Pengertian Kebijakan Fiskal dan Tujuannya Dalam Sistem Ekonomi Suatu Negara

Pengertian Kebijakan Fiskal dan Tujuannya Dalam Sistem Ekonomi Suatu Negara

Kebijakan fiskal yang diterapkan negara Indonesia mengacu pada kebijakan pemerintah yang bertujuan mengarahkan sistem perekonomian suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan pemerintah. Kemudian dari sini muncul pertanyaan besar tentang perbedaan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Jadi, seperti apa pentingnya kebijakan fiskal dan apa tujuannya?

Secara umum, definisi kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi yang dilakukan atau dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatur dan mengarahkan kondisi perekonomian ke arah yang lebih baik atau diinginkan dengan mengubah atau memutakhirkan pendapatan dan belanja pemerintah. Adapun salah satu hal yang menonjol dalam kebijakan fiskal adalah pengendalian pembelanjaan dan pendapatan pemerintahan suatu negara.

Disini kita dapat mengetahui seberapa besar dampak suatu kebijakan ekonomi tersebut dijalankan. Apakah hal tersebut dapat memperbaiki masalah yang timbul dalam ekosistem atau neraca perdagangan suatu pemerintahan.

Mengenal Lebih Dalam Apa itu Kebijakan Fiskal?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fiskal berkaitan erat dengan urusan perpajakan atau penerimaan negara. Istilah kata fiskal yang sama berasal dari bahasa Latin, yaitu “ficus”, yang merupakan nama otoritas keuangan pertama di zaman Romawi kuno. Dan secara harfiah fiskal berarti keranjang atau dompet.

Sedangkan kata fiscal dalam bahasa Inggris berarti perbendaharaan atau pengaturan untuk masuk dan keluarnya uang ke kerajaan. Instrumen fiskal ini digunakan untuk menjelaskan bentuk pendapatan negara atau kerajaan yang dikumpulkan dari masyarakat dan oleh pemerintah negara bagian atau kerajaan dianggap pendapatan dan kemudian digunakan sebagai pengeluaran dengan program atau proyek untuk menghasilkan pendapatan nasional, produksi dan ekonomi, serta juga digunakan sebagai alat keseimbangan dalam perekonomian.

Tujuan dan Fungsi Kebijakan Fiskal

Tujuan utama dikeluarkannya dan diberlakukan kebijakan fiskal di suatu pemerintahan adalah untuk mengetahui arah, tujuan, sasaran dan prioritas pembangunan nasional, dan pertumbuhan ekonomi bangsa. Selain tujuan penerbitan kebijakan fiskal tersebut, berikut ini fungsi dan tujuan lain dari kebijakan fiskal:

  • Mewujudkan stabilitas ekonomi nasional
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi
  • Meningkatkan laju investasi domestik dan luar negeri
  • Membuka banyak peluang kerja
  • Terwujudnya keadilan sosial
  • Sebagai bentuk distribusi dan pemerataan pendapatan masyarakat
  • Mengurangi tingkat pengangguran suatu negara
  • Menjaga stabilitas harga barang dan jasa untuk menghindari laju inflasi yang tidak terkendali

Komponen dan Unsur Dalam Kebijakan Fiskal

Berikut ini komponen penentu kebijakan fiskal dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut:

  • Pendapatan negara (pajak) sebagai komponen kebijakan fiskal. Penerimaan negara merupakan salah satu komponen penyusunan kebijakan fiskal karena merupakan sumber pembangunan, bersifat paksaan, dan termasuk dalam konstitusi.
  • Belanja Negara atau APBN yang merupakan kumpulan dari berbagai belanja negara. Instrumen APBN terdiri dari pembangunan infrastruktur, pembangunan fasilitas umum, dan biaya operasional pemerintah.

Jenis dan Macam Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu menurut teori dan menurut besarnya pendapatan dan pengeluaran. Berikut ini penjelasannya:

1. Berdasarkan teori yang digunakan

Kebijakan fiskal ditinjau dari teori adalah bagaimana suatu kebijakan dilihat secara non-praktis. Macam-macam kebijakan fiskal dari sudut pandang teoretis adalah:

  • Kebijakan yang bersifat fungsional

Artinya, kebijakan yang harus diperhatikan oleh pemerintah terhadap pengeluaran anggaran dan tambahan kesempatan kerja karena merupakan akibat tidak langsung dari pendapatan negara.

  • Kebijakan yang dibentuk secara sengaja

Artinya, fiskal yang berupaya untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi dengan sengaja memanipulasi anggaran belanja negara, baik melalui perubahan perpajakan maupun perubahan belanja publik. Ada tiga bentuk dari jenis kebijakan fiskal yang disengaja, yaitu:

  1. Melakukan perubahan pada pengeluaran pembelanjaan pemerintah
  2. Membuat perubahan pada sistem pemungutan pajak
  3. Membuat perubahan simultan (serentak) pada sistem manajemen pemerintah dan pemungutan pajak
  • Kebijakan yang diberlakukan secara tidak sengaja

Artinya, kebijakan yang bertujuan untuk mengontrol kecepatan siklus bisnis agar tidak terlalu fluktuatif. Dalam keadaan ekonomi tertekan/depresi, kebijakan ini berupaya untuk meningkatkan aktivitas kegiatan ekonomi yang berlangsung. Sedangkan dalam keadaan inflasi, kebijakan ini akan mengurangi kegiatan tersebut. Jenis penstabil otomatis atau kebijakan pajak tidak disengaja adalah pajak proporsional, pajak progresif, kebijakan tarif minimum, dan asuransi pengangguran.

2. Berdasarkan jumlah pendapatan dan pengeluaran

Berikut ini kebijakan fiskal berdasarkan jumlah penerimaan dan pembelanjaan negara, yaitu:

  • Kebijakan fiskal seimbang

Jenis kebijakan fiskal seimbang ini merupakan kebijakan yang membuat jumlah pendapatan dan pengeluaran sama atau balance. Salah satu keuntungan dari kebijakan fiskal yang berimbang adalah bahwa negara tidak perlu meminjam dana dari dalam maupun luar negeri. Sedangkan kelemahannya adalah situasi ekonomi semakin memburuk jika perekonomian negara berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan.

  • Kebijakan fiskal surplus

Pengertian jenis kebijakan fiskal surplus adalah suatu kebijakan dimana jumlah penerimaan harus sedikit lebih tinggi dari total pengeluaran. Kebijakan fiskal ini merupakan salah satu cara untuk menghindari inflasi.

  • Kebijakan fiskal defisit

Pengertian jenis kebijakan fiskal defisit adalah kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan surplus. Artinya jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah pembelanjaan negara. Beberapa keuntungan dari kebijakan fiskal defisit ini adalah dapat menahan perlambatan dan depresi pertumbuhan ekonomi. Adapun kekurangannya, anggaran negara selalu dalam kondisi minus.

  • Kebijakan fiskal dinamis

Jenis kebijakan dinamis fiskal adalah kebijakan yang mirip dengan kebijakan fiskal seimbang tetapi ditambah dengan improvisasi, yaitu jumlahnya sama, tetapi seiring waktu keduanya akan meningkat. Tujuan dari kebijakan ini yaitu untuk memberikan pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan pemerintah yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Kesimpulan

Demikianlah pembahasan tentang pengertian kebijakan fiskal. Dengan memahaminya, kita dapat mengetahui secara nyata regulasi yang sedang diterapkan oleh pemerintah. Dan kebijakan masuk dan keluar keuangan pemerintah adalah yang paling penting untuk suatu negara.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *