Pengertian Perusahaan Perseorangan dan Contoh Bisnisnya

Pengertian Perusahaan Perseorangan
Photo by Lisa Fotios from Pexels

Jika saat ini Anda sedang mengelola suatu usaha atau berkeinginan untuk membangun suatu usaha, maka bisnis tersebut sudah termasuk kedalam perusahaan perseorangan. Pada prinsipnya, setiap orang berhak membangun suatu perusahaan perseorangan yang bergerak diberbagai bidang industri bisnis. Tujuan utama dari membuat usaha perseorangan adalah meraih keuntungan sebesar-besarnya.

Lalu, apa yang dimaksud dengan perusahaan perseorangan? Apa kelebihan dan kekurangan perusahaan perseorangan? Serta, apa saja contoh dari usaha perseorangan yang bisa Anda jalankan? Untuk mempelajarinya lebih lanjut, mari kita ulas secara mendalam.

Apa itu Perusahaan Perseorangan?

Yang dimaksud dengan perusahaan perseorangan adalah badan usaha atau perusahaan yang dimiliki oleh perseorangan atau pengusaha individu atau perorangan. Kebebasan untuk mendirikan usaha perseorangan memungkinkan siapa saja untuk mendirikan badan usaha sendiri tanpa campur tangan pemerintah.

Merujuk pada pengertian perusahaan perseorangan, dalam skala besar badan usaha ini umumnya berbentuk badan usaha milik swasta (BUMS) sedangkan dalam skala yang lebih kecil disebut UKM (Usaha Kecil Menengah) atau Small Medium Enterprise (SME). Meskipun badan usaha tersebut adalah milik perseorangan, namun dari segi permodalan tetap bergantung pada instansi atau bisnis lain.

Biasanya, perusahaan individu memiliki modal bisnis kecil, jenis produk dan jumlah produksi terbatas, sedikit tenaga kerja, dan alat produksi dan teknologi sederhana. Dalam praktiknya, badan usaha individu memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda dengan jenis perusahaan lainnya.

Baca Juga: Pengertian Modal, Jenis, Manfaat, dan Cara Memaksimalkan Modal Bisnis

Pengertian Perusahaan Perorangan Menurut Pendapat Para Ahli

Untuk lebih memahami apa pengertian perusahaan perseorangan, mari kita merujuk dari pemaparan para ahli berikut ini:

1. Hatta

Pengertian perusahaan perseorangan adalah badan usaha yang dibuat dan dikelola oleh seorang pengusaha.

2. Murti Sumarni dan John Suprianto

Pengertian usaha perseorangan adalah badan usaha / perusahaan yang dimiliki, dikelola dan diarahkan oleh seorang individu, di mana tanggung jawab atas aktivitas dan risiko perusahaan berada pada orang tersebut.

3. Basswasta

Pengertian perseorangan perusahaan adalah bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola oleh seseorang, dimana orang tersebut bertanggung jawab penuh atas segala aktivitas dan risiko perusahaan.

4. Wikipedia Indonesia

Pengertian perusahaan perseorangan adalah bisnis atau badan usaha yang dimiliki oleh satu pemilik, sedangkan pengusaha perseorangan adalah pemilik dari usaha perseorangan tersebut.

5. Undang-Undang Republik Indonesia

Yang dimaksud dengan perusahaan perseorangan menurut Undang-Undang Republik Indonesia adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh satu orang, dan akibat dari tanggung jawabnya juga ditanggung oleh orang itu.

Ciri dan Karakteristik Perusahaan Perseorangan

Ada beberapa ciri-ciri perusahaan perseorangan yang dapat kita kenali, seperti:

  1. Proses pendirian relatif sederhana dan muda, serta pembubarannya
  2. Pemilik usaha adalah perseorangan atau keluarga
  3. Peran dan tanggung jawab tidak terbatas
  4. Permodalan atau kapitalisasi usaha perseorangan biasanya tidak terlalu besar dan bisa dikerjakan dengan aset pribadi.
  5. Keberlangsungan perusahaan tergantung pemiliknya.
  6. Sistem Atau cara menjalankan bisnis sederhana.
  7. Nilai tambah atau nilai jual perusahaan relatif kecil.

Baca Juga: Cara Mencari Uang Halal di Internet Itu Mudah, Kamu Siap!

Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Perorangan

Setiap jenis dan bentuk bisnis tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari usaha perseorangan, diantaranya yaitu:

1. Kelebihan Usaha Perseorangan

  • Seperti yang telah dipaparkan dalam pengertian usaha perseorangan, dimana usaha ini dimiliki perorangan, keuntungan dan manfaat penuh menjadi milik pemilik usaha.
  • Membangun bisnis individu memungkinkan pemilik bisnis bergerak dengan bebas, dalam arti semua keputusan dan kebijakan sepenuhnya ada di tangan pemilik bisnis. Selain itu, proses pengambilan keputusan juga relatif cepat karena pengusaha tidak perlu melakukan negosiasi perundingan lebih lanjut.
  • Hingga saat ini, perusahaan perseorangan tidak dikenakan pajak oleh pemerintah. Pemilik badan usaha hanya diwajibkan membayar pajak penghasilan, termasuk penghasilan pribadi dan karyawan.
  • Perusahaan perorangan memiliki sistem organisasi bisnis yang sederhana dan murah karena tidak memiliki elemen-elemen yang rumit seperti perseroan terbatas (PT). Sehingga dari segi biaya operasional, badan usaha perorangan relatif rendah.
  • Badan usaha perorangan tidak memiliki banyak aturan yang mengikat seperti di PT, firma atau persekutuan komanditer (CV). Karena merupakan milik pribadi maka semua peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam bisnis tersebut dibatasi untuk menghasilkan keuntungan perusahaan saja.
  • Kerahasiaan perusahaan dijamin karena semua aktivitas utama dilakukan secara internal di dalam perusahaan. Misalnya dalam bisnis kuliner dimana resep yang digunakan dalam perusahaan disimpan dengan aman dan rahasia.
  • Secara umum lebih mudah membangun badan usaha sendiri untuk mendapatkan modal kerja dari pinjaman bank atau pihak lain.

2. Kelemahan Badan Usaha Perorangan

  • Dari pengertian usaha perseorangan yang memaparkan dimana usaha itu dimiliki perorangan, tanggung jawab penuh berada pada pemilik usaha. Jika suatu saat perusahaan mengalami kerugian atau bangkrut, maka harta kekayaan pribadi pengusaha juga menjadi jaminan untuk melunasi hutang perusahaan.
  • Meski badan usaha perorangan terus melakukan ekspansi dan perluasan fasilitas, ketersediaan utang dari kredit tidak akan bertambah. Selain itu, sebagai perusahaan swasta, permodalan juga terbatas pada satu orang dan bergantung pada kemampuan pemilik usaha untuk memperoleh modal.
  • Kemampuan perusahaan untuk bertahan hidup tidak dijamin karena jika terjadi sesuatu pada pemilik bisnis misalnya meninggal dunia, tidak ada jaminan bahwa bisnis tersebut dapat terus berjalan karena biasanya operasional perusahaan terhenti.
  • Keterbatasan organisasi di dalam perusahaan perseorangan membuat pengelolaan bisnis menjadi sulit karena pemilik bertanggung jawab penuh atas semua kegiatan di perusahaan.
  • Karyawan yang bekerja di perusahaan perseorangan akan kesulitan untuk mengembangkan karir, walaupun bisa mendapatkan promosi akan memakan waktu yang cukup lama.
  • Usaha perseorangan dapat dipindahkan tangankan setiap saat.

Baca Juga: Dampak Buruk Perusahaan Yang Gagal Mengelola Laporan Keuangan

Contoh Usaha Perorangan

Faktanya, ada banyak contoh perusahaan perseorangan yang bisa kita temukan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan di era digital ini, bisnis online semakin merebak dan melahirkan banyak bisnis kecil perorangan. Berikut ini beberapa contoh usaha perorangan, yaitu:

  1. Usaha kerajinan usaha
  2. Perusahaan franchise (waralaba)
  3. Usaha jasa laundry
  4. Usaha jasa montir
  5. Bisnis kuliner
  6. Bisnis online dropship
  7. Bisnis e-Commerce kecil menengah
  8. Usaha salon dan cukur rambut
  9. Usaha jasa cuci mobil dan motor
  10. Dan banyak lagi lainnya.

Kesimpulan

Dengan membuka perusahaan perseorangan maka kita telah ikut dalam upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Ada banyak jenis bisnis dan usaha yang bisa dijalankan dengan modal kecil. Di era ekonomi digital saat ini, kita bisa dengan mudah menjalankan bisnis dari mana saja.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *