Apakah Anda Ingin Membuat Keputusan Bisnis yang lebih akurat? Ini Decision Analysis Yang Perlu Anda Ketahui

Pengertian Decision Analysis Adalah
Photo by Thirdman from Pexels

Dalam menjalankan bisnis, Anda sering dihadapkan pada kebutuhan untuk membuat pilihan. Analisis keputusan atau decision analysis merupakan prosedur yang harus diselesaikan agar dapat membuat pilihan yang terbaik. Decision analysis adalah teknik yang dapat membantu Anda dalam melihat suatu masalah dengan cara yang lebih terorganisir.

Jadi, apa cara terbaik untuk melakukannya? Berikut ini panduan lengkap untuk menyusus analisis keputusan dan bagaimana cara melakukannya secara akurat.

Apa definisi dari Analisis Keputusan?

Menurut Investopediac.om, decision analysis adalah teknik metode, kuantitatif, dan visual untuk mengatasi masalah yang digunakan untuk membuat keputusan. Analisis keputusan sering diperlukan di perusahaan dari semua ukuran, kecil dan besar.

Di antara pilihan strategis yang dapat dibuat menggunakan teknik atau pendekatan ini adalah yang berkaitan dengan manajemen, operasi, pemasaran, investasi, dan aspek lain dari strategi bisnis. Ada berbagai teknik dan alat yang dapat digunakan untuk membuat proses melakukan analisis keputusan lebih mudah.

Unsur-unsur psikologis, metode manajemen, ekonomi dan isu-isu lain semua termasuk dalam berbagai teknik yang tersedia. Dikutip dari corporatefinanceinstitute.com, decision analysis (analisis keputusan) dilakukan untuk menjamin bahwa pilihan diambil berdasarkan informasi yang tepat, baik untuk masalah dasar atau rumit.

Baca Juga: Pengertian Prinsip Ekonomi, Tujuan, Ciri, Karakteristik, dan Contohnya

Ada banyak jenis decision analysis

Menurut pendapat Changeboard.com, pengambilan keputusan dapat bersifat analitik atau intuitif. Pengambilan keputusan di dunia usaha, di sisi lain, paling baik dilakukan secara analitis.

Hal ini disebabkan bahwa pilihan berdasarkan fakta dan statistik yang jelas cenderung menghasilkan hasil yang lebih baik. Ini adalah beberapa metode analisis keputusan yang dapat membantu Anda membuat pilihan terbaik.

1. Diagram afinitas (affinity diagram)

Diagram afinitas adalah sejenis diagram yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Saat melakukan brainstorming untuk ide-ide baru, diagram afinitas digunakan. Saat brainstorming, seringkali ada banyak informasi yang dipertukarkan.

Hal ini dapat menyebabkan Anda menjadi bingung. Akibatnya, diagram afinitas digunakan untuk membantu visualisasi konsep dan titik data agar lebih mudah dipahami.

2. Proses Hirarki Analitik atau Analytic Hierarchy Process (AHP)

Proses hierarki analitik merupakan teknik analisis keputusan yang sering digunakan dalam konteks situasi pengambilan keputusan yang rumit.

Metode ini memiliki kemampuan untuk mengurangi jumlah subjektivitas atau intuisi yang masuk ke dalam proses pengambilan keputusan.

3. Decision Tree

Proses pengambilan keputusan menggunakan decision tree, yang digambargakn semacam teknik analisis keputusan yang digunakan setelah kerangka penilaian masalah telah ditetapkan. Setelah pembuatan kerangka ini, ada sejumlah pilihan yang perlu dipertimbangkan kembali.

Setelah membuat model yang memperhitungkan semua kemungkinan hasil dan probabilitas, Anda dapat menentukan pilihan mana yang paling tepat untuk masalah tertentu. Karena mudah, ini adalah salah satu cara paling mudah untuk dipahami.

Selain itu, hasil, opsi, dan konsekuensi dari suatu pilihan semuanya telah diperhitungkan oleh pendekatan ini.

4. Nilai yang diharapkan atau expected value(EV)

Dikenal sebagai analisis nilai yang diharapkan, ini adalah teknik pengambilan keputusan yang digunakan setelah pemodelan.

Untuk menilai pilihan mana yang menghasilkan hasil paling optimal bagi perusahaan, perlu untuk menetapkan nilai untuk keputusan tersebut.

Ada rumus yang dapat Anda gunakan untuk menentukan nilai harapan, yaitu sebagai berikut:

EV = (Probabilitas A x Hasil yang Diharapkan A) + (Probabilitas B x Hasil yang Diharapkan A) + (Probabilitas C x Hasil yang Diharapkan A)

Baca Juga: Pengertian Ekuitas Dalam Akuntansi, Perbedaan, Jenis dan Contoh Ekuitas

Cara Membuat Decision Analysis

Berikut ini adalah contoh kasus dalam menyusun analisis keputusan.

Misalkan perusahaan Anda harus memilih antara mendirikan toko cabang di Medan atau Padang sebagai investasi strategis. Tentu saja, biaya dan tingkat keberhasilan di kedua tempat ini sangat berbeda satu sama lain.

Mengikuti pengumpulan data yang relevan, misalnya, peluang sukses dari toko di Medan adalah 30% dan peluang sukses dari toko di Padang adalah 20%. Kemudian Anda harus mencari tahu berapa banyak uang yang Anda perlukan untuk berinvestasi di setiap toko.

Anda akan membutuhkan 200 juta rupiah, misalnya, untuk mendirikan toko di Medan, Indonesia. Sebuah toko di Padang, di sisi lain, dengan modal 250 juta rupiah.

Jika Anda sukses di Medan, Anda berharap mendapat untung 600 juta rupiah. Jika gagal, Anda hanya akan mendapatkan kompensasi 120 juta rupiah.

Untuk toko di Padang, kalau berhasil bisa dapat 700 juta rupiah, dan kalau gagal atau rugi bisa untung 150 juta rupiah.

Anda sekarang cukup memasukkan hasil perhitungan ini ke dalam rumus EV. Hasilnya, berikut rumusnya:

  • EV (Toko Medan) = (0,3 x 600.000.000) + (0,7 x 120.000.000) = Rp 264.000.000
  • EV (Toko Padang) = (0,2 x 750.000.000) + (0,8 x 150.000.000) = Rp 270.000.000

Langkah selanjutnya adalah mengurangi jumlah modal yang dibutuhkan untuk mendirikan toko berdasarkan potensi pendapatan yang telah diestimasi menggunakan EV sebelumnya.

  • Toko di Medan = Rp 264.000.000 – Rp 200.000.000 = Rp 64.000.000
  • Toko di Padang = Rp270.000.000 – Rp 250.000.000 = Rp 20.000.000

Dari perkiraan ini dapat ditunjukkan bahwa mendirikan bisnis di Medan akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Itulah gambaran singkat mengenai pengambilan keputusan. Ya, Anda harus selalu mengikuti prosedur ini sebelum membuat pilihan bisnis utama untuk mendapatkan hasil terbaik. Selain pengambilan keputusan yang baik, ada banyak elemen bisnis lain yang harus dipertimbangkan.

Sumber: glints.com/blog

1 Shares:
Leave a Reply