Pengertian Kemasan Produk dan Manfaatnya Bagi Perusahaan

Pengertian Kemasan Produk dan Manfaatnya Bagi Perusahaan
Photo by Kenneth Carpina from Pexels

Karakteristik suatu produk yang baik dapat dilihat dari kemasan (packaging) yang dimilikinya. Di Dalam dunia pemasaran bentuk dan desain kemasan dapat mempengaruhi penjual produk. Perusahaan yang sangat konsen dalam pengembangan produk, selalu akan mempertimbangkan desain kemasan yang akan menjadi representasi dari suatu suatu produk.

Kemasan merupakan salah satu ciri khas yang diingat oleh pelanggan. Bentuk dari kemasan harus disesuaikan dengan jenis produk. Dalam hal ini produk desainer memiliki tugas khusus agar dapat merancang bentuk kemasan yang “easy to use” dan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan akan produk tersebut. Lalu, apa sih pengertian kemasan menurut para ahli ilmu ekonomi? Mari kita bahas lebih rinci.

Apa itu Kemasan atau Packaging?

Yang dimaksud dengan packaging / kemasan adalah pembungkus atau wadah yang berguna untuk mencegah atau meminimalkan kerusakan pada barang dagangan yang dibungkusnya. Pendapat lain juga menyatakan bahwa, pengertian kemasan adalah proses pemberian wadah atau pembungkusan pada suatu produk. Selain itu kemasan juga dapat diartikan sebagai sistem yang terstruktur sehingga produk / barang yang disiapkan agar dapat didistribusikan, dijual, disimpan dan digunakan secara efektif.

Tujuan utama pengemasan produk adalah untuk melindungi dan mencegah kerusakan pada apa yang dijual industri. Oleh karena itu, kemasan juga dapat menjadi sarana informasi dan pemasaran yang baik dengan membuat desain kemasan yang kreatif, unik, dan mudah digunakan agar lebih menarik dan mudah diingat oleh pelanggan.

Baca Juga: Pengertian Strategi Pemasaran, Konsep, Ciri, Fungsi dan Tujuan

Pengertian Kemasan Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa yang dimaksud dengan kemasan, kita dapat merujuk pada pendapat berbagai ahli tentang definisi kemasan. Berikut pengertian pengemasan menurut para ahli:

1. Cahyorini dan Rusfian (2011)

Definisi kemasan adalah kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang terdiri dari desain grafis, informasi produk dan struktur desain.

2. Danger (1992)

Yang dimaksud dengan kemasan adalah wadah atau pembungkus untuk menyiapkan barang agar siap diangkut, diedarkan, disimpan, dijual dan digunakan. Memiliki wadah atau pembungkus dapat membantu melindungi produk di dalamnya.

3. Kotler dan Armstrong (2012)

Pengertian kemasan adalah suatu bentuk kegiatan yang melibatkan perancangan dan produksi, sehingga pengemasan ini dapat bekerja dengan cara tertentu, agar produk di dalamnya dapat dilindungi.

4. Klimchuk dan Krasovec (2006)

Pengertian kemasan / packaging adalah desain kreatif yang menghubungkan bentuk, struktur, material, warna, gambar, tipografi dan elemen desain dengan informasi, sehingga produk tersebut dapat dipasarkan.

5. Rodriguez (2008)

Yang dimaksud dengan active packaging atau kemasan adalah suatu wadah yang mengubah keadaan produk pangan dengan penambahan senyawa aktif guna memperpanjang umur simpan bahan pangan kemasan dan juga meningkatkan keamanan dan menjaga kualitas.

6. Titik Wijayanto (2012)

Pengertian kemasan yaitu upaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk memberikan informasi kepada seluruh konsumen tentang produk yang dikandungnya.

7. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Definisi kemasan adalah pembungkus pelindung suatu barang / produk hasil kegiatan pengemasan.

Fungsi Pengemasan Menurut para ahli

Menurut Simamora, ada 2 (dua) fungsi pengemasan yang diberikan pada suatu produk, yaitu fungsi pelindung dan fungsi promosi, dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Fungsi proteksi
    Fungsi proteksi artinya kemasan berperan sebagai pelindung atau pengaman produk terhadap hal-hal yang dapat merusak produk, seperti cuaca, proses distribusi dan lainnya. Kemasan yang melindungi produk akan terhindar dari kerusakan dan resiko cacat yang dapat merugikan baik pembeli maupun penjual.
  • Fungsi promosi
    Seperti yang telah disebutkan di atas, kemasan dapat juga berfungsi sebagai sarana promosi atau pemasaran. Hal tersebut bisa dilakukan dengan membuat packaging yang menarik, baik dari segi desain, warna, ukuran dan lain-lain.

Selain fungsi kemasan yang dijelaskan Simamora, ada beberapa fungsi lain kemasan secara umum, yaitu:

  • Self services
    Kemasan tersebut menunjukkan ciri-ciri suatu produk yang dijual sehingga setiap produk pasti memiliki kemasan yang berbeda.
  • Consumer affluence
    Kemasan yang menarik dapat mempengaruhi konsumen untuk bersedia membayar lebih.
  • Brand image
    Kemasan merupakan brand image perusahaan sehingga dapat menjadi identitas perusahaan yang dikenali oleh masyarakat.
  • Opportunity innovation
    Kemasan yang inovatif dapat memberikan manfaat bagi konsumen dan menguntungkan perusahaan.

Baca Juga: Tujuan dan Jenis Promosi

Jenis-Jenis Kemasan

Jenis kemasan dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori:

1. Kemasan berdasarkan struktur isinya

Berdasarkan struktur isi, wadah yang dibuat sesuai dengan isi kemasan produk. Jenis kemasan ini dibedakan menjadi tiga, antara lain:

  • Kemasan primer
    Pengemasan primer diartikan sebagai bahan pengemas yang menjadi pengemas langsung bahan makanan. Misalnya kaleng susu, botol minuman dan lain-lain.
  • Kemasan sekunder
    Kemasan sekunder adalah wadah yang berfungsi memberikan perlindungan terhadap kelompok pembungkus lainnya. Misalnya, kotak karton untuk menyimpan kaleng susu, atau kotak kayu untuk menyimpan buah, dan sebagainya.
  • Kemasan tersier
    Kemasan tersier adalah kemasan yang digunakan untuk menyimpan dan melindungi produk selama proses pengiriman.

2. Kemasan berdasarkan frekuensi penggunaan

Berdasarkan frekuensi penggunaan, kemasan juga dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis kemasan, antara lain:

  • Kemasan sekali pakai (disposable)
    Artinya, wadah sekali pakai yang hanya digunakan sekali dan kemudian dibuang. Misalnya wadah plastik, pembungkus daun pisang dan lain-lain.
  • Kemasan multi trip
    Artinya, wadah yang dapat digunakan berkali-kali oleh konsumen dan dapat dikembalikan ke agen penjual untuk digunakan kembali. Misalnya seperti botol minuman.
  • Kemasan semi-sekali pakai (semi disposable)
    Artinya, wadah yang tidak dibuang karena bisa digunakan untuk barang lain oleh konsumen. Misalnya seperti kaleng biskuit.

3. Kemasan berdasarkan tingkat kesiapan pakai

Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dapat dikelompokan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Kemasan siap pakai
    Artinya, jenis kemasan yang sudah siap diisi dan dalam kondisi sempurna dari produksi. Misalnya botol, kaleng dan lainnya.
  • Kemasan siap dirakit
    Artinya, wadah yang memerlukan tahapan pengaturan sebelum mengisi produk / barang. Misalnya seperti plastik, aluminium foil, kertas kemasan, dan lain sebagainya.

Manfaat Kemasan dan Kegunaannya

Berdasarkan pengertian kemasan yang dijelaskan oleh Louw dan Kimber (2007), secara detail mengatakan bahwa setidaknya ada 7 (tujuh) keunggulan dan tujuan pengemasan suatu produk / barang, dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Physical production
    Pembuatan packaging bertujuan untuk melindungi produk / barang dari suhu, getaran, guncangan, tekanan, dll.
  • Barrier protection
    Pemasangan packaging pada suatu produk / barang bertujuan untuk melindunginya dari hambatan oksigen, kelembaban, debu, dll.
  • Containment of agglomeration
    Pengemasan barang juga bertujuan untuk mengelompokan bersama agar proses penanganan dan pengangkutannya lebih efisien.
  • Information transmission (transmisi informasi)
    Kemasan juga dapat menunjukkan cara menggunakan pengangkutan, daur ulang, dan pembuangan kemasan atau label.
  • Reducing theft
    Pemasangan packing pada produk / barang juga bertujuan untuk mencegah terjadinya pencurian dengan melihat kerusakan fisik pada kemasan.
  • Convenience (kenyamanan)
    Pengemasan adalah fitur yang menambah kemudahan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, penutupan, dan penggunaan kembali.
  • Marketing (pemasaran)
    Profesional pemasaran dapat menggunakan desain dan label kemasan untuk mendorong calon pembeli membeli produk.

Baca Juga: Pengertian Iklan Menurut Para Ahli

Tips-Tips Membuat Kemasan Produk Yang Menarik

Dari pemaparan pengertian kemasan diatas, menjelaskan bahwa kemasan sangat mempengaruhi tingkat penjualan suatu produk. Nah, berikut ini adalah beberapa tips membuat kemasan produk agar dapat menarik perhatian calon pelanggan.

1. Lakukan riset pasar

Hal yang pertama yaitu Anda harus melakukan riset pasar. Tidak hanya ketika ingin membuat suatu produk, merancang kemasan juga harus dilakukan dengan riset agar mendapatkan hasil yang maksimal. Anda harus mengetahui siapa calon pelanggan Anda sebenarnya, apa saja yang mereka inginkan? Produk seperti apa yang mereka butuhkan? Hingga, daya beli pelanggan Anda. Dengan memiliki data-data tersebut maka pembuatan kemasan dapat dilakukan secara efektif.

2. Desain kemasan yang unik

Salah satu poin penting dalam mendesain kemasan adalah merancangnya dengan cara yang unik, inovatif dan berbeda dari produk lain. Kemasan yang unik sangat efektif untuk menarik minat masyarakat dan membuat penasaran. Misalnya ketika ada kotak pengepakan di rak supermarket, maka bikin kemasan bulat, agar konsumen mengamati dengan cermat dan akan penasaran dengan isi di dalamnya.

3. Mendesain kemasan sesuai dengan target pasar

Desain kemasan yang digunakan harus disesuaikan dengan target pasar. Misalnya, jika target pasar Anda adalah anak-anak usia 5 hingga 12 tahun, buatlah desain kemasan yang dapat ditambahkan ke gambar kartun yang paling disukai anak-anak atau dengan kemasan seperti mainan. Begitu pula jika targetnya adalah orang dewasa, desainnya juga harus disesuaikan.

4. Membuat kemasan dengan berbagai ukuran

Jika produk yang Anda jual adalah produk baru, cobalah membuat kemasan dengan berbagai ukuran, misalnya kecil, sedang dan besar. Orang cenderung memilih kemasan terkecil untuk produk yang baru diluncurkan.

5. Cantumkan informasi produk secara lengkap

Cantumkan informasi produk pada kemasannya secara rinci. Misalnya, kemasan standar mencakup komposisi produk, jenis produk, metode penggunaan, dan tanggal kedaluwarsa. Konsumen cenderung tidak tertarik dengan produk dengan informasi yang minim.

6. Lakukan uji coba pasar

Ketika kemasan produk Anda telah selesai dirancang, selanjutnya adalah melakukan uji coba, kemasan mana yang memiliki peminat yang tinggi. Dengan begitu Anda mendapatkan insight mengenai desain kemasan seperti apa yang diinginkan oleh pelanggan-pelanggan Anda.

Baca Juga: Tujuan dan Konsep Marketing Mix

Kesimpulan

Kemasan merupakan representasi dari produk tersebut, maka ketika pelanggan melihat kemasan produk maka mereka dapat mengetahui jenis produk apa yang ada didalamnya.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *