Apa Yang Dimaksud Dengan Kas (Cash)? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Apa Yang Dimaksud Dengan Kas (Cash)? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya
photo by pexels/pixabay

Kas merupakan instrumen yang selalu dicatat dalam laporan keuangan perusahaan. Dalam penerapan akuntansi, kas adalah alat yang digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban usaha, seperti hutang, pajak, dll.

Nah, lalu seperti apa sih sebenarnya kas itu? Apa yang dimaksud dengan kas? Apa saja ciri dan karakteristiknya? Serta, apa saja jenis-jenisnya? Untuk memahaminya secara mendalam, mari kita bahas secara lebih rinci.

Apa Itu Kas (Cash)?

Yang dimaksud dengan kas dalam bidang akuntansi adalah aset perusahaan yang sangat likuid dan berjangka pendek, yang dapat digunakan secara bebas untuk kegiatan operasional perusahaan. Pandangan lain menyatakan secara rinci bahwa pengertian kas adalah aset perusahaan dalam bentuk uang tunai (uang kertas, koin, wesel, cek, dll) yang dimiliki atau disimpan oleh perusahaan di bank dan dapat digunakan untuk kegiatan perusahaan secara umum.

Dalam dunia bisnis, arus kas (cash flow) suatu organisasi merupakan salah satu indikator kinerja organisasi. Dengan kata lain, semakin tinggi nilai kas suatu perusahaan maka semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut.

Baca Juga: Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, dan Jenis

Pengertian Kas Menurut Ahli

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan kas (cash), kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Rudianto (2012: 188)

Pengertian kas adalah alat tukar yang dimiliki oleh suatu perusahaan dan dapat digunakan dalam transaksi perusahaan kapanpun diperlukan.

2. Dwi Martani dkk (2012: 180)

Pengertian kas adalah aset keuangan suatu perusahaan yang digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan. Uang tunai adalah alat pembayaran yang dapat digunakan secara bebas untuk membiayai aktivitas suatu entitas.

3. Rizal Effendi (2013: 191)

Pengertian kas adalah semua (baik berupa uang atau tidak) yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat pelunasan kewajiban. Beberapa yang termasuk kas adalah giro bank (cash in bank) dan kas perusahaan (cash in hand). Kas perusahaan adalah aset paling lancar, sehingga di dalam laporan neraca berada di puncak grup teratas.

4. Thomas Sumarsan (2013: 1)

Kas adalah aset lancar yang sangat likuid yang dapat digunakan secara langsung untuk kebutuhan operasional perusahaan.

5. Dwi Martani (2012: 180)

Pengertian kas adalah aset keuangan yang paling likuid yang digunakan untuk operasional bisnis dan untuk membayar kewajiban perusahaan.

Ciri dan Karakteristik Kas

Dalam akuntansi, kas merupakan aset lancar yang paling likuid karena sering mengalami mutasi. Kas memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan aset perusahaan lainnya. Beberapa ciri dan karakteristik kas adalah sebagai berikut:

  • Kas merupakan aset perusahaan yang paling cair (likuid).
  • Kas (cash) dapat digunakan sebagai standar pertukaran paling umum.
  • Cash dapat digunakan sebagai dasar perhitungan dan pengukuran.

Baca Juga: Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, dan Jenis

Jenis dan Macam Kas

Kas Perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan fungsinya. Macam-macam jenis kas perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Kas Kecil (Petty Cash)

Kas kecil (petty cash) adalah kas dalam bentuk uang tunai yang disiapkan oleh perusahaan untuk membayar berbagai pengeluaran yang nilainya relatif kecil dan yang tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.

2. Kas di Bank (Cash in Bank)

Kas di bank (cash in bank) adalah uang yang disimpan perusahaan di rekening bank tertentu, yang nilai relatif besar dan membutuhkan keamanan yang lebih baik. Dalam hal ini, kas bank selalu terhubung ke rekening giro perusahaan di bank.

3. Pelaporan Kas (Cash Report)

Laporan kas bisa langsung dibuat. Namun dalam pelaksanaannya dapat terjadi beberapa kendala, antara lain:

  • Setara kas juga dikenal sebagai cash equivalents, yaitu sekelompok aset perusahaan dengan jangka waktu kurang dari tiga bulan.
  • Uang kas yang dibatasi (restricted cash), uang tunai yang secara khusus dipisahkan untuk membayar kewajiban masa depan yang nilainya cukup besar.
  • Bank overdrafts, yaitu rekening negatif yang terjadi karena nasabah menulis cek yang melebihi jumlah dana di rekeningnya dan dianggap sebagai hutang, sehingga dapat dilaporkan sebagai ekspansi kredit.

Baca Juga: Daftar Komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Tahun 2021 Yang Wajib Kamu Ketahui

Kesimpulan

Dalam membuat laporan neraca, kas menjadi instrumen yang sangat penting. Bagi perusahaan, likuiditas kas sangat mempengaruhi kinerja perusahaan tersebut secara umum.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *