Apa itu Kompentensi? Pengertian, Manfaat, dan Jenis-Jenis Kompetensi

Apa itu Kompentensi Pengertian, Manfaat, dan Jenis-Jenis Kompetensi
Photo by Max Fischer from Pexels

Kemampuan seseorang dalam bidang tertentu umumnya dikenal dengan kompetensi. Kinerja seseorang juga dapat diukur dari kompetensinya. Umumnya, istilah ini digunakan pada sektor pendidikan dan juga sektor profesional.

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan kompetensi itu? Apa pengertian kompetensi menurut para ahli? Apa manfaat dari kompetensi? Serta, apa saja jenis-jenis kompetensi itu? Untuk memahaminya lebih mendalam, mari kita ulas secara rinci.

Apa Yang Dimaksud Dengan Kompetensi?

Secara etimologis, kata “kompetensi” merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, yaitu “competency” atau “competence” yang berarti keterampilan, kemampuan dan otoritas. Jadi definisi kompetensi merupakan gabungan dari pengetahuan, keterampilan, dan atribut kepribadian seseorang untuk meningkatkan kinerja dan berkontribusi pada keberhasilan organisasi.

Secara umum pengertian kompetensi adalah suatu keterampilan atau kemampuan yang dimiliki seseorang untuk melaksanakan suatu pekerjaan atau tugas pada suatu bidang tertentu, tergantung pada jabatan yang dijabatnya.

Pandangan lain menjelaskan bahwa yang dimaksud kompetensi adalah keterampilan, pengetahuan, sikap dasar, dan nilai yang terkandung dalam diri seseorang yang tercermin dari kemampuan berpikir dan bertindak secara konsisten.

Jadi, dengan kata lain, kompetensi bukan hanya tentang pengetahuan atau keterampilan seseorang, tetapi kemauan untuk melakukan apa yang diketahui menghasilkan sebuah manfaat.

Menurut Jack Gordon (1998), ada 6 (enam) aspek yang terkandung dalam konsep kompetensi, yaitu sebagai berikut:

  1. Knowledge (Pengetahuan)
  2. Understanding (Pemahaman)
  3. Attitude (Sikap)
  4. Skill (Keterampilan)
  5. Value (Nilai)
  6. Interest (Minat)

Baca Juga: Arti Kata Komitmen, Ciri-Ciri, dan Bentuk Sikap Komitmen

Pengertian Kompetensi Menurut Ahli

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan kompetensi, kita dapat mengacu pada pendapat para ahli berikut ini:

1. AA Anwar Prabu Mangkunegara

Pengertian kompetensi adalah faktor fundamental yang ada pada seseorang yang memiliki skill lebih dan membuatnya berbeda dengan orang lain yang memiliki skill rata-rata.

2. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Stephen Robbin (2007: 38)

Pengertian kompetensi adalah kapasitas atau kemampuan untuk ‘seseorang untuk melakukan tugas di tempat kerja, di mana kemampuannya ditentukan oleh faktor intelektual dan fisik.

4. Van Looy, Van Dierdonck dan Gemmel (1998: 212)

Pengertian kompetensi merupakan karakteristik manusia yang berkaitan dengan efektivitas kinerja, yang dapat dilihat dari perilaku, pemikiran. dan gaya bersikap.

5. Sedarmayanti

Pengertian kompetensi adalah karakteristik yang mendasari seseorang dan berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam melaksanakan pekerjaannya.

Manfaat Kompetensi

Kompetensi individu memegang peranan yang sangat penting dalam efektivitas pelaksanaan pekerjaan atau tugas profesional. Menurut Ruky (dalam buku Edy Sutrisno 2010), menjelaskan bahwa perusahaan besar menggunakan kompetensi sebagai pedoman dan standar dalam merekrut pekerja. Beberapa manfaat mempekerjakan karyawan yang kompeten adalah:

  • Memperjelas standar kerja dan ekspektasi yang ingin dicapai perusahaan.
  • Keterampilan individu dapat digunakan sebagai alat seleksi tenaga kerja yang potensial.
  • Kemampuan tenaga kerja memaksimalkan produktivitas perusahaan.
  • Keterampilan atau kompetensi staf dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan sistem remunerasi atau penggajian.
  • Kompetensi bisa membantu perusahaan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
  • Kompetensi akan memudahkan perusahaan menyelaraskan perilaku kerja dengan nilai-nilai organisasi.

Baca Juga: Arti Attitude dan Peran Attitude Dalam Mengembangkan Karir

Jenis-Jenis Kompetensi

Ada berbagai pendapat para ahli yang menjelaskan jenis-jenis kompetensi. Berikut berbagai macam jenis kompetensi menurut kajian para ahli.

1. Kunandar

Di Dalam bukunya (2007), Kunandar menyatakan bahwa kompetensi dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu:

  • Kompetensi intelektual
    Artinya, seperangkat pengetahuan yang dimiliki oleh individu yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.
  • Kompetensi fisik
    Artinya, kemampuan fisik individu yang diperlukan untuk melakukan tugas di tempat kerja mereka.
  • Kompetensi pribadi
    Artinya, sekumpulan perilaku yang terkait dengan kemampuan individu untuk memahami, mewujudkan, mengidentifikasi, dan mentransformasikan.
  • Kompetensi sosial
    Artinya, perangkat perilaku tertentu yang menjadi dasar pemahaman diri sebagai bagian dari lingkungan sosial.
  • Kompetensi spiritual
    Artinya, kemampuan individu untuk memahami, menghayati, dan menjalankan prinsip-prinsip agama.

2. Charles E. Jhonson

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Wina Sanjaya (2005: 34), Charles E. Johnson membagi kompetensi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Kompetensi pribadi (Personal Competence)
    Artinya, kemampuan individu dalam hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian seseorang.
  • Kompetensi profesional (Professionalism Competency)
    Artinya, kemampuan individu dalam hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pelaksanaan tugas tertentu di tempat kerja.
  • Kompetensi sosial (Social Competence)
    Artinya, kemampuan individu dalam hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dan kepentingan sosial.

3. Dean Lyle Spencer dan Matthew Lyle Spencer

Sebagaimana disebutkan dalam buku Surya Dharma (2003), Dean Lyle Spencer dan Matthew Lyle Spencer membedakan kompetisi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Threshold Competency (Kompetensi Dasar)
    Artinya, ciri utama yang harus dimiliki seseorang untuk melaksanakan tugas di tempat kerjanya. Misalnya kemampuan membaca, menulis dan lain-lain.
  • Differentiating Competency (Kompetensi pembeda)
    Artinya, berbagai faktor yang membedakan individu berkinerja tinggi dari individu berkinerja rendah.

Baca Juga: Pengertian Etika Profesi

Kesimpulan

Setiap orang memiliki kompetensinya masing-masing dengan ciri dan keunikan tersendiri. Maka, untuk menjadi profesional yang terampil kemampuan tersebut harus terus diasah dan ditingkatkan.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *