Pengertian Cash Flow, Metode, Cara Membuatnya, dan Contoh

Pengertian Cash Flow, Metode, Cara Membuatnya, dan Contoh
image by miro.medium.com

Secara umum, cash flow adalah salah satu laporan keuangan penting dalam suatu bisnis. Ini karena laporan ini digunakan untuk melacak semua pendapatan dan pengeluaran perusahaan
secara detail.

Setiap perusahaan dalam melakukan pembukuan selalu menyertakan laporan arus kas. Sama seperti jenis laporan keuangan lainnya, laporan arus kas menjadi instrumen dalam membuat keputusan bisnis.

Dibawah ini akan dijelaskan secara detail mengenai apa itu cash flow. Bagi kamu seorang akuntan, atau yang sedang menjalani pendidikan akuntansi pasti sangat membantu kamu dalam memahaminya.

Pengertian Cash Flow

Daftar Isi

Sebelumnya, mungkin sebagian orang masih belum memahami pengertian cash flow atau laporan arus kas. Laporan arus kas adalah jenis laporan keuangan yang memberikan informasi relevan mengenai arus masuk dan arus kas keluar perusahaan. Dalam laporan cash flow akan melaporkan arus kas dari berbagai sumber.

Dari kegiatan operasional, kegiatan investasi dan kegiatan pembiayaan perusahaan. Tujuan penyusunan cash flow adalah untuk mengetahui secara riil berapa banyak kas yang telah dikeluarkan dan diterima oleh perusahaan. Dengan cara ini maka akan lebih mudah untuk mengetahui potensi realisasi kas di masa mendatang.

Penyusunan laporan cash flow dapat dilakukan dengan dua metode. Baik metode langsung maupun tidak langsung. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu saja, perusahaan dapat memilih di antara keduanya tergantung situasi dan kondisi yang ingin diterapkan.

Rekomendasi Editor

Membuat Laporan Arus Kas Dengan Menggunakan Metode Tidak Langsung

Setelah kamu mengetahui pengertian cash flow, berikut adalah cara menyusun arus kas. Dalam penyusunan cash flow dapat dilakukan dengan menggunakan metode tidak langsung.

Laporan arus kas yang dibuat dengan metode ini berkaitan dengan 3 item. Ini termasuk arus kegiatan usaha, kas yang berasal dari investasi dan kas yang berasal dari pembiayaan. Berikut langkah-langkah membuat cash flow dengan menggunakan metode tidak langsung:

Menyiapkan laporan laba rugi (profit and loss statement)

Pertama, siapkan data yang diperlukan. Salah satunya adalah akun laba rugi periode berjalan. Dari data tersebut akan diketahui bahwa status perusahaan apakah untung atau rugi.

Menyiapkan laporan neraca

Langkah kedua yaitu menyiapkan laporan neraca untuk periode sekarang dan periode sebelumnya. Mengapa laporan harus disiapkan untuk tahun sekarang dan tahun sebelumnya? Ini berfungsi untuk membandingkan dan memperoleh data tentang aktivitas keuangan perusahaan pada periode tahun berjalan.

Penyesuaian laba bersih dari data laporan laba-rugi

Data posisi keuangan perusahaan akan diperoleh di laporan laba rugi. Yang merupakan kerugian atau keuntungan. Dengan melakukan penyesuaian laba rugi ini, maka akan mendapatkan cash flow dari aktivitas operasional. Kas dari aktivitas operasi dicatat dalam laporan arus kas dengan menggunakan metode tidak langsung.

Mengoreksi pengaruh transaksi non tunai

Jika nilai arus kas dari aktivitas operasi sudah diperoleh maka langkah selanjutnya adalah mencari cash flow investasi dan pendanaan. Untuk melakukannya, lakukan koreksi untuk transaksi non tunai. Misalnya seperti penangguhan pembayaran tunai untuk transaksi sebelumnya dan selanjutnya. Data tersebut dapat dilihat melalui neraca sebelum dan selama periode berjalan.

Membuat laporan cash flow

Untuk lebih memahami contoh laporan arus kas berikut dengan menggunakan metode tidak langsung, Berikut ini contoh laporan arus kas dengan metode tidak langsung:

Membuat Laporan Arus Kas Dengan Menerapkan Metode Langsung

Selain dengan metode tidak langsung, membuat arus kas juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode langsung. Bedanya dengan metode tidak langsung adalah sumber datanya. Metode langsung menggunakan sumber data dari buku kas bank dan buku kas kecil. Berikut langkah-langkah penyusunan laporan arus kas dengan metode langsung:

Melakukan pemeriksaan silang

Ada beberapa jenis dokumen yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan silang. Mulai dengan buku kas bank, rekening giro, cheque dan buku kas kecil atau uang tunai. Proses ini juga dikenal sebagai rekonsiliasi. Apabila proses rekonsiliasi bank dengan uang tunai kecil sudah selesai, maka tahap pertama berhasil dilalui.

Klasifikasikan semua jenis biaya dan pendapatan dalam cash flow

Di tahap ini akan membutuhkan waktu yang lebih. Namun jika kamu melakukan tahapan ini setiap hari (mencatat semua pemasukan dan pengeluaran), tentunya bisa lebih cepat. Yang termasuk dalam arus kas operasi dari transaksi yaitu semua hal yang berhubungan dengan aktivitas utama perusahaan (yang dimasukkan dalam laporan laba rugi).

Sedangkan arus kas investasi adalah semua transaksi yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan aset tetap. Selain itu, piutang dalam bentuk tunai dari piutang usaha dan lain-lain. Terakhir, untuk pembiayaan arus kas, yaitu transaksi yang berkaitan dengan kewajiban dan modal yang perusahaan miliki.

Membuat laporan cash flow

Jika kamu telah melewati langkah-langkah sebelumnya, maka laporan arus kas dapat segera disusun. Ini karena semua data sudah berhasil didapatkan. Berikut ini adalah contoh laporan arus kas dengan menggunakan metode langsung:

Kesimpulan

Dengan adanya laporan cash flow, maka pemangku kepentingan dapat dengan mudah memantau perkembangan bisnis yang telah mendapat pendanaan. Untuk bagian internal, arus kas dapat menjadi sumber informasi untuk mengevaluasi bisnis secara holistic.

1 Shares:
Leave a Reply