Pengertian Interaksi sosial, Ciri, Jenis, Syarat dan Contoh

Pengertian Interaksi sosial, Ciri, Jenis, Syarat dan Contoh
Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Secara umum interaksi sosial diartikan sebagai hubungan timbal balik antara individu dengan individu atau kelompok lain, atau antara suatu kelompok dan kelompok lain. Interaksi sosial merupakan fondasi dari suatu hubungan yang didalamnya terdapat tindakan berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku pada masyarakat. Proses sosial ini merupakan hubungan yang mempengaruhi antar manusia dimana hubungan tersebut berlangsung seumur hidup.

Proses interaksi terjadi karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Dengan demikian, pengertian interaksi sosial pada akhirnya adalah hubungan antara dua individu atau lebih, dimana perilaku masing-masing individu akan mempengaruhi, mengubah, atau meningkatkan tingkah laku yang lain.

Dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dengan sesama dalam lingkungan sosial. Hal paling sederhana yang menginterpretasikan interaksi social adalah melakukan komunikasi dengan orang lain. Ini merupakan bentuk konkrit dari interaksi sosial yang manusia lakukan.

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami seperti apa interaksi sosial itu, kita dapat mengacu pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Philip Selznick dan Leonard Broom (1961: 11)

Pengertian interaksi sosial adalah proses tindakan yang didasarkan pada kesadaran orang lain dan proses menanggapi tindakan orang lain.

2. John Lewis Gillin

Pengertian interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis yang melibatkan hubungan antara individu dan kelompok atau antar kelompok.

3. Selo Sumardjan

Definisi interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara manusia (individu) dan berbagai aspek kehidupan secara bersama-sama.

4. Kimball Young dan Raymond W. Mack

Pengertian interaksi sosial adalah suatu hubungan sosial yang bersifat dinamis dan melibatkan hubungan antar individu, antar individu dan kelompok, serta antar kelompok dan kelompok lain.

5. Astrid. S. Susanti

Interaksi sosial diartikan sebagai hubungan antar manusia yang menciptakan hubungan yang permanen dan pada akhirnya memungkinkan terciptanya struktur sosial. Hasil interaksi sangat bergantung pada nilai dan makna, serta interpretasi yang diberikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi tersebut.

Ciri dan Karakteristik Interaksi Sosial

Interaksi sosial mempunyai ciri-ciri yang dapat dilihat dalam masyarakat. Ciri dan karakteristik interaksi sosial adalah sebagai berikut:

  • Ada lebih dari satu aktor sosial. Interaksi sosial hanya bisa terjadi bila ada lebih dari satu orang.
  • Terdapat proses komunikasi antar pelaku sosial melalui simbol. Komunikasi antar pelaku interaksi dapat dilakukan melalui gerak tubuh dan gerak tubuh verbal.
  • Ada dimensi temporal atau waktu (masa lalu, sekarang, masa depan) yang dapat menentukan sifat dari tindakan yang sedang berlangsung. Dengan kata lain, interaksi sosial telah terjadi di masa lalu, sekarang, dan juga di masa mendatang.
  • Interaksi tersebut terjadi karena ada tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Syarat dan Kondisi Terbentuknya Interaksi Sosial

John Lewis Gillin berpendapat bahwa proses interaksi sosial hanya dapat terjadi jika memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu ada komunikasi dan kontak sosial.

Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi baik pesan, gagasan maupun ide dari satu pihak ke pihak lain yang dilakukan untuk saling mempengaruhi. Proses komunikasi dapat terjadi dengan dua cara, yaitu:

  • Komunikasi verbal

    Yaitu, bentuk komunikasi lisan dan tertulis, misalnya berbicara atau surat menyurat.
  • Komunikasi nonverbal

    Artinya, suatu bentuk komunikasi yang menggunakan simbol, seperti gerak tubuh atau bahasa isyarat.

Dalam komunikasi ada 4 (empat) elemen yang saling berhubungan satu sama lain yaitu:

  • Pesan

    Yaitu informasi yang dikirimkan oleh pengirim kepada penerima.
  • Pengirim pesan (komunikator)

    Yaitu pihak yang mengirimkan pesan kepada orang lain.
  • Penerima pesan (komunikan)

    Yaitu bagian yang menerima informasi dari pengirim pesan.
  • Media

    Yaitu sarana atau alat yang digunakan untuk mengirimkan pesan, baik media interpersonal, media massa, media publik maupun kelompok.
  • Feedback (umpan balik)

    Yaitu perkataan yang diberikan oleh penerima pesan terhadap informasi yang diterima.

Kontak sosial

Pada prinsipnya, kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk sinyal dan memiliki arti baik bagi pelaku maupun penerimanya. Selain itu, kontak sosial merupakan awal dari interaksi sosial di mana masing-masing pihak menanggapi tindakan pihak lain, meskipun tidak ada kontak fisik.

Adapun proses kontak sosial dapat dibedakan menurut klasifikasinya, yaitu:

  • Berdasarkan metode atau cara yang digunakan

Berdasarkan metodenya, ada dua bentuk kontak sosial, yaitu kontak langsung dan tidak langsung.

  1. Kontak langsung dilakukan dengan gerakan fisik seperti berbicara, bahasa tubuh, dan bahasa isyarat.
  2. Kontak tidak langsung dilakukan melalui sarana perantara seperti email, telepon, surat, telegram, televisi, radio dll.
  • Berdasarkan bentuknya

Kontak sosial berdasarkan bentuknya terdiri dari dua jenis yaitu kontak positif dan kontak negatif.

  1. Kontak positif terjadi ketika ada kerjasama antara pengirim pesan dan penerima pesan. Misalnya, pedagang melayani konsumennya dengan baik.
  2. Kontak negatif terjadi ketika terjadi konflik antara pengirim pesan dan penerima pesan, sehingga dapat mengakhiri interaksi keduanya.
  • Berdasarkan sifatnya

Kontak sosial berdasarkan sifatnya diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Kontak antar individu dan individu
  2. Kontak antar individu dan kelompok
  3. Kontak antar kelompok dan kelompok
  • Berdasarkan tingkat hubungan

Kontak sosial berdasarkan tingkat hubungan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kontak primer dan kontak sekunder.

  1. Kontak sosial primer

    Artinya, hubungan timbal balik antar individu atau antar kelompok masyarakat yang terjadi secara tatap muka (fisik). Misalnya berjabat tangan, ngobrol / berbicara.
  2. Kontak sosial sekunder

    Artinya, hubungan timbal balik antar individu atau antar kelompok diwujudkan dengan bantuan perantara. Misalnya, berkomunikasi lewat telepon, media sosial, atau mengirim pesan melalui orang lain.

Jenis dan Bentuk Interaksi Sosial

Ada beberapa jenis dan macam interaksi sosial yang berbeda-beda tergantung dari bentuk, cara dan topiknya. Adapun macam-macam jenis interaksi sosial tersebut adalah sebagai berikut:

  • Interaksi langsung antara individu dengan individu lainnya. Misalnya, dua orang saling menyapa dan bersalaman saat bertemu.
  • Interaksi antara individu dan kelompok masyarakat. Misalnya, seorang siswa berpidato di depan sekelompok orang.
  • Interaksi antara kelompok dan kelompok lain. Misalnya pertemuan dua ormas untuk berdiskusi.

Ada dua bentuk interaksi sosial yang umum terjadi di masyarakat, yaitu asosiatif dan disosiatif. Berikut penjelasannya

Interaksi asosiatif

Interaksi asosiatif merupakan hasil hubungan timbal balik positif yang menghasilkan kesatuan. Adapun macam-macam interaksi social asosiatif yaitu sebagai berikut:

  1. Kooperasi

    Yaitu upaya yang dilakukan oleh banyak orang untuk kepentingan bersama dan dilakukan dengan saling mendukung, saling memberi semangat, dan saling membantu. Misalnya, kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar rumah.
  2. Akomodasi

    Yaitu salah satu cara untuk menyelesaikan masalah antara berbagai pihak tanpa mengabaikan salah satu pihak. Beberapa bentuknya adalah penghapusan segregasi, konsiliasi, ajudikasi, mediasi, koersif, dan kompromi.
  3. Asimilasi

    Yaitu perpaduan antara dua budaya yang berbeda sehingga menjadi budaya baru untuk kepentingan bersama.
  4. Akulturasi

    Yaitu perpaduan dua budaya, tetapi budaya asli masing-masing kelompok tetap ada. Jadi, kedua budaya tersebut menggabungkan dan menghasilkan budaya baru tanpa kehilangan identitas budaya aslinya.

Interaksi disasosiatif

Interaksi disosiatif merupakan hubungan timbal balik yang bersifat negatif yang dapat menimbulkan perpecahan atau pertikaian. Berikut adalah berbagai jenis interaksi sosial disosiatif:

  1. Oposisi

    Yaitu individu atau kelompok yang menentang pihak lain atau sesuatu yang sudah lama. Pelakunya disebut oposan.
  2. Persaingan atau kompetisi

    Yaitu persaingan antara dua pihak yang terjadi karena masing-masing pihak ingin menjadi yang terbaik.
  3. Kontravensi

    Yaitu pihak atau kelompok yang berada di tengah persaingan atau oposisi. Dalam hal ini, pihak ini merasa ketidakpastian dari pihak lain atau merahasiakan perasaannya karena pihak lain.

Contoh Interaksi Sosial

Merujuk pada penjelasan diatas, di bawah ini adalah beberapa contoh interaksi asosiatif dan interaksi disosiatif:

Contoh interaksi asosiatif

  • Kegiatan musyawarah masyarakat desa untuk memilih ketua RT / RW.
  • Proses negosiasi barang dilakukan oleh pedagang dan pembeli.

Contoh interaksi disosiatif

  • Perdebatan tentang antara dua orang / kelompok karena perbedaan pendapat politik.
  • Perselisihan antara kedua kelompok suporter klub olahraga berakhir dengan perkelahian.

Kesimpulan

Demikian penjelasan mengenai pengertian interaksi sosial, ciri, kondisi, jenis, dan contoh. Dengan memahaminya kita dapat mengetahui fenomena sosial yang sedang terjadi disekitar kita.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *