Pengertian Masyarakat Madani

Pengertian Masyarakat Madani
photo by pexels/belart84

Masyarakat yang kental dengan peradaban Islam sangat identik dengan istilah masyarakat madani. Umumnya, masyarakat madani melekat dengan orang Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Hal ini terjadi karena, negara-negara tersebut mayoritas penduduknya beragama Islam.

Lalu, apa itu masyarakat madani sebenarnya? Apa pengertian masyarakat madani? Apa saja ciri-ciri masyarakat ini? Serta, pilar apa saja yang melekat dengan masyarakat madani? Untuk memahaminya lebih dalam, mari kita ulas satu persatu secara rinci.

Apa Yang Dimaksud Dengan Masyarakat Madani?

Yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah masyarakat beradab yang mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan, masyarakat demokratis dan maju yang mendominasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kata “madani” sendiri diadaptasi dari bahasa Arab yang berarti “beradab” atau dalam bahasa Inggris disebut “civilized”. Masyarakat madani pada dasarnya memiliki arti yang sama dengan “masyarakat sipil”, yaitu masyarakat yang berada dalam sistem sosial yang demokratis.

Istilah tersebut dicetuskan pertama kali oleh mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Menurutnya, masyarakat sipil adalah sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara stabilitas masyarakat dan kebebasan individu.

Baca Juga: Pengertian Sosiologi dan Cabang-Cabang Ilmu Sosiologi

Pengertian Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan masyarakat madani, kita dapat mengacu pada pandangan dari berbagai ahli, diantaranya sebagai berikut:

1. Nurcholis Madjid

Pengertian masyarakat madani mengacu pada peradaban sosial masyarakat Islam yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah, yaitu masyarakat dengan peradaban yang memiliki ciri kesetaraan, keterbukaan, toleransi, musyawarah dan penghargaan untuk prestasi.

2. Dawam Rahardjo

Pengertian masyarakat madani adalah proses penciptaan peradaban yang mengacu pada nilai-nilai kebijakan bersama berdasarkan pedoman hidup untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan sosial.

3. Ernest Gellner

Yang dimaksud dengan masyarakat sipil adalah masyarakat yang dibentuk oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat yang cukup otonom untuk menyeimbangkan negara.

4. Cohen dan Arato

Pengertian masyarakat madani adalah suatu wilayah interaksi sosial antara bidang ekonomi, politik dan kenegaraan, yang mencakup semua kelompok sosial yang bekerja sama untuk membangun ikatan sosial di luar lembaga resmi, membangun solidaritas manusia dan berjuang untuk kebaikan bersama.

5. Muhammad As Hikam

Yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah segala bidang kehidupan sosial yang terorganisir dan memiliki ciri-ciri seperti kerelawanan, kemandirian, keswasembadaan dan keswadayaan yang tinggi dari negara serta terikat oleh aturan dan nilai hukum yang dianut oleh seluruh warganya.

6. Syamsudin Haris

Definisi civil society adalah ranah sosial yang berada di luar pengaruh negara dan model yang terdiri dari masyarakat yang lebih familiar seperti keluarga, asosiasi sukarela, gerakan komunitas, dan lainnya.

Unsur-Unsur Yang Terdapat Dalam Masyarakat Madani

Masyarakat madani tidak begitu saja muncul, terdapat beberapa unsur sosial yang menjadi syarat terwujudnya tatanan masyarakat sipil. Berbagai elemen masyarakat sipil tersebut adalah sebagai berikut:

1. Wilayah Publik Yang Cukup Luas

Area publik merupakan sarana penyampaian pandangan warga negara, dimana semua warga negara memiliki hak dan posisi yang sama untuk melakukan transaksi politik dan sosial tanpa adanya ancaman dari luar. .

2. Adanya Demokrasi

Dengan diberlakukannya demokrasi merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi agar dapat terbentuk masyarakat sipil yang murni. Demokrasi adalah sistem sosial politik yang disediakan dan dilaksanakan oleh warga negara dan untuk seluruh komunitas.

3. Adanya Toleransi

Toleransi merupakan sikap saling menghargai dan saling menghormati antar individu atau antar kelompok dalam masyarakat yang tujuannya untuk menghindari diskriminasi.

4. Pluralisme

Kemajemukan atau pluralisme adalah pengakuan dan penerimaan masyarakat oleh adanya kemajemukan atau keragaman di lingkungannya. Sikap ini juga dibarengi dengan sikap ikhlas dalam menerima perbedaan sebagai hal wajar dan positif.

5. Keadilan sosial

Dalam hal ini keadilan sosial adalah suatu distribusi hak dan kewajiban yang seimbang dan proporsional dari seluruh anggota masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, politik, peluang dan sains.

Baca Juga: 4 Pilar Kebangsaan Indonesia, Makna dan Isinya

Ciri dan Karakteristik Masyarakat Sipil

Terdapat berbagai sifat dan karakteristik yang ada dalam masyarakat sipil. Menurut Bahmueller (1997), karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut:

  • Terdapat interaksi antara individu dan individu, individu dan kelompok, dalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
  • Adanya distribusi kekuasaan dalam masyarakat sehingga kepentingan yang mendominasi masyarakat dapat dibatasi atau direduksi dengan hadirnya berbagai kekuatan alternatif.
  • Terdapat anggota berbagai organisasi sukarela yang memberikan berbagai kontribusi terhadap keputusan pemerintah sehingga kepentingan individu dan negara dapat dikoordinir.
  • Terjadi peningkatan dan perluasan loyalitas dan kepercayaan, sehingga semua anggota masyarakat saling mengenal dan mengedepankan kepentingan umum.
  • Adanya kebebasan bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan di lembaga sosial dengan perspektif yang beragam.

Pilar-Pilar Dalam Penerapan Masyarakat Madani

Pilar penegak dalam masyarakat madani merupakan lembaga-lembaga yang menjadi bagian dari kontrol sosial dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan melakukan kritik yang membangun terhadap kebijakan pemerintah. Berbagai pilar tersebut, yaitu:

  1. Kebebasan Pers
    Dalam konteks ini, pers merupakan lembaga independen yang memiliki fungsi kontrol sosial yang dalam pelaksanaannya dapat mengkritisi, menganalisis dan mempublikasikan kebijakan pemerintah. Selain itu, pers juga dapat menyampaikan informasi terkait aspirasi dan berita masyarakat secara transparan dan objektif.
  2. Supremasi Hukum
    Setiap warga negara harus mematuhi dan dilindungi oleh hukum-hukum yang berlaku. Dengan cara ini, setiap warga negara mendapatkan jaminan dan perlindungan dari segala bentuk penindasan individu dan kelompok di masyarakat.
  3. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
    Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah lembaga yang bertugas membantu dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat tertindas.
  4. Perguruan Tinggi
    Perguruan tinggi merupakan institusi bagian dari kekuatan sosial yang bergerak di bidang moral untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Namun pelaksanaannya harus sejalan dengan jalur yang tepat dan objektif untuk kemaslahatan masyarakat.
  5. Partai Politik (Parpol)
    Keberadaan partai politik merupakan salah satu syarat terwujudnya masyarakat sipil, dimana partai politik menjadi wadah bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pandangan politiknya.

Kesimpulan

Indonesia, Malaysia, dan Brunei adalah gambaran nyata yang menerapkan masyarakat madani. Mungkin ini disebabkan karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Dalam hal ini seharusnya masyarakat dapat meminimalisir konflik-konflik antar golongan dan kepentingan yang dapat merugikan masyarakat secara luas.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *