Pengertian Laba Bersih dan Bagaimana Cara Laba Bersih Dihitung

Pengertian Laba Bersih dan Bagaimana Cara Laba Bersih Dihitung
Photo by William Iven on Unsplash

Dalam bidang ilmu ekonomi, segala aktivitas bisnis yang dilakukan selalu mengharapkan pada keuntungan atau laba. Laba adalah keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha perusahaan. Keuntungan tersebut diperoleh dari pendapatan dikurangi biaya produksi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Namun ada beberapa jenis keuntungan dalam kelangsungan usaha, salah satunya adalah laba bersih.

Profit atau laba terdiri dari beberapa komponen penyusun. Ada tiga komponen laba, yaitu:

  1. Pendapatan;
  2. Biaya; dan
  3. Beban.

Ketiga komponen ini membentuk keuntungan ketika pendapatan dikurangkan dari jumlah pengeluaran dan biaya untuk bisnis. Adapun jenis laba dibagi menjadi empat jenis. Tingkat laba akuntansi adalah pendapatan kotor, bersih, operasi dan sebelum pajak.

Pengertian Laba Bersih

Laba bersih adalah laba/keuntungan yang diperoleh setelah dikurangi pajak. Secara lebih rinci laba merupakan manfaat yang diperoleh dari selisih penghasilan dan biaya yang dikurangi pajak. Selain itu, ada yang menyebutnya laba sebelum bunga, pajak, dan depresiasi (EBITDA).

Intinya, istilah tersebut digunakan untuk memperjelas dari mana keuntungan itu diperoleh. Misalnya, dalam hal laba sebelum bunga dan pajak, keuntungan itu diperoleh dari laba sebelum dikurangi biaya bunga dan pajak. Istilah yang berbeda ini sangat membantu manajer dan investor menentukan keputusan bisnis masa depan melalui berbagai perhitungan hubungan keuangan.

Keuntungan dihitung berdasarkan transaksi yang benar yang dihasilkan dalam periode tertentu. laba diperoleh dari aktivitas komersial seperti jual beli barang atau jasa. Dalam bidang komersial, laba disebut keuntungan. Sedangkan sektor investasi yang berorientasi laba lebih dikenal dengan istilah profit.

Unsur Pembentuk Laba Bersih

Dalam perhitungannya, konsep utama yang digunakan adalah laba kotor dikurangi biaya operasional. Untuk menentukan nilai laba perlu diketahui beberapa unsur yaitu:

  1. Laba kotor,
  2. Beban usaha,
  3. Pendapatan lain-lain, dan
  4. Harga pokok penjualan.

Laba kotor diperoleh dengan laba bersih dari penjualan dikurangi harga pokok penjualan secara keseluruhan. Penjualan bersih dihasilkan dari penjualan kotor dikurangi biaya transportasi, biaya penjualan, dan diskon penjualan.

Laba ini kemudian diperoleh dari selisih antara laba kotor dan beban operasional. Beban operasi ini dapat terdiri dari pengeluaran atau biaya yang digunakan untuk kebutuhan operasi atau non operasi bisnis. Beban operasional atau biaya operasional merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kebutuhan operasionalnya. Misalnya biaya administrasi, biaya transportasi, biaya pemasaran, dan biaya sewa.

Berbeda dengan biaya operasional, beban non operasional atau biaya non operasional merupakan biaya yang timbul untuk aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas operasi. Misalnya biaya pajak, bunga, amortisasi dan biaya amortisasi.

Selain itu, kalau ada penghasilan tambahan lain bisa juga ditambah. Misalnya pendapatan bunga dan pendapatan dari penjualan aset perusahaan. Jangan lupakan unsur terakhir yang membentuk keuntungan yaitu harga pokok penjualan yang diperoleh dari semua biaya produksi barang.

Cara Menghitung Laba Bersih Perusahaan

Sebelum kita mempelajari lebih lanjut tentang rumus perhitungan, kita perlu memahami beberapa istilah yang akan digunakan untuk mendapatkan nilai keuntungan. Ada tiga syarat baru yang perlu dipertimbangkan, yaitu EBITDA, EBIT dan EBT.

  1. EBITDA (earning before interest, tax, depreciation, and amortization), yang lebih dikenal dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi. EBITDA diperoleh dari selisih antara beban bunga dan beban operasional.
  2. EBIT (earning before interest and tax), yang dikenal sebagai laba sebelum bunga dan pajak di Indonesia. EBIT diperoleh dari selisih antara nilai laba sebelum pajak, bunga, amortisasi atau EBITDA dan biaya depresiasi dan amortisasi.
  3. EBT (Earning Before Tax), yaitu laba sebelum pajak. Nilai EBT diperoleh dari selisih jumlah beban bunga dan pendapatan bunga dengan laba dan bunga sebelum pajak.

Oleh karena itu, pada dasarnya rumus penghitungan laba bersih adalah laba kotor dikurangi biaya operasional perusahaan selama periode tertentu. Laba juga dapat diperoleh dari selisih nilai laba sebelum pajak atau EBT dengan beban pajak, dan diharapkan rumus ini dapat dipahami sesuai konsep yang sudah dibahas. Sebab, konsep yang dipahami dengan baik akan membantu menyelesaikan masalah pencarian nilai laba dalam sebuah laporan keuangan.

Contoh penghitungan laba bersih dengan laporan keuangan

Dalam menghitung laba bersih, ada dua jenis template dalam laporan laba rugi perusahaan, yaitu:

  • Laporan laba rugi langsung, dan
  • Akun laba rugi tidak langsung

Akun laba rugi langsung hanya menampilkan akun-akun dari komponen utama yang membentuk akun untung dan rugi tanpa menyertakan detailnya. Sedangkan akun untung rugi tidak langsung menunjukkan semua komponen utama dalam penyusunan akun untung dan rugi beserta datanya. Berikut ini adalah contoh laporan laba-rugi langsung:

Tujuan Menghitung Laba

Keuntungan suatu bisnis tentunya adalah tujuan dari menjalankan fungsi-fungsi tertentu. Ada tiga tujuan utama untuk menghasilkan keuntungan. Tiga tujuan utama menghasilkan laba adalah sebagai berikut:

  • Sebagai sumber dana bagi dana cadangan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan investasi, pengembangan, dan dana darurat perusahaan.
  • Sebagai sumber dana untuk melunasi hutang perusahaan.
  • Sebagai sumber dana untuk membiayai biaya operasional dan bahan baku.

Dari ketiga tujuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa perusahaan berusaha keras untuk menghasilkan laba guna meningkatkan kualitas perusahaan dan memenuhi kebutuhan perusahaan. Disamping itu, dengan laba tersebut, perusahaan mampu memprediksi keberlangsungan perusahaannya dalam beberapa tahun ke depan dengan memperhitungkan investasi dan manajemen risiko.

Kesimpulan

Dari pemaparan diatas, kita dapat memahami tentang arti dan metode penghitungan laba bersih. Pada prinsipnya laba merupakan keuntungan bersih yang dapat diperoleh perusahaan. Ini berarti bahwa tidak ada lagi bentuk pengurangan keuntungan dan itu merupakan pendapatan dari bisnis atau perusahaan yang nyata.

Hasil akhir yang diperoleh inilah yang menentukan untung atau rugi suatu bisnis. Tingkat keuntungan bisnis perlu diukur dengan menghitung dan mengelola pendapatan bagi pengusaha. Hal tersebut terkait dengan kesehatan bisnis yang tercermin pada laporan keuangan dalam menghasilkan keuntungan.

sumber:
accurate.id/blog

1 Shares:
Leave a Reply