Pengertian Komunisme, Kelebihan dan Kekurangan Paham ini, Contoh Negara Yang Menerapkannya

Pengertian Komunisme, Kelebihan dan Kekurangan Paham ini, Contoh Negara Yang Menerapkannya
photo by pxhere.com

Selain ideologi kapitalisme dan ideologi lainnya, ada juga dikenal dengan ideologi komunisme. Ideologi ini merupakan lawan dari ideologi kapitalisme yang banyak dianut oleh negara-negara barat. Lalu, apa pengertian komunisme sebenarnya? Bagaimana sejarah berkembangnya paham komunisme? Dan, apa saja ciri dan karakteristik negara yang menganut ideologi komunisme? Untuk memahaminya lebih dalam, mari kita ulas satu persatu secara rinci.

Pengertian Komunisme Adalah

Pengertian komunisme adalah ideologi atau pemahaman yang berkaitan dengan filsafat, politik, sosial dan ekonomi, yang tujuan utamanya adalah untuk menciptakan masyarakat dan sistem ekonomi maju dalam hal teknologi dan faktor-faktor produktif. Pendapat lain mengatakan bahwa, pengertian komunisme adalah ideologi yang lebih mengutamakan kepentingan publik daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Komunisme menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi (modal, tanah, tenaga kerja), untuk menciptakan masyarakat yang makmur, setara, tanpa kelas atau strata sosial.

Komunisme merupakan pemahaman anti-kapitalisme, yang dalam praktiknya tidak mengakui kepemilikan akumulasi modal pada individu dan semua alat produksi dikontrol oleh negara untuk kesejahteraan rakyat. Pada prinsipnya, ideologi ini sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila yang diterapkan di Indonesia, karena dalam paham komunisme itu sangat membatasi penerapan prinsip-prinsip demokrasi dan tidak mengakui hak-hak individu.

Baca Juga: Mengenal Demokrasi Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia

Sejarah Lahirnya Pemahaman Komunisme

Ideologi ini pertama kali dideklarasikan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels dalam sebuah manifesto politik yang diterbitkan pada 21 Februari 1848. Latar belakang lahirnya ideologi ini berasal dari ketidaksetaraan ekonomi dalam hal industri di berbagai negara Eropa. Pada saat itu, mereka yang berkuasa lebih tertarik pada kesejahteraan ekonomi mereka sendiri, dimana peran petani dan buruh selalu dihancurkan.

Berlandaskan fenomena tersebut, Karl Marx ingin menciptakan masyarakat yang lebih adil yang tidak mengenal kelas, memprioritaskan hak setiap orang dan tidak bergantung kepada Tuhan. Lalu, Ideologi ini berkembang sangat cepat di berbagai negara di dunia. Bahkan gerakan komunisme memuncak di Rusia (Bolshevik) dengan pembentukan Uni Soviet dan Komunisme Internasional (Komintern).

Tujuan utama pendirian Komintern adalah untuk membuat masyarakat dunia mengikuti paham komunisme. Namun, perkembangan ideologi ini surut di awal perang dunia kedua hingga akhir perang dingin (revolusi 1989). Inilah yang mengakhiri ideologi komunisme dan pembubaran Uni Soviet pada tahun 1991. Meskipun komunisme telah ditolak di berbagai negara (termasuk Indonesia), namun, pemahaman ini masih ada dan digunakan sebagai ideologi di banyak negara seperti China, Koreat Utara, Kuba, Laos, dan Vietnam.

Ciri dan Karakteristik Paham Komunisme

Ideologi ini memiliki beberapa ciri dan karakteristik khusus yang membedakannya dari pemahaman-pemahaman lainnya. Berikut ini adalah ciri komunisme, yaitu sebagai berikut:

  • Pemahaman ini mengajarkan teori konflik kelas sosial dalam masyarakat, sehingga sering terjadi konflik antara tuan tanah dan kapitalis dengan kaum proletar.
  • Ada doktrin revolusi yang berkelanjutan untuk penyebaran komunisme di seluruh dunia.
  • Menganut sistem politik satu partai, hanya ada partai komunis, sehingga cenderung tidak menghormati hak asasi manusia (HAM).
  • Dalam paham komunisme negara dan hukum akan hilang.
  • Sumber daya alam dan alat produksi adalah seluruh miliki pemerintah, dan properti individu tidak diakui, kecuali untuk pakaian, furniture, dan upah.
  • Secara teoritis, pemahaman ini bertujuan untuk memperkaya orang tanpa kelas sosial. Namun dalam praktiknya, ada fase kediktatoran proletariat untuk melawan paham kapitalisme

Baca Juga: Pengertian Nasionalisme, Wujud Sikap Nasionalisme, dan Ciri-Ciri Nasionalisme

Kelebihan dan Kekurangan Paham Komunisme

Pada dasarnya, ada kelebihan dan kekurangan dalam setiap ideologi. Mengacu pada pengertian komunisme, berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan komunisme, yaitu sebagai berikut:

1. Kelebihan Paham Komunisme

  • Dibidang ekonomi, cenderung lebih mudah mengendalikan pengangguran, inflasi dan lain-lain, karena merupakan kontrol penuh pemerintah.
  • Setiap individu dianggap sama sehingga tidak ada pihak yang merasa superior atau inferior.
  • Secara umum jarang ada krisis ekonomi atau kelaparan karena pemerintah memusatkan masalah ekonomi dan masyarakat hanya bisa mengikutinya.

2. Kekurangan Paham Komunisme

  • Potensi melakukan monopoli oleh pemerintah dan pejabat pemerintah yang dapat membahayakan masyarakat sangat tinggi.
  • Dalam praktiknya, paham komunisme cenderung tidak menghormati hak asasi manusia.
  • Tidak ada kebebasan individu untuk berkembang, sehingga masyarakat cenderung pasif dan tidak termotivasi untuk berkembang.

Contoh Praktik Negara Berideologi Komunisme

Beberapa negara di dunia masih menerapkan ideologi komunisme di negara mereka, misalnya, Korea Utara dan Cina. Berdasarkan definisi komunisme yang telah dijelaskan sebelum, berikut ini contoh-contoh pelaksanaan komunisme yaitu sebagai berikut:

1. Aktivitas Perekonomian Dikuasai Oleh Pemerintah

Sebagai contoh di Korea Utara, semua kegiatan ekonomi dikendalikan oleh pemerintah. Dalam praktiknya, orang biasa hanya dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi skala kecil, industri terbesar dikendalikan oleh pemerintah. Selain itu, semua sumber produksi dan metode produksi berada di bawah wewenang pemerintah. Jadi, di negara Komunis, tidak ada kegiatan ekonomi yang melibatkan mata pencaharian orang-orang yang dikendalikan oleh sektor swasta.

2. Hanya Menggunakan Sistem Partai Tunggal

Sejauh ini, Republik Rakyat China masih menerapkan sistem partai tunggal. Jadi, prinsip demokrasi tidak berlaku di negara ini, sehingga kandidat yang dicalonkan oleh Partai Komunis China menjadi presiden. Ini bisa dilihat pada presiden China Xi Jinping yang berkuasa lebih dari dua periode dan telah ditetapkan menjadi presiden seumur hidup.

3. Kurangnya Dukungan Untuk Praktek Keagamaan

Banyak orang berpikir bahwa Komunisme adalah pemahaman yang tidak mengakui keberadaan Tuhan (Ateisme). Memang, anggapan itu salah karena keduanya secara fundamental berbeda, komunisme adalah ideologi politik, sedangkan ateisme adalah ideologi kepercayaan. Namun, dalam paham komunisme percaya bahwa para pendukung agama cenderung lebih mengandalkan doa daripada upaya atau tindakan untuk mencapai sesuatu. Ini akhirnya menyebabkan para penganut agama menyamakan komunisme dengan ateisme.

4. Menganggap Semua Hak Manusia Setara

Menurut ajaran pemahaman komunis, setiap orang memiliki derajat yang sama. Tidak ada borjuis dan proletariat. Ajaran ini mendorong banyak orang kecil untuk mengikuti komunisme karena dianggap dapat mensejahterakan mereka. Namun dalam prakteknya, komunisme sebenarnya dapat membuat individu tidak berkembang.

Baca Juga: Pengertian Ideologi Liberalisme

Kesimpulan

Nah, setelah membahas pengertian paham komunisme, pastinya kita menjadi lebih paham kenapa ideologi komunis dilarang di Indonesia. Selain bertentangan dengan ideologi negara kita yaitu Pancasila, paham ini juga bertentangan dengan prinsip-prinsip agama dan prinsip kemanusiaan. Dimana hak-hak manusia harus dijunjung tinggi dan tidak seharusnya disamaratakan.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *