Pengertian Moral Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Bentuk, dan Jenis

Pengertian Moral Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Bentuk, dan Jenis
Photo by Helena Lopes from Pexels

Moralitas merupakan bentuk tindakan seseorang yang menunjukkan nilai-nilai positif saat berinteraksi dengan sesamanya. Saat ini moral menjadi tolak ukur masyarakat madani dalam menjalankan aktivitas interaksi sesama anggota komunitas. Selain itu, hal ini dibarengi dengan norma-norma sosial yang berlaku disuatu daerah.

Dalam sosiologi dan psikologi, perilaku manusia dapat diukur keefektifannya dengan menggunakan indikator moral. Nah, seperti apa sih moral ini? apa pengertian moral menurut para ahli? Apa saja tujuan dan fungsinya? Serta, apa saja jenis-jenisnya? Untuk lebih memahaminya, mari kita ulas secara detail.

Apa Itu Moral?

Secara umum, pengertian moralitas adalah hukum tingkah laku yang berlaku bagi setiap individu dalam bersosialisasi dengan sesamanya sehingga terjalin rasa hormat dan hormat. Pendapat lain menjelaskan bahwa arti moral adalah sesuatu yang berhubungan dengan prinsip-prinsip perilaku seperti akhlak, sopan santun, dan mentalitas, yang membentuk karakter seseorang sehingga dapat menilai dengan baik apa yang baik dan buruk.

Moralitas merupakan produk yang dihasilkan oleh budaya dan agama yang mengatur bentuk interaksi (tindakan, tingkah laku, dan ucapan) antara manusia lainnya. Dengan kata lain istilah moral mengacu pada perbuatan, yaitu tingkah laku seseorang yang mempunyai nilai-nilai positif sesuai dengan kaidah yang ada dalam suatu masyarakat.

Baca Juga: Pengertian Norma Kesusilaan

Pengertian Moral Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan moral, maka dapat kita simak pendapat dari berbagai ahli sebagai berikut:

1. Imam Sukardi

Pengertian moral adalah karakter yang dicirikan sebagai sesuatu yang baik dalam masyarakat melalui nilai-nilai kebersamaan.

2. Sonny Keraf

Moral adalah sesuatu yang dapat dijadikan dasar untuk menentukan tindakan seseorang yang dianggap baik atau buruk dalam suatu masyarakat.

3. Elizabeth B. Hurlock

Pengertian moralitas adalah kebiasaan, prosedur, dan kebiasaan suatu kode etik yang telah menjadi kebiasaan anggota suatu budaya masyarakat.

4. Maria Assumpta

Pengertian akhlak atau moral adalah suatu kaidah tentang moralitas, sikap dan perilaku (attitude) sebagai manusia.

5. Russell Swanberg

Yang dimaksud dengan moral adalah pernyataan pemikiran yang berkaitan dengan semangat bekerja, dimana hal tersebut dapat merangsang perilaku.

6. Maria J. Wantah

Pengertian moral adalah sesuatu yang berkaitan dengan kemampuan menentukan baik atau buruk, serta perilaku baik atau buruk seseorang.

Tujuan dan Fungsi Moral

Pada prinsipnya, tujuan dan fungsi moralitas adalah untuk mewujudkan harkat dan martabat kepribadian manusia melalui pengamalan nilai dan norma. Beberapa tujuan dan fungsi moral adalah:

  • Menjamin terwujudnya martabat pribadi dan kemanusiaan.
  • Memotivasi manusia untuk berperilaku dan bertindak dengan kebaikan dan kebajikan yang dilandasi kesadaran akan kewajiban moral.
  • Menjaga keharmonisan dalam hubungan sosial antar manusia, karena moralitas merupakan landasan kepercayaan pada orang lain.
  • Moral membuat manusia lebih bahagia secara rohani dan jasmani karena memenuhi fungsi moral sehingga tidak ada perasaan sedih, konflik batin, dan perasaan berdosa atau kecewa.
  • Moralitas dapat memberikan manusia visi masa depan, baik sanksi sosial maupun konsekuensi bagi kehidupan, sehingga manusia akan diperhatikan sebelum bertindak.
  • Moralitas pada manusia juga dapat memberikan dasar kesabaran dalam bertahan dalam segala naluri dan keinginan / keinginan yang mengancam harkat pribadi.

Baca Juga: Pengertian Norma, Macam-Macam, Fungsi, Karakteristik, dan Contohnya

Jenis dan Bentuk Moral

Bentuk moral seseorang dapat dilihat dari penampilan dan perilakunya secara keseluruhan. Adapun macam-macam jenis akhlak tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Moral ketuhanan

Moral ketuhanan merupakan segala persoalan yang berhubungan dengan agama / kepercayaan berdasarkan ajaran agama tertentu yang mempengaruhi perilaku dan tindakan seseorang. Wujud akhlak ketuhanan, misalnya dalam menjalankan ajaran agama dengan sebaik-baiknya. Contohnya seperti, menghormati sesama manusia lain, menghormati agama lain dan hidup rukun dengan agama yang berbeda.

2. Moral etika dan kesusilaan

Moral etika dan kesusilaan adalah persoalan yang berkaitan dengan etika dan moralitas yang memelihara kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara budaya dan tradisional. Bentuk etika moral dan kesusilaan, misalnya, menghargai orang lain dengan pendapat yang berbeda, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Contohnya seperti, menyapa orang lain saat mereka bertemu atau lewat.

3. Moral hukum dan disiplin

Disiplin moral dan moral hukum adalah masalah yang berkaitan dengan kode etik profesi dan hukum yang berlaku bagi masyarakat dan negara. Bentuk disiplin moral dan hukum, misalnya melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku. Contohnya seperti, selalu taat menggunakan peralatan yang diperlukan dan mematuhi rambu lalu lintas saat berkendara di jalan raya.

4. Moral ideologi dan filsafat

Moral ideologi dan filsafat adalah hal-hal yang berkaitan dengan semangat kebangsaan, kesetiaan pada cita-cita berbangsa dan bernegara. Bentuk falsafah dan ideologi moral, misalnya yang membela dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Contohnya seperti, menolak pemahaman asing yang ingin mengubah basis negara Indonesia.

Baca Juga: Pengertian Toleransi, Ciri, Manfaat, Fungsi, dan Sikap Bertoleransi

Kesimpulan

Saat ini hampir di setiap negara, terutama di negara berkembang terjadi masalah sosial yang kita sering sebut degradasi moral. Masalah ini dapat diselesaikan dengan melakukan rekayasa sosial tentunya harus dilakukan dengan serius agar menghasilkan output yang baik bagi peradaban suatu negara.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *