Pengertian Hedonisme dan Ciri-Ciri Gaya Hidup Hedon Dalam Masyarakat

Pengertian Hedonisme dan Ciri-Ciri Gaya Hidup Hedon Dalam Masyarakat
Photo by Gustavo Fring from Pexels

Kamu hobi banget belanja, kamu bisa habiskan jutaan rupiah per bulannya untuk membeli barang-barang mewah! Hmm, mungkin kamu memiliki sifat hedonisme. Istilah ini memang sering disematkan pada orang yang suka menikmati kesenangan pribadi dan kesenangan materi dalam hidup mereka.

Namun, apakah sifat hedon itu sesuatu yang baik atau buruk? Jawabannya, ya tergantung. Jika barang-barang yang kamu beli itu bisa bermanfaat setelahnya pasti itu hal yang baik, namun, jika barang-barang yang kamu beli akhirnya tidak terpakai ya kan percuma jadinya sia-sia aja.

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan hedonisme itu? Apa pengertian hedonisme menurut para ahli? Apa saja faktor-faktor penyebab hedonisme? Apa ciri-ciri hedon? Apa saja jenis-jenis hedonisme di masyarakat? Apa kekurangan dan kelebihannya? Apa dampaknya bagi kita? Serta, apa saja perbedaan hedonisme dengan konsumerisme? Untuk memahaminya lebih dalam, mari kita ulas secara rinci.

Apa itu Hedonisme?

Secara etimologi, istilah kata “hedonism” berasal dari bahasa Yunani yaitu “ἡδονισμός hēdonismos” dari akar kata “ἡδονή hēdonē”, yang berarti kesenangan. Maka, definisi hedonisme mengacu pada pengertian kesenangan dalam kenikmatan hidup. Jadi orang yang menganut pemahaman ini berpikir bahwa kebahagiaan dan kesenangan dapat dicapai dengan bersenang-senang dan menghindari hal-hal yang menyakitkan di dunia.

Mengacu pada pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian hedonisme adalah suatu pemahaman yang menganggap kenikmatan pribadi, kesenangan, dan kebahagiaan sebagai tujuan utama kehidupan.

Dari definisi ini kita dapat memahami bahwa hedonism adalah pandangan hidup yang hanya berdasarkan nafsu. Pemahaman ini erat kaitannya dengan kekayaan duniawi, kenikmatan batin, kenikmatan seksual, serta kebebasan dan kekuasaan.

Lalu, apakah hedonism hanya berupa gaya hidup boros dan hura-hura? Tidak selamanya, karena kegiatan lain juga bisa berbentuk hedon, misalnya demonstrasi. Lho, kok demonstrasi itu hedon? Ya, karena demonstrasi biasanya dilakukan oleh orang-orang untuk mendapatkan kesenangan atau kebahagiaan batiniah, yaitu kepuasan dalam mengungkapkan pendapat atau pikirannya.

Baca Juga: Pengertian Masyarakat Madani

Pengertian Hedonisme Menurut Pendapat Para Ahli

Beberapa sosiolog telah menjelaskan pengertian hedonism, antara lain:

1. Sarlito Wirawan Sarwono (1989)

Pengertian hedonisme adalah konsep diri, dimana gaya hidup seseorang dihayati sesuai dengan gambaran yang ada di benaknya. Misalnya seorang binaragawan, biasanya gaya hidup sehat adalah prinsip hidup dan kesenangan bagi mereka.

2. Collins GEM (1993)

Pengertian hedonisme adalah suatu doktrin yang menyatakan bahwa kesenangan adalah hal terpenting dalam hidup. Dengan kata lain, hedonism adalah gagasan yang dipatuhi oleh orang-orang yang hanya mencari kesenangan hidup.

3. Burhanuddin (1997)

Pengertian hedonisme adalah bahwa sesuatu dianggap baik menurut kesenangannya. Artinya, sesuatu yang hanya mengarah pada masalah, penderitaan, dan kemerosotan adalah sesuatu yang dinilai salah.

4. W. Poespoprodjo (2010)

Hedonisme adalah anggapan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan akhir yang lebih tinggi dalam hidup.

Ciri dan Karakteristik Hedonisme Dalam Masyarakat

Perilaku hedon sangat mudah dijumpai di masyarakat. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa mereka menjalani kehidupan yang hedonis. Ciri-ciri hedonism dijelaskan di bawah ini:

  1. Berpikir bahwa tujuan utama hidup seseorang adalah kesenangan dan kenikmatan pribadi.
  2. Kurang peduli dengan kepentingan dan kebahagiaan orang lain sehingga menjadi egois.
  3. Tidak pernah puas dengan hal-hal yang dimiliki, baik harta maupun keluarga.
  4. Munculnya sifat konsumeris, mengutamakan membeli sesuatu untuk kesenangan dan bukan karena kebutuhan.
  5. Mereka yang menganut hedonism cenderung diskriminatif dan arogan, memandang orang lain berdasarkan kekayaan, status sosial, dan merasa lebih baik dari orang lain.

Faktor-Faktor Penyebab Hedonisme

Gaya hidup hedon tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi lekat dengan perilaku hedon, baik dari dalam diri sendiri (internal) maupun dari luar (eksternal).

1. Faktor Internal

Faktor internal merupakan penyebab utama terjadinya perilaku hedon. Sudah menjadi sifat manusia untuk ingin mendapatkan kesenangan sebanyak mungkin dengan bekerja seringan mungkin. Selain itu, manusia juga memiliki sifat tidak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya. Sifat dasar manusia inilah yang menyebabkan hedonism dan konsumerisme.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor utama penyebab perilaku hedon karena pengaruh arus informasi yang sangat besar dari luar atau globalisasi. Disamping itu, kebiasaan dan pemahaman orang asing yang menganggap dirinya selalu bahagia diadaptasi oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Cara Mencari Uang Halal di Internet Itu Mudah, Kamu Siap!

Jenis-Jenis Hedonisme Di dalam Masyarakat

Secara umum hedonisme di dalam masyarakat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Hedonisme Psikologis (Psychological Hedonism)

Menganggap bahwa manusia diciptakan secara lahiriah menginginkan kebahagian dan kesenangan. Secara naluriah, manusia memiliki kodrat untuk menghindari rasa sakit dan penderitaan.

2. Hedonisme Evaluatif (Evaluative Hedonism)

Kesenangan adalah apa yang diinginkan dan dikejar seseorang. Dalam konsep hedonisme evaluatif, hanya kenangan yang berharga dan rasa sakit atau ketidakpuasan yang mengecewakan atau dianggap sebagai sesuatu yang tidak layak untuk dirasakan.

3. Rasionalisasi Hedonisme (Rationalizing Hedonism)

Seseorang mencari kesenangan tetapi memahami implikasinya (konsekuensinya). Misalnya, seseorang mengonsumsi obat-obatan terlarang untuk mencari kesenangan dan keluar dari masalah sejenak. Tapi dia tahu ini buruk bagi kesehatannya dan bisa membawanya ke ranah kriminal.

Apa Perbedaan Antara Hedonisme dan Konsumerisme?

Konsumerisme merupakan pemahaman yang membuat individu atau kelompok membeli, mengkonsumsi, dan menikmati produk secara berlebihan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, tidak sedikit yang menjadi kecanduan sehingga dapat mengganggu kehidupan pribadi dan sosialnya. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik hal ini bisa mengakibatkan gangguan jiwa.

Gaya hidup hedon sering menjadi konotasi negatif dan membahas gaya hidup boros dan bermewah-mewahan. Misalnya, jika kita kaya, kita punya banyak tabungan dan kemudian kita membeli rumah mewah, mobil, kita jalan-jalan ke luar negeri, apakah kita menyebutnya hedonistik? Belum tentu, karena pada dasarnya orang kaya memang memiliki kemampuan untuk melakukan semua hat tersebut.

Yang menjadi permasalahan, bagaimana dengan orang yang hidupnya pas-pasan dan kemudian membeli barang mewah karena tuntutan hidup sehingga berhutang di sana-sini? Apakah perilaku ini dapat disebut hedonism? Nah, jika dilihat dari kasus ini, tentu orang ini bisa dikatakan hedon. Jika merujuk pada penjelasan arti hedonisme di atas, lebih tepat orang ini masuk dalam kategori konsumerisme, yaitu gaya hidup yang menganggap kemewahan sebagai kesenangan. Jadi gaya hidupnya tidak hemat dan boros. Itulah mengapa orang ini termasuk dalam hedonisme dan konsumerisme.

Dampak Buruk Perilaku Hedonisme

Sebagai tambahan, perilaku hedon tidak hanya berdampak negatif, tetapi juga berdampak positif. Namun, secara umum dampak hedonisme lebih cenderung negatif. Berikut beberapa dampak buruk gaya hidup hedon di tengah-tengah masyarakat:

  • Individualisme, mereka yang memiliki perilaku hedonistik seringkali bersifat individualistis atau menganggap dirinya lebih penting dari yang lain.
  • Konsumtif, kebiasaan membeli barang yang tidak dibutuhkan merupakan dampak buruk dari gaya hidup hedon. Ini dilakukan hanya untuk iseng kesenangan semata, karena memang suka berbelanja.
  • Egois, masih diasosiasikan dengan individualis, mereka yang berperilaku hedonisme cenderung lebih egois tanpa mempedulikan orang lain.
  • Menjadi pemalas, sebagian orang yang jatuh cinta pada hedonisme cenderung malas dan tidak menghargai waktu.
  • Kurangnya tanggung jawab, selain malas, hedonis cenderung kurang bertanggung jawab, bahkan kepada diri sendiri.
  • Boros, untuk kesenangan, mereka yang memiliki gaya hidup hedon seringkali sangat boros. Mereka menghabiskan banyak uang untuk hal-hal yang membuat mereka bahagia terlepas dari manfaat dan kegunaan barang yang dibeli.
  • Korupsi, salah satu dampak hedonisme yang sering terjadi pada seseorang adalah kebiasaan korupsi. Tidak hanya korupsi uang, tetapi juga hal-hal lain seperti korupsi pekerjaan, korupsi waktu, dan sebagainya. Pejabat yang telah jatuh ke dalam perilaku hedonis tidak akan ragu dan tidak malu melakukan korupsi demi kesenangan mereka.

Baca Juga: Pengertian Diskriminasi, Jenis-Jenis, dan Contoh Diskriminasi

Kelebihan dan Kekurangan Hedonisme

Ternyata perilaku hedonisme tidak selalu buruk, tapi ada hal positif yang bisa diraih, yaitu kesenangan dan kebahagiaan. Ketika seseorang merasa senang dan bahagia saat minum teh, minum kopi atau menonton drama untuk kesenangan dan kebahagiaan, itu juga termasuk hedon dalam artian bahasa. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan perilaku hedonisme:

1. Kelebihan hedonisme

Seperti yang telah disebutkan, hedonisme tidak selalu buruk. Ada beberapa keuntungan dalam menganut hedonisme, di antaranya:

  1. Memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai suatu keinginan.
  2. Menjadi orang yang bekerja keras dan pantang menyerah untuk mencapai tujuannya.
  3. Selalu dapat memanfaatkan semua peluang dengan cara terbaik atau sering disebut oportunis.

2. Kekurangan hedonisme

Seperti yang dikemukakan di atas, mungkin perilaku hedon memiliki lebih banyak kerugian daripada keuntungan. Namun, secara umum berikut ini beberapa kekurangan perilaku hedonisme:

  1. Menjadi sangat egois dan individualis, sehingga tidak memiliki kepekaan sosial.
  2. Terkadang membenarkan cara apa pun untuk mencapai tujuan, tidak peduli bagaimana itu dilakukan, apakah dapat berdampak buruk.
  3. Tidak jarang menyakiti orang lain demi mencapai tujuan mereka.

Kesimpulan

Jika kita ingin hidup layak maka bekerja kerja dan konsisten adalah kuncinya. Semoga bermanfaat, Good Luck.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *