Pengertian Frasa, Ciri, dan Kategori-Kategori Frasa

Pengertian Frasa dan Kategori-Kategori Frasa
Photo by Aline Viana Prado from Pexels

Frasa merupakan bagian terpenting dalam sebuah paragraf. Di dalam sebuah karangan, baik karangan ilmiah atau karangan non-ilmiah, frasa yang menyusun semua ide-ide pokok dalam karang tersebut.

Lalu, apa yang dimaksud dengan frasa sebenarnya? Apa Ciri dan karakteristik frasa? Contoh frasa yang benar berdasarkan kategorinya? Untuk memahaminya lebih menyeluruh, mari kita ulas satu persatu secara rinci.

Apa itu Frasa?

Yang dimaksud dengan dengan frasa adalah gabungan kata-kata yang terdiri dari dua atau lebih kelompok kata yang mempunyai satu makna gramatikal (makna yang dapat berubah tergantung konteksnya). Pandangan lain juga mengatakan bahwa, pengertian frasa adalah satuan kata yang terbentuk dari dua atau lebih kelompok kata, namun tidak dapat membentuk kalimat yang sempurna karena tidak memiliki predikat (nonpredikatif).

Fungsi dalam sebuah kalimat dapat terdiri dari kata, frasa, dan klausa. Seperti yang kita ketahui, sebuah kalimat terdiri dari beberapa unit satuan, dimana unit tersebut terdiri dari satu atau lebih kata. Satuan pembentuk frasa memiliki fungsi khusus, yaitu:

  • Subjek (S)
  • Predikat (P)
  • Objek (O)
  • Pelengkap (Pel)
  • dan Keterangan atau deskripsi (Ket).

Baca Juga: Pengertian Paragraf, Fungsi, Jenis dan Contohnya

Pengertian Frasa Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa itu frasa, kita dapat mengacu pada pendapat para ahli sebagai berikut:

1. Tarmini (2012: 11)

Pengertian frasa adalah konstruksi yang terdiri dari dua atau lebih komponen yang dapat memenuhi fungsi sintaksis tertentu dalam sebuah kalimat. Tetapi tidak melebihi batas fungsi klausa atau penamaan frasa tidak bersifat prediktif.

2. Lyons (Soetikno, 1995: 168)

Pengertian frasa adalah sekelompok kata yang secara gramatikal setara dengan satu kata dan tidak memiliki subjek dan predikat sendiri-sendiri.

3. Ramlan (Bagus, 2008: 2)

Pengertian frasa adalah satuan gramatikal yang terdiri dari 2 kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi dalam elemen klausa.

4. Putrayasa (Bagus, 2008: 3)

Makna frasa adalah sekumpulan kata yang memiliki kedudukan sebagai fungsi dalam sebuah kalimat, tidak semuanya dari frasa itu sendiri yang terdiri dari sekelompok kata.

5. Krida Laksana

Arti frasa adalah gabungan dari dua kata atau lebih yang memiliki sifat nonpredikatif, kombinasi bisa renggang, bisa rapat.

Ciri dan Karakteristik Umum Frasa

Frasa memiliki ciri-ciri tertentu dan mudah dikenali. Adapun beberapa ciri-ciri frasa sebagai berikut:

  • Sebuah frasa harus terdiri dari dua kata atau lebih.
  • Frasa memiliki fungsi tata bahasa dalam sebuah kalimat.
  • Suatu frasa harus memiliki makna gramatikal.
  • Frasa bersifat nonpredikatif, atau salah satu kata dalam kombinasi tersebut tidak berfungsi sebagai predikat.

Baca Juga: Karya Sastra Novel: Pengertian dan Unsur-Unsur Didalamnya

Kategori-Kategori Frasa

Frasa dapat dibagi ke dalam kategori yang berbeda. Berikut ini beberapa klasifikasi frasa:

1. Frasa Berdasarkan Jenisnya

Frasa Verbal

Frasa verbal yaitu frasa yang mengandung esensi atau inti kata kerja dalam unsur-unsur pembentuknya dan yang dapat berperan sebagai pengganti posisi kata kerja dalam sebuah kalimat. Contoh frasa verbal:

  • Bekerja kerjas
  • Belajar tekun
  • Sedang minum
  • Tidak tidur
Frasa Nominal

Frasa nominal yaitu jenis frasa yang mengandung inti dari kata benda dalam unsur-unsur pembentuknya dan dapat berperan sebagai pengganti kata benda. Contoh frasa nominal:

  • Lemari kayu
  • Sepatu kulit
  • Tembok bata
  • Rumah kaca
Frasa Adjektiva

Frasa adjektiva (adjective phrases) yaitu jenis phrase yang mengandung intisari suatu kata sifat dalam unsur-unsur pembentukannya. Contoh frasa adjektiva:

  • Cukup baik
  • Sangat buruk
  • Lumayan mahal
  • Terlalu tinggi
Frasa Preposisi

Frasa preposisional yaitu jenis frasa yang menggunakan preposisi dalam elemen penyusunnya. Contoh frasa preposisi:

  • Ke gudang
  • Dengan kereta
  • Dari desa

2. Frasa Berdasarkan Fungsi Unsur Pembentuknya

Frasa Endosentris

Frasa endosentris adalah ungkapan yang salah satu atau kedua unsur adalah inti atau unsur pusat. Dengan kata lain, satu komponen dapat menggantikan keseluruhan. Contoh frasa endosentris

  • Kuda hitam
  • Biru langit
  • Sedang berenang

Adapun frase endosentris dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Frasa atribut (attribute sentences), yaitu frasa yang unsur-unsur penggunaannya dijelaskan dan menjelaskan atau sebaliknya. Contohnya ibu kandung, seekor babi.
  • Frase apositif, yaitu frase yang salah satu unsur penyusunnya dapat digunakan sebagai pengganti unsur inti. Contohnya cukur alis, raja buah.
  • Frasa koordinatif, yaitu jenis frasa yang unsur pembentuknya merupakan unsur inti. Contohnya tua muda, kakek-nenek.
Frasa Eksosentris

Frasa eksosentris yaitu jenis frasa yang mengandung kata tugas pada salah satu elemen atau unsurnya. Contoh frase eksosentris:

  • Kepada ibu guru
  • Dari Sorong
  • Di tempat

3. Frasa Berdasarkan Kesatuan Makna Dalam Unsur-Unsur Pembentukan

  • Frasa biasa, yaitu jenis frasa yang memiliki arti sebenarnya. Contohnya, ayah saya membeli sayuran kangkung.
  • Frasa idiomatik, yaitu jenis frase yang mengandung makna yang tidak benar (denotasi). Contoh, pemuda itu keras kepala setelah memenangkan hadiah undian.
  • Frasa ambigu, yaitu jenis frasa yang bermakna ganda. Contohnya, dia sangat keras kepala dan tidak pernah menyerah.

Baca Juga: Prosa Hikayat: Pengertian, Fungsi, Ciri, Dan Contoh Cerita Hikayat

Kesimpulan

Setiap karya sastra memiliki frasa yang membentuk kalimat dan paragraf, sehingga ide pokok dalam paragraf tersebut dapat dimengerti oleh pembaca.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *