Pengertian Logistik, Fungsi dan Manfaatnya dalam Manajemen Rantai Pasok

Pengertian Logistik, Fungsi dan Manfaatnya dalam Manajemen Rantai Pasok
photo by unsplash/elevatebeer

Logistik merupakan sesuatu yang harus dikelola dengan baik, agar fungsi-fungsi distribusi dapat berjalan secara efektif. Di dalam rantai pasok perusahaan dapat memaksimalkan fungsi logistik untuk meningkatkan keuntungan bisnis. Ada banyak faktor yang mempengaruhi suatu keberhasilan manajemen logistik, misalnya seperti penyimpanan, pemeliharaan, distribusi dan lainnya.

Untuk lebih memahami, apa itu logistik? Apa pengertian logistik? Apa saja tujuan dan manfaat logistik? Dan, apa saja ruang lingkup logistik dalam suatu bisnis?. Mari kita ulas satu persatu secara rinci.

Apa itu Logistik?

Pengertian logistik adalah ilmu atau seni dalam melaksanakan proses penyimpanan, distribusi dan pemeliharaan, serta penghapusan berbagai barang atau alat tertentu. Selain itu, definisi logistik adalah serangkaian proses yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan proses perpindahan, baik itu barang atau jasa, energi atau sumber daya lainnya, dari titik awal hingga titik penggunaan.

Dari pemaparan tentang pengertian logistik tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa logistik merupakan bagian dari ilmu manajemen, di mana rangkaian kegiatan saling berhubungan dan dilakukan secara bertahap, dan tujuannya adalah untuk mengelola dan memelihara produk barang atau peralatan.

Baca Juga: Pengertian Strategi Pemasaran, Konsep, Ciri, Fungsi dan Tujuan

Pengertian Logistik Menurut Pendapat Para Ahli

Agar lebih memahami apa pengertian logistik, kita dapat merujuk pada pendapat para ahli, diantaranya sebagai berikut:

1. Christopher (2005)

Definisi logistik adalah proses yang secara strategis mengelola, perolehan, pergerakan dan penyimpanan bahan, suku cadang, dan produk jadi bersamaan dengan aliran informasi terkait melalui organisasi dan saluran pemasarannya, dengan cara itu pendapatan perusahaan, baik untuk saat ini atau di masa depan, dapat dimaksimalkan dengan memenuhi pesanan dengan biaya yang efektif.

2. Donald Walters (2003)

Pengertian logistik adalah fungsi yang melibatkan pemindahan, pengaturan pergerakan barang dan penyimpanan bahan dalam perjalanannya dari pengirim awal, melalui rantai pasokan dan kepada pelanggan akhir.

3. Burg (Lysons: 2000)

Pengertian logistik adalah integrasi dari kegiatan pengadaan, transportasi, manajemen inventaris dan penyimpanan dalam penyediaan alat atau cara yang menguntungkan, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, baik internal maupun eksternal.

Tujuan dan Manfaat Logistik

Semua kegiatan logistik adalah mencapai tujuan, yaitu ketersediaan produk yang tepat pada waktu dan tempat yang tepat. Dengan cara ini, perusahaan harus melakukan serangkaian kegiatan logistik, seperti:

  • Procurement (proses pembelian barang)
  • Support manufacturing (kegiatan produksi)
  • Physical distribution (distribusi fisik)

Dalam implementasinya, kegiatan logistik memiliki standar kinerja yang harus tercapai. Tingkat kinerja yang akan dicapai dalam kegiatan logistik adalah keseimbangan antara kualitas layanan yang diharapkan oleh pelanggan dan semua biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Menurut Bowersox, ada 2 (dua) faktor utama yang menentukan tingkat kinerja logistik, yaitu:

  1. Service factor (faktor layanan), yaitu tingkat layanan dari perusahaan ke konsumen.
  2. Cost factor (faktor biaya), yaitu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengelola layanan kepada konsumen.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Industri, Sejarah, Perkembangan, & Tingkatannya

Ruang Lingkup Kegiatan Logistik

Menurut Gunawan, ada beberapa ruang lingkup kegiatan logistik yang saling terkait. Kegiatan logistik adalah sebagai berikut:

  • Customer service (layanan pelanggan)
  • Demand forecasting (perkiraan permintaan)
  • Inventory management (manajemen inventaris)
  • Logistic Communication (komunikasi logistik)
  • Materials Handling (manajemen bahan material)
  • Order processing (proses pemesanan)
  • Packaging (pengemasan)
  • Parts and services (komponen pendukung dan layanan pendukung)
  • Plant and warehouse site selection (pemilihan gudang)
  • Purchasing and procurement (pembelian barang)
  • Reverse Logistic
  • Transportation (transportasi)
  • Storage and warehouse (penyimpanan dan pergudangan)

Kesimpulan

Berdasarkan pengertian logistis yang dijelaskan diatas, logistik berperan penting dalam manajemen rantai pasok suatu perusahaan. Dengan manajemen logistik yang profesional akan menghasilkan laba yang besar bagi perusahaan.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *