan menambahkan biaya produksi yang digunakan untuk meningkatkan produksi suatu unit barang / produk.

2. Membuat Laporan Biaya Produksi.

Laporan biaya produksi juga disebut laporan harga pokok produksi. Perhitungan laporan biaya produksi ini memprioritaskan perhitungan 3 hal, yaitu:

  • Data produksi. Dimana laporan harus dibuat mengenai perincian jumlah produk yang melewati proses pembuatan, jumlah produk yang telah selesai, dan jumlah total produk yang diproduksi dari awal hingga selesai dalam suatu periode.
  • Biaya dibebankan. Dimana laporan harus dibuat mengenai rincian harga satuan per produk / per item, yang mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan overhead pabrik.
  • Perhitungan harga pokok. Dimana laporan harus dibuat mengenai perincian biaya produk saat barang telah selesai diproduksi, dan masuk ke departemen produksi, untuk memasuki gudang tempat pengemasan dan penyimpanan produk jadi tersebut.

Baca Juga: Tujuan dan Strategi Manajemen Rantai Pasokan

Perbedaan Biaya Produksi dan Biaya Non-Produksi

Biaya produksi berbeda dari biaya non-produksi. Perbedaannya adalah bahwa biaya non-produksi adalah biaya yang berkaitan erat dengan pengembangan umum, pemasaran / distribusi, layanan pelanggan, desain, dan fungsi administrasi. Bergantung pada ekonomi, biaya non-produksi dapat dibagi menjadi 2 (dua) kategori, yaitu:

  1. Biaya penjualan yang mencakup biaya pemasaran / distribusi dan layanan pelanggan.
  2. Biaya administrasi yang mencakup biaya pengembangan, administrasi umum dan pengembangan.

Kesimpulan

Dengan memahami pengertian biaya produksi, maka kita akan semakin mengetahui cara menghitung harga pokok produksi, sehingga menghitung biaya margin produksi dengan tepat.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *