Pengertian Etika Profesi

Pengertian Etika Profesi

Setelah membahas pengertian profesi pada artikel sebelumnya, kali ini kami akan memaparkan secara lengkap, apa itu pengertian etika profesi? Apa saja prinsip dasar etika profesi? Apa saja fungsi etika profesi? Dan, contoh-contoh etika profesi?

Nah, sebelum masuk pada inti pembahasan materi etika profesi. Ada baiknya kita mengulas kembali apa itu profesi. Profesi adalah suatu keterampilan khusus yang dalam prakteknya didasarkan pada struktur teoritis tertentu dari berbagai bagian ilmu. Orang yang bekerja di bidang profesi disebut profesional. Ada banyak jenis profesi, diantaranya seperti dokter, arsitek, jurnalis, dosen, pengacara, dan lainnya.

Pengertian Etika Profesi

Secara umum pengertian etika profesi adalah sikap etis yang dimiliki oleh seorang profesional sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sikap hidup dalam menjalankan tugasnya dan penerapan standar etika umum pada bidang khusus (profesi) dalam kehidupan manusia.

Kode etik profesi sangat erat kaitannya dengan bidang pekerjaan tertentu yang berhubungan langsung dengan masyarakat atau konsumen. Konsep etika harus disepakati bersama oleh pihak-pihak di wilayah kerja tertentu, misalnya seperti kode etik dokter, jurnalistik dan pers, guru, dosen, teknik (engineering), ilmuwan dan profesi lainnya.

Etika profesi ini berfungsi sebagai sistem norma, nilai dan aturan profesi secara tertulis yang secara jelas menunjukkan apa yang baik / benar dan apa yang tidak benar / tidak baik bagi seorang profesional. Dengan kata lain, kode etik profesi disusun agar seorang profesional bertindak sesuai aturan dan menghindari tindakan yang tidak sesuai dengan kode etik profesi.

Baca Juga: Penjelasan Tentang Pengertian Etika, Karakteristik dan Jenis-Jenis Etika

Etika Profesi Menurut Ahli

Untuk lebih memahami apa itu etika profesi, dapat kita merujuk pendapat para ahli berikut ini:

1. Siti Rahayu (2010)

Etika profesi adalah kode etik bagi suatu profesi tertentu dan oleh karena itu harus dipahami dengan baik, bukan sebagai etika yang mutlak (absolut).

2. Kaiser (Suhrawardi Lubis, 1994: 6-7)

Pengertian etika profesi adalah cara hidup yang berwujud keadilan untuk memberikan pelayanan profesional kepada masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan untuk melaksanakan tugas dalam bentuk kewajiban kepada masyarakat.

3. Anang Usman, SH, MSi

Etika profesi merupakan sikap hidup yang harus dipenuhi perlunya pelayanan profesional dari klien dengan komitmen dan keahlian sebagai pelayanan dalam konteks kewajiban masyarakat secara keseluruhan kepada anggota masyarakat yang membutuhkannya dengan refleksi yang cermat.

Fungsi dan Tujuan Etika Profesi

Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Prinsip-prinsip Kepegawaian, Kode Etik Profesi merupakan pedoman sikap, perilaku dan tindakan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari. Adapun fungsi dan tujuan etika profesi adalah sebagai berikut:

1. Fungsi kode etik profesi

  • Sebagai pedoman bagi seluruh anggota suatu profesi dengan memperhatikan prinsip-prinsip profesi yang telah ditetapkan.
  • Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat umum terhadap suatu profesi tertentu.
  • Sebagai sarana untuk mencegah campur tangan pihak lain di luar organisasi terkait hubungan etnis dalam keanggotaan suatu profesi.

2. Tujuan Kode Etik Profesi

  • Untuk menjaga harkat dan martabat suatu profesi.
  • Pelestarian dan pengelolaan kesejahteraan anggota profesi.
  • Untuk meningkatkan pelayanan anggota profesi.
  • Untuk membantu meningkatkan kualitas suatu profesi.
  • Untuk meningkatkan layanan profesi diatas keuntungan pribadi.
  • Menetapkan standar-standar suatu profesi.
  • Meningkatkan kualitas organisasi menjadi lebih profesional dan lebih erat.

Baca Juga: Arti Attitude dan Peran Attitude Dalam Mengembangkan Karir

Prinsip Dasar Dalam Etika Profesi

Ada beberapa prinsip dasar yang menjadi landasan dalam penerapan kode etik profesi. Prinsip-prinsip etika profesi yaitu sebagai berikut:

1. Prinsip Tanggung Jawab

Setiap profesional harus bertanggung jawab atas kinerja suatu pekerjaan dan juga hasilnya. Selain itu, para profesional juga memiliki tanggung jawab atas dampak profesinya terhadap kehidupan orang lain atau masyarakat umum.

2. Asas Keadilan

Prinsip keadilan mengharuskan setiap profesional untuk mengedepankan asas keadilan dalam melaksanakan pekerjaannya. Dalam hal ini, keadilan harus diberikan kepada orang yang berhak atasnya.

3. Asas otonomi

Setiap profesional memiliki kewenangan dan kebebasan untuk melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan profesinya. Artinya seorang profesional berhak melakukan sesuatu atau tidak, dengan memperhatikan kode etik profesi.

4. Prinsip Integritas Moral

Integritas moral adalah kualitas kejujuran dan prinsip moral dalam diri seseorang yang diterapkan secara konsisten dan penuh dengan komitmen dalam menjalankan profesinya. Artinya seorang profesional harus memiliki komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan profesinya, dirinya dan masyarakat.

Contoh-Contoh Etika Profesi

Kita dapat mengambil misalnya etika profesi kedokteran yang mengatur prinsip moral dan etika dalam melakukan kegiatan kedokteran. Dalam hal ini ruang lingkup kode etik profesi kedokteran meliputi perilaku dokter terhadap pasien, keluarganya, masyarakat, kolega, dan mitranya. Berikut ini adalah contoh kode etik yang umum untuk profesi kedokteran:

1. Kewajiban Seorang Dokter

  • Untuk memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar prosedur dan kebutuhan medis pasien.
  • Memberikan rujukan bagi pasien ke dokter lain yang memiliki keahlian lebih sesuai kebutuhan.
  • Menjaga kerahasiaan pasien bahkan setelah pasien meninggal.
  • Pemberian bantuan darurat atas dasar kemanusiaan, kecuali ada pihak lain yang harus dan dapat melakukannya.
  • Meningkatkan ilmu di bidang ilmu kedokteran.

2. Larangan untuk Dokter

  • Memuji kemampuan atau keahlian diri sendiri.
  • Ucapan atau tindakan yang dapat melemahkan stamina dan daya tahan pasien.
  • Menyampaikan dan menerapkan teknik kedokteran yang belum teruji.
  • Menyerahkan kemandirian profesional karena pengaruh tertentu.
  • Mengambil alih pasien tanpa persetujuan rekan.
  • Salah menentukan biaya untuk jasanya.
  • Diskriminasi saat melakukan layanan.
  • Kolusi dengan perusahaan farmasi.
  • Mengabaikan kesehatannya sendiri.
  • Mengeluarkan informasi palsu dan keliru, walaupun diminta oleh pasien.
  • Melecehkan pasien atau orang lain secara seksual.
  • Membocorkan rahasia pasien kepada orang Lain.

Baca Juga: Pengertian Preventif dan Represif

Kesimpulan

Etika profesi menjadi koridor dan barier seorang profesional dalam menjalankan aktivitasnya. Hal ini bertujuan agar meningkatkan value atas profesi yang diembannya.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *