Pengertian Diskriminasi, Jenis-Jenis, dan Contoh Diskriminasi

Pengertian Diskriminasi, Jenis-Jenis, dan Contoh Diskriminasi
photo by pexels.com

Kasus-kasus mengenai diskriminasi memang selalu ada dimuka bumi ini. Pada hakikatnya, manusia memang memiliki sifat memandang dirinya lebih baik dari orang lain. Manusia beranggapan bahwa orang yang memiliki kekurangan di bandingkan dirinya boleh didiskriminasi. Walaupun anggapan tersebut salah, namun ada saja berbagai alasan perlakuan diskriminatif bisa terjadi dilingkungan kita.

Tidak bisa kita nafikkan, bahwa kita pernah mendiskriminasi orang lain yang kita anggap dibawah kita, entah karena kekurangan fisik, kemiskinan, kebodohan, atau lainnya. Lalu, apa sih diskriminasi itu? Apa pengertian diskriminasi? Dan, apa saja jenis dan contoh perilaku diskriminatif itu? Nah, untuk memahaminya secara mendalam, mari kita ulas lebih rinci.

Apa Yang Dimaksud Diskriminasi?

Diskriminasi adalah sebagai sikap, perilaku, dan tindakan individu atau kelompok yang tidak adil atau tidak seimbang terhadap individu atau kelompok lain. Ada juga yang memaparkan bahwa yang dimaksud dengan diskriminasi adalah tindakan atau perlakuan yang mencerminkan ketidakadilan terhadap individu atau kelompok tertentu karena sifat khusus dari orang atau kelompok tersebut.

Ada banyak bentuk tindakan diskriminatif yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini terjadi karena orang pada umumnya cenderung membedakan atau menggolongkan diri. Perlakuan tidak adil dapat terjadi dimana saja, kapan saja karena perbedaan karakteristik sebagai berikut:

  • Perbedaan jenis kelamin (gender)
  • Perbedaan agama (kepercayaan)
  • Perbedaan suku dan ras
  • Perbedaan kelas dan status sosial
  • Perbedaan ideologi politik
  • Perbedaan kondisi fisik
  • dan lain-lain

Baca Juga: Pengertian HAM

Pengertian Diskriminasi Menurut Pendapat Para Ahli

Untuk lebih memahami apa arti diskriminasi, kita dapat mengacu pada kajian para ahli berikut ini:

1. Theodorson (1979)

Arti diskriminasi adalah perlakuan yang tidak setara terhadap individu atau kelompok atas dasar sesuatu, biasanya bersifat kategoris atau ciri khas seperti ras, etnis, agama atau keanggotaan kelas sosial.

2. Sears, Freedman, dan Peplau (1999)

Definisi diskriminasi adalah perilaku yang menunjukkan penolakan terhadap individu atau kelompok semata-mata karena keanggotaan individu dalam kelompok.

3. Fulthoni, dkk.

Pengertian diskriminasi adalah suatu perlakuan tidak adil dan tidak seimbang yang dilakukan untuk membedakan individu atau kelompok berdasarkan sesuatu, biasanya bersifat kategoris, atau ciri-ciri khusus, seperti berdasarkan ras, etnis, agama atau keanggotaan kelas sosial.

4. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Arti diskriminasi adalah perbedaan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, agama, golongan, suku, ekonomi, dan sebagainya.

5. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Diskriminasi adalah perilaku dan tindakan yang dilakukan atas dasar perbedaan kategorisasi menurut sifat atau masyarakat, yang tidak ada hubungannya dengan kemampuan atau jasa individu.

Baca Juga: Pengertian Kewajiban Asasi Manusia, Contoh-Contohnya

Faktor Penyebab Diskriminasi

Seperti telah disinggung sebelumnya, tindakan diskriminatif terjadi karena adanya kecenderungan masyarakat untuk membedakan atau menggolongkan diri. Menurut Yahya (2006), setidaknya ada 6 faktor penyebab diskriminasi, antara lain:

1. Mekanisme Pertahanan Psikologis

Pada manusia terdapat mekanisme pertahanan psikologis (proyeksi/projection) dimana seseorang mentransfer suatu karakteristik yang tidak disukainya kepada orang lain.

2. Perasaan kecewa (disappointed)

Perlakuan diskriminatif juga bisa muncul dari kekecewaan internal. Kekecewaan itu kemudian dilampiaskan kepada pihak atau orang yang dianggap sebagai ‘kambing hitam’ atas kekecewaan tersebut.

3. Sejarah

Sikap diskriminatif terhadap ras atau negara tertentu dapat terjadi karena sejarah yang tidak menyenangkan terkait dengan ras atau negara tersebut.

4. Perasaan Tidak Aman dan Minder

Tidak sedikit orang yang merasa terancam (insecure) dan rendah diri (minder) dan kemudian berusaha menenangkan diri dengan merendahkan orang lain. Hal ini pada gilirannya mengarah pada perlakuan diskriminatif.

5. Eksploitasi dan Persaingan

Masyarakat modern yang umumnya lebih materialistis dan selalu bersaing satu sama lain. Persaingan ini kemudian dapat menimbulkan tindakan diskriminatif terhadap individu atau kelompok tertentu untuk mengeksploitasi dan memperoleh kekayaan, kemewahan dan kekuasaan.

6. Sosialisasi

Perlakukan diskriminatif dapat dipelajari dan diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya melalui proses sosialisasi. Hal ini kemudian membentuk pandangan stereotip dalam masyarakat tentang perilaku, cara hidup, dan sebagainya.

Jenis-Jenis Diskriminasi

Seorang sosiolog bernama Pettigrew (dalam Liliweri 2005) menyatakan bahwa ada 2 (dua) jenis tindakan diskriminatif yang bisa terjadi di masyarakat. Adapun jenis-jenis diskriminasi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Diskriminasi Langsung

Pengertian diskriminasi langsung adalah bentuk perlakuan diskriminatif di mana hukum, peraturan atau kebijakan ditetapkan dengan mencantumkan ciri-ciri tertentu secara jelas. Misalnya, agama, ras, jenis kelamin, kondisi fisik, sehingga sebagian orang tidak mendapatkan kesempatan yang sama.

2. Diskriminasi Tidak Langsung

Jenis perlakuan diskriminatif tidak langsung terjadi apabila suatu peraturan yang bersifat netral, namun dalam pelaksanaannya di lapangan, mendiskriminasi orang yang berkarakteristik tertentu.

Baca Juga: Apa itu Konflik? dan Apa Penyebabnya serta Dampaknya Bagi Sosial Masyarakat?

Contoh Kasus Perlakuan Diskriminatif

Mungkin masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa tindakannya merupakan bentuk diskriminatif terhadap orang lain. Beberapa contoh bentuk tindakan diskriminatif adalah:

  • Contoh diskriminasi gender, seperti memberikan gaji yang lebih rendah kepada karyawan perempuan dibandingkan laki-laki, padahal tugas dan tanggung jawabnya sama.
  • Contoh diskriminasi rasial, seperti penutupan kesempatan kerja untuk jenis pekerjaan tertentu untuk ras tertentu, sehingga tidak ada kesetaraan pada jenis pekerjaan tersebut.
  • Contoh diskriminasi agama, seperti mempersulit atau menghambat proses kegiatan keagamaan lain di suatu daerah karena mayoritas penduduk di daerah itu berbeda agama.
  • Contoh diskriminasi sosial, seperti layanan fasilitas umum yang berbeda (misalnya perawatan kesehatan) untuk orang kaya dan orang miskin.

Kesimpulan

Secara sadar atau tidak, kita pernah mendiskriminasi orang lain dan mendapat perlakukan diskriminatif dari orang lain. Kita tidak harus setara, yang kita harus lakukan adalah dapat berlaku adil terhadap orang lain, tidak peduli seberapa buruknya mereka.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *