Apa itu Konflik? dan Apa Penyebabnya serta Dampaknya Bagi Sosial Masyarakat?

Apa itu Konflik dan Apa Penyebabnya serta Dampaknya Bagi Sosial Masyarakat
photo by pxhere.com

Di dalam kehidupan bersosial masyarakat selalu ada bumbu-bumbu yang membuat hidup semakin menarik dan menantang. Konflik merupakan fenomena sosial yang sering terjadi disekitar kita bahkan dalam diri kita. Faktanya, ada konflik yang terjadi secara alami namun ada juga konflik yang diciptakan untuk kepentingan tersendiri.

Pada topik kali ini, kami akan memaparkan, apa itu konflik? Apa pengertian konflik? Apa saja yang menyebabkan konflik? Apa jenis dan contoh konflik? Serta, apa saja dampak dan implikasi dari konflik yang terjadi? Nah, mari kita bahas satu persatu secara rinci.

Apa Pengertian Konflik?

Istilah kata “konflik” berasal dari bahasa Inggris yang berarti “conflict” yang artinya perselisihan atau pertentangan. Konflik merupakan proses disosiatif dalam interaksi sosial yang terjadi ketika semua bagian masyarakat ingin mencapai tujuannya sekaligus.

Dalam ilmu sosiologi, pengertian konflik adalah fenomena sosial antara dua individu atau kelompok sosial dimana masing-masing pihak berusaha untuk menyingkirkan pihak lainnya untuk mencapai tujuannya dengan memberikan perlawanan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.

Baca Juga: Tipe dan Strategi Manajemen Konflik

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

Para ahli telah menjelaskan secara rinci mengenai definisi konflik, berikut ini pemaparan mereka yang bisa kita jadikan rujukan utama:

1. Soerjono Soekanto

Pengertian konflik adalah keadaan perselisihan antara dua pihak yang berusaha mencapai suatu tujuan dengan melawan pihak lawan.

2. Robbins

Pengertian konflik adalah proses sosial masyarakat yang terjadi antar pemangku kepentingan yang berbeda saling memberikan dampak negatif, artinya pihak-pihak tersebut selalu memberikan perlawanan.

3. Taquiri dan Davis

Pengertian konflik adalah warisan kehidupan sosial, yang terjadi dalam berbagai keadaan sebagai akibat dari munculnya ketidaksepakatan, kontroversi dan bentrokan terus menerus antara dua atau lebih pihak.

4. Lewis A. Coser

Konflik adalah perebutan nilai atau tuntutan status dan merupakan bagian dari masyarakat yang akan selalu ada, sehingga jika ada komunitas maka akan terjadi konflik.

5. Alabaness

Definisi konflik adalah keadaan masyarakat yang telah merusak tatanan sosial dari individu atau kelompok yang tidak setuju dengan pendapat dan pihak lain, sehingga mendorong terjadinya perubahan sikap, perilaku dan tindakan berdasarkan ketidaksetujuan mereka.

Faktor-Faktor Penyebab Konflik

Konflik tidak terjadi begitu sajai, namun ada banyak faktor di belakangnya. Beberapa faktor penyebab terjadinya konflik adalah:

1. Perbedaan Individu

Setiap individu dalam suatu kelompok masyarakat pasti memiliki pendapat, pandangan, dan cara berinteraksi yang berbeda. Hal tersebut dapat menimbulkan perselisihan yang nantinya dapat berujung pada konflik.

2. Faktor Kepentingan

Setiap individu atau kelompok dalam suatu masyarakat memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kepentingan-kepentingan ini dapat berupa ekonomi, sosial atau politik.

Perbedaan pandangan dan kepentingan dalam berbagai bidang kehidupan manusia menjadi faktor penyebab konflik yang sangat sulit dihindari.

3. Faktor Kebudayaan

Konteks budaya yang berbeda dalam suatu masyarakat dapat memicu konflik. Kebudayaan setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dan dapat membentuk kepribadian seseorang.

Misalnya tingkah laku dan cara bicara orang batak yang kuat sering dianggap sombong dan marah oleh orang lain yang berbeda budaya, seperti Sunda.

4. Perubahan Sosial

Perubahan sosial bisa terjadi secara alamiah karena pada dasarnya manusia selalu berubah. Dan perubahan sosial ini seringkali menjadi faktor pemicu konflik ditengah-tengah masyarakat.

5. Interaksi sosial

Kurangnya keharmonisan dalam konteks interaksi sosial juga dapat menimbulkan konflik dalam masyarakat. Ketidakharmonisan dalam interaksi sosial dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti sifat bawaan, kondisi ekonomi, kesenjangan sosial, kurangnya pendidikan, dan lain-lain.

Baca Juga: Tujuan, Proses dan Manfaat Manajemen Konflik

Jenis dan Contoh Konflik

Ada beberapa jenis konflik yang sering terjadi di masyarakat. Dengan mengacu pada pengertian konflik di atas, maka jenis konflik adalah sebagai berikut:

1. Konflik Individu

Konflik individu adalah konflik yang terjadi antara individu dengan individu atau individu dengan kelompok masyarakat. Jenis konflik ini sangat sering terjadi dalam lingkup keluarga, pertemanan, dunia kerja dan lain-lain.

2. Konflik Agama

Konflik agama adalah konflik yang terjadi antar kelompok yang berbeda agama dan keyakinan. Kebanyakan orang menganggap agama sebagai pedoman dan cara hidup yang harus diikuti secara mutlak. Jadi apapun yang berbeda atau tidak menurut agama akan dianggap sebagai masalah dan kemudian memicu konflik.

3. Konflik Antar Kelas Sosial

Keberadaan kelompok kelas dalam masyarakat berpotensi memicu konflik. Bersaing dan mempertahankan peran dan status dalam kelompok masyarakat seringkali menimbulkan konflik. Misalnya, orang kaya dan orang miskin / kelas menengah memperebutkan kekuasaan dalam politik.

4. Konflik Rasial

Konflik rasial adalah konflik yang terjadi antara dua atau lebih ras yang berbeda. Jenis konflik rasial akan terjadi ketika setiap ras merasa lebih unggul dan mengutamakan kepentingan kelompoknya sendiri di atas kepentingan bersama.

5. Konflik Sosial

Konflik sosial merupakan konflik yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat. Misalnya masalah sosial, masalah ekonomi, masalah komunikasi dan lain-lain.

6. Konflik Politik

Konflik politik adalah konflik yang terjadi karena perbedaan pandangan pemahaman politik. Jenis konflik ini terjadi karena setiap kelompok ingin berkuasa dan mengatur suatu sistem pemerintahan.

7. Konflik Internasional Antar Negara

Konflik internasional adalah konflik yang terjadi antar negara di dunia, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Jenis konflik ini bisa terjadi karena satu negara merasa dirugikan oleh negara lain atau karena masing-masing negara ingin memperjuangkan keberadaannya. Contohnya, Perang Dingin antara Rusia dan Amerika.

Baca Juga: Pengertian Asimilasi dan Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Asimilasi

Dampak Konflik

Pada dasarnya konflik akan berdampak negatif bagi masing-masing pihak. Namun selain berdampak negatif, dalam kasus tertentu ternyata konflik juga bisa berdampak positif. Berdasarkan definisi konflik diatas, maka dampak yang ditimbulkan oleh konflik adalah sebagai berikut:

1. Dampak Positif

Konflik yang terjadi di masyarakat umumnya memiliki dampak yang lebih negatif. Namun konflik ini dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak sehingga integrasi masyarakat menjadi lebih kuat.

2. Dampak Negatif

  • Kerusakan integrasi sosial masyarakat.
  • Trauma psikologis dan sosial.
  • Mendorong rasa dendam di masing-masing pihak sehingga kehidupan dalam masyarakat tidak harmonis.
  • Terjadi kerusakan / kehilangan harta benda dan bahkan dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Kesimpulan

Jika ditinjau dari lingkup yang lebih besar, konflik dapat memberikan manfaat besar, salah satunya manfaat ekonomi dan manfaat kekuasan. Diperlukan kemampuan manajemen konflik agar tatanan kehidupan masyarakat dapat berjalan harmonis.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *