Pengertian Budaya Organisasi, Ciri, Jenis, Contoh, dan Fungsinya

Pengertian Budaya Organisasi, Ciri, Jenis, Contoh, dan Fungsinya
Photo by fauxels from Pexels

Budaya organisasi yang positif menjadi hal yang wajib diciptakan oleh profesional HR. Perusahaan yang memiliki organization culture yang baik akan meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan di semua lini dan di semua sektor.

Ada berbagai macam cara menciptakan budaya kerja yang dapat diterapkan. Namun, sebelum membahasnya, ada baiknya terlebih dahulu memahami apa itu budaya organisasi? apa pengertian budaya organisasi menurut para ahli? apa saja fungsi dan perannya? apa saja jenis dan macamnya? seperti apa ciri dan karakteristiknya? dan bagaimana metode yang tepat membangun budaya perusahaan yang baik?

Apa Yang Dimaksud Dengan Budaya Perusahaan?

Pengertian budaya organisasi adalah karakteristik yang ada dalam suatu organisasi dan menjadi pedoman bagi organisasi dengan cara yang membedakannya dengan organisasi lain. Dengan kata lain, budaya organisasi merupakan norma perilaku serta nilai-nilai yang dipahami dan diterima oleh semua anggota organisasi dan yang digunakan sebagai dasar tata tertib organisasi.

Selain itu, budaya organisasi dapat didefinisikan secara sederhana sebagai bagaimana hal-hal diselesaikan di tempat tersebut (Deal & Kennedy, 2000). Budaya dalam suatu organisasi melibatkan sekumpulan pengalaman, filosofi, pengamalan, harapan dan juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yang kemudian akan tercermin dalam perilaku anggota, mulai dari pekerjaan internal, interaksi dengan lingkungan luar organisasi, untuk harapan masa depan.

Ada juga yang menggambarkan bahwa budaya organisasi yang artinya melibatkan aturan, asumsi, kebiasaan, simbol, bahasa, simbol, norma, visi, sistem, kepercayaan, dan nilai tertulis dan tidak tertulis (Needle, 2004). Disisi lain, beberapa definisi budaya organisasi menekan dan membentuk perilaku karyawan dalam organisasi.

Jadi suka atau tidak suka, saat mereka masuk ke suatu organisasi atau perusahaan, maka mereka akan mengikuti adat istiadat, kebiasaan dan budaya yang mendominasi di organisasi tersebut.

Baca Juga: Ruang Lingkup dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang sosiologi telah menjelaskan tentang pengertian budaya organisasi, antara lain:

  1. Mondy dan Noe (1996)

    Pengertian budaya organisasi adalah sistem nilai bersama, kepercayaan, dan kebiasaan yang ada dalam suatu organisasi yang berinteraksi dengan struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku.
  2. Hodge, Anthony, dan Wales (1996)

    Pengertian budaya organisasi adalah konstruksi dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang dapat diamati dan tidak dapat diamati.
  3. Larissa A. Grunig

    Yang dimaksud dengan budaya organisasi adalah totalitas nilai, simbol, makna, asumsi, dan harapan yang mampu dalam pengorganisasian suatu kelompok kerja sama.
  4. Lathans (1998)

    Pengertian budaya organisasi adalah norma dan nilai yang menjadi pedoman perilaku anggota organisasi. Seluruh anggota organisasi akan berperilaku sesuai dengan budaya dominan agar dapat diterima oleh lingkungan organisasinya.
  5. Susanto

    Pengertian budaya organisasi adalah nilai-nilai yang dijadikan pedoman bagi sumber daya manusia untuk mewujudkannya, menghadapi masalah eksternal dan upaya untuk menyesuaikan integrasi dalam organisasi, sehingga setiap anggota organisasi dituntut untuk memahami nilai-nilai yang ada dan bagaimana mereka harus bersikap atau berperilaku.
  6. Robbins

    Definisi budaya organisasi adalah sistem makna bersama yang dimiliki oleh setiap anggota yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lain.
  7. Gareth R. Jones

    Pengertian budaya organisasi adalah persepsi bersama yang dimiliki oleh setiap anggota organisasi, suatu sistem makna bersama.
  8. Walter R. Freytag

    Pengertian budaya organisasi adalah berbagai asumsi dan nilai yang disadari atau tidak disadari yang dapat mempersatukan suatu organisasi. Asumsi dan nilai ini menentukan pola perilaku anggota organisasi.
  9. Sarpin (1995)

    Pengertian budaya organisasi adalah suatu sistem nilai, kepercayaan, dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur sistem formal satu sama lain untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi.
  10. Schein

    Pengertian budaya organisasi adalah suatu pola dari berbagai asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan, atau dikembangkan oleh suatu kelompok dengan tujuan agar organisasi belajar mengatasi dan mengatasi masalah yang muncul sebagai akibat dari adaptasi integrasi eksternal dan internal yang sudah berjalan dengan baik. Dengan cara ini, budaya organisasi harus diajarkan kepada semua anggota baru sebagai cara yang tepat untuk memahami, berpikir, dan merasakan masalah ini.

Fungsi dan Peran Budaya Organisasi

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada definisi budaya organisasi sebelumnya, pemimpin memegang peran penting dalam membentuk budaya kerja organisasi. Oleh karena itu, fungsi budaya organisasi secara umum dibagi menjadi beberapa hal, di antaranya:

  • Menambah rasa memiliki dan meningkatkan loyalitas karyawan kepada perusahaan
  • Dapat digunakan sebagai alat untuk mengorganisir anggota
  • Sebagai alat untuk memperkuat nilai-nilai organisasi
  • Sebagai mekanisme untuk mengontrol perilaku di lingkungan kerja
  • Mendorong semua struktur untuk meningkatkan kinerja baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang
  • Budaya organisasi juga berfungsi sebagai faktor penentu dalam manajemen, apa yang bisa dilakukan dan apa yang tidak

Selain itu, beberapa ahli juga menjelaskan tentang peran budaya organisasi, antara lain:

  1. Siagian (1992: 153)
    • Penetapan batas-batas perilaku dalam arti menentukan apa yang benar dan salah
    • Melahirkan rasa memiliki dan identitas suatu organisasi dan anggotanya
    • Mendorong komitmen kepada anggota bahwa kepentingan bersama berada diatas individual
    • Sebagai alat untuk memperkuat ikatan seluruh anggota organisasi
    • Sebagai alat untuk mengontrol perilaku anggota organisasi yang terkena pengaruh
  2. Ndraha (1997: 21)
    • Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
    • Menghubungkan komunitas
    • Sebagai sumber daya
    • Menjadi kekuatan penggerak
    • Sebagai kemampuan membentuk nilai tambah (value added)
    • Menjadi pandu pola perilaku
    • Sebagai warisan
    • Pengganti formalisasi
    • Sebagai mekanisme adaptasi perubahan
    • Sebagai proses yang menjadikan bangsa selaras dengan negara sehingga terbentuk state
  3. Robbins (1999: 294)
    • Peranan dalam penetapan batas
    • Menjadi identitas bagi anggota organisasi
    • Memfasilitasi munculnya komitmen
    • Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial

Baca Juga: Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

Jenis dan Macam Budaya Organisasi

Dalam bukunya, Mondy dan Noe (1996: 237) menjelaskan bahwa ada 2 (dua) jenis budaya organisasi yaitu:

  • Budaya terbuka dan partisipatif (open and participatory culture)

    Budaya organisasi jenis ini ditandai dengan pencapaian tujuan produksi yang tinggi yang didukung oleh rasa percaya pada bawahan, komunikasi terbuka, penuh perhatian, solidaritas dan kebersamaan dalam pemecahan masalah tim, otonomi karyawan dan pertukaran informasi.
  • Budaya tertutup dan otokratis (closed and autocratic culture)

    Budaya organisasi semacam ini ditandai dengan pencapaian tujuan kinerja tinggi, tetapi pencapaian tersebut dapat lebih terasa dan dipaksakan oleh organisasi dengan pemimpin yang otokratis dan kuat.

Contoh Budaya Organisasi

Setelah memahami secara rinci mengenai pengertian budaya organisasi dan fungsinya, kita juga harus mengetahui apa saja contoh budaya organisasi. Berikut penjelasannya:

  • Budaya administrasi

    Budaya ini sangat dibutuhkan, misalnya dalam hal korespondensi (surat menyurat), keluar masuk barang, pendapatan karyawan dan lain-lain untuk memudahkan kinerja perusahaan.
  • Budaya kedisiplinan

    Budaya organisasi dapat juga berupa kedisiplinan. Contohnya dalam hal ketepatan dalam menempatkan pesanan yang diminta, budaya ramah kepada pelanggan, tidak terlambat ke kantor dan masih banyak lagi.
  • Pembagian kewenangan yang jelas

    Kemampuan organisasi untuk membagi kewenangan merupakan budaya organisasi yang menjadi kunci keberhasilan perusahaan. Tanpa pembagian kewenangan yang jelas, kinerja anggota organisasi tidak akan maksimal karena adanya kebingungan.
  • Inovatif

    Inovasi menjadi budaya organisasi yang mendorong anggota untuk menciptakan atau mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif demi kemajuan organisasi.

Baca Juga: Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

Ciri dan Karakteristik Budaya organisasi

Dari penjelasan berbagai pakar budaya organisasi, dapat diketahui beberapa ciri dan karakteristik budaya organisasi, antara lain seperti:

  1. Innovation and risk taking (Inovasi dan pengambilan risiko)

    Inovasi dan pengambilan risiko merupakan suatu tindakan inovasi dan keberanian mengambil resiko dalam proses inovasi.
  2. Attention to detail

    Attention to detail artinya organisasi mengharapkan pekerja untuk bekerja dengan lebih detail, analisis, dan tujuan.
  3. Orientasi pada hasil

    Orientasi pada hasil berarti bahwa manajemen berorientasi / fokus pada hasil / manfaat dan tidak hanya pada proses untuk memperoleh hasil tersebut.
  4. People oriented

    Orientasi pada orang artinya manajemen sangat memperhatikan pengaruh atau manfaat dari sesuatu yang terjadi pada orang-orang di dalam organisasi.
  5. Team oriented

    Orientasi pembinaan didasarkan pada memprioritaskan kegiatan kerja dalam organisasi berdasarkan tim, bukan orang.
  6. Aggressiveness

    Agresif merupakan situasi dimana orang biasanya lebih kompetitif dan agresif daripada bekerja biasa saja.
  7. Stability

    Stabilitas merupakan situasi di mana kegiatan organisasi lebih menekankan pada pemeliharaan status quo daripada pengembangan.

Bagaimana Cara Membentuk Budaya Organisasi dan Komunikasi?

Budaya organisasi lebih banyak dipengaruhi oleh pemimpin dalam hal komunikasi dan kreasi di lingkungan kerja. Bila pemimpin tersebut adalah arsitek budaya organisasi maka budaya yang telah dibangun mempengaruhi gaya kepemimpinan (Schein, 2010). Jadi seorang pemimpin dalam pembentukan budaya kerja nantinya akan membantu anggota mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Oleh karena itu, budaya organisasi, kepuasan kerja, dan kepemimpinan sangat erat kaitannya.

Menurut laporan Gotham Culture, seorang pemimpin dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh budaya yang berbeda di lingkungan kerja yang berbeda. Kecuali yang berikut ini:

1. Budaya pribadi dan budaya pasar

Aspek pasar dan budaya manusia juga dipengaruhi oleh cara anggota organisasi membangun bisnis, memperlakukan konsumen, dan komunitas pada umumnya. Kebanyakan budaya yang memiliki struktur horizontal lebih mudah diterapkan dan lebih berharga.

Namun, hal ini tetap dapat merugikan dan membuat Anda kehilangan bisnis karena persaingan yang dikejar semua orang dan prioritas mereka (Boundless, 2015). Sedangkan budaya pasar lebih menitikberatkan pada hasil, persaingan, kesuksesan, dan bagaimana segala sesuatu dapat dilakukan (ARTS FWD, 2013).

2. Budaya adaptif dan budaya adhokrasi

Budaya adaptif berarti berkaitan dengan pengambilan keputusan, perubahan nilai, dan meningkatkan peluang bertahan hidup (Costanza dkk, 2015). (ARts FWD, 2013) menjelaskan bahwa budaya adhokrasi lebih ke arah pengambilan resiko, inovasi dan prioritas.

3. Budaya hierarkis, peran dan kekuatan

Lingkungan kerja yang mengadopsi budaya hirarki lebih menekankan pada konsep lingkungan kerja yang terstruktur dan formal. Kendali sepenuhnya dipegang oleh pejabat tertinggi perusahaan, karena mereka dinilai lebih berpengalaman serta memiliki kemampuan yang layak untuk dijadikan contoh dan panutan. Jenis budaya hirarki ini dianggap dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Metode peningkatan kualitas dalam jenis budaya ini adalah dengan mendeteksi kesalahan, proses pengendalian, pengukuran, pemecahan masalah secara sistematis, dan perangkat kualitas.

4. Budaya tugas dan budaya suku

Jenis budaya ini cenderung akan menciptakan lingkungan kerja yang ramah dan bersahabat. Seluruh karyawan dalam perusahaan dianggap seperti satu keluarga besar yang sedang berkolaborasi secara aktif dalam berbagai kegiatan dan pengambilan keputusan. Budaya suku ini sangat menekankan pada pembentukan team work yang solid dengan komunikasi yang baik.

Baca Juga: Hambatan Komunikasi Dalam Manajemen

Kesimpulan

Saat ini budaya organisasi menjadi hal yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Tidak hanya itu, budaya organisasi yang baik juga akan meningkatkan loyalitas para karyawan dan anggotanya.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *